Bambang Zulhadi

0
303
Ketua perhimpunan hotel dan restoran Indonesia (PHRI) Jayapura, Bambang Zulhadi
Ketua perhimpunan hotel dan restoran Indonesia (PHRI) Jayapura, Bambang Zulhadi

Sentani-Pandemi covid 19 telah berdampak pada matinya usaha perhotelan dan restoran di Kabupaten Jayapura. Hampir seluruh usaha perhotelan dan restoran mengalami mati suri dan hampir tidak lagi mempekerjakan seluruh karyawannya selama pandemi covid 19 ini.
Ketua perhimpunan hotel dan restoran Indonesia (PHRI) Jayapura, Bambang Zulhadi meminta kepada pemerintah daerah kabupaten Jayapura untuk tidak memungut pajak terhadap usaha perhotelan dan restoran selama pandemi covid 19 ini.
“Dasarnya adalah karena kunjungan tamu hotel itu melalui penerbangan yang ditutup terus dibuka dengan standart covid artinya dibatasi, sehingga tamu yang datang ini tidak normal, keterbatasan orang yang datang, sehingga tamu juga terbatas yang menginap, 10 -30 persen tamu yang menginap. Karyawan pun demikian yang bekerja sekitar 10-20 prsen, berdampak pada penghasilan, serta pemasukan hotel dan restorant,” kata Bambang Zulhadi kepada wartawan di Sentani, Rabu (15/7).
Dengan kondisi seperti itu praktis usaha hotel dan restoran ini hanya berusaha untuk menutup biaya listrik dan makan karyawan yang masih dipekerjakan. Bahkan untuk membayar gaji karyawan yang masih kerja itu di ambil atau disepakati dari sisa biaya operasional.
“Kalaupun ada lebih baru kita hitung untuk gaji karyawan,” jelasnya.
Di satu sisi pihaknya saat ini telah memberikan diskon besar kepada tamu karena secara tidak langsung ini merupakan salah satu strategi untuk menarik minat kepada tamu untuk menginap di hotel.
“Makanya hotel hotel rata rata berikan diskon kepada tamu , secara tidak alngsung kita memaksa tamu kalau bosan di rumah bisa menginap dihotel itu, dikson 30-40 persen. Sudah diskon juga belum bisa memenuhi kebutuhan kami,” terangnya. (*).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here