Home EKBIS Ekspor CPO dari Merauke Meningkat

Ekspor CPO dari Merauke Meningkat

0
210

MERAUKE – Ekspor CPO dari Kabupaten MeraukePapua trennya meningkat. Dalam tahun 2020, hingga saat ini sudah lima kali melakukan ekspor. Pada Januari tercatat 6.300 ribu ton dengan nilai Rp51,6 miliar. Dilanjutkan pada bulan April disertifikasi sebanyak dua kali, dengan total volume 6.801 ribu ton atau senilai Rp111 miliar. Dan terakhir Juni tercatat 5.951 ton dengan nilai Rp35,6 miliar.

Karantina Pertanian Merauke pada Senin (27/7/2020) melakukan pemeriksaan dan pengawasan terhadap komoditas ekspor pertanian, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Kepala Karantina Pertanian Merauke, Sudirman mengatakan, pemeriksaan dilakukan terhadap sekitar 7.351 ton minyak kelapa sawit (CPO) senilai Rp55,98 miliar yang berasal dari sepuluh tank penampungan milik PT Bio Inti Agrindo yang dimuat ke dalam kapal Sinosea Cherry untuk diekspor ke India.

“Ini tentunya peluang bagi Karantina Pertanian Merauke untuk dapat terus berkontribusi dalam mengawal akselerasi ekspor agar dapat berdaya saing,” ujarnya di Merauke.

Sesuai UU No 21 tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (KHIT), setiap media pembawa hewan, bahan asal hewan, hasil bahan asal hewan, tumbuhan dan hasil produk tumbuhan yang akan dilalulintaskan, wajib dilaporkan kepada petugas karantina untuk dilakukan pemeriksaan sebelum diterbitkan dokumen karantina.

Untuk diketahui, Kabupaten Merauke merupakan salah satu wilayah Indonesia yang berpotensi besar untuk terus meningkatkan produk ekspornya.

Dengan ketersediaan lahan yang luas, keragaman produk, dan peluang pangsa pasar yang strategis serta dukungan dari seluruh stakeholder, tidak menutup kemungkinan roda perekonomian Merauke akan terus bertumbuh dengan baik.

“Sejalan dengan itu, Karantina Pertanian Merauke akan selalu siap untuk mengawal akselerasi ekspor di Merauke,” jelas Sudirman.

Secara terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil mengatakan, pihaknya akan terus mendorong ekspor pertanian dengan melakukan fasilitasi ekspor komoditas pertanian melalui program Gerakan Tiga Kali Ekspor Pertanian ( GRATIEKS) sesuai arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo.

“Sebagaimana arahan menteri, kami akan tetap mendorong ekspor sebagai salah satu upaya meningkatkan pendapatan atau nilai tambah, baik petani maupun pelaku agribisnis di tengah keterbatasan karena pandemi Covid-19,” ujar dia. (MCMrk/geet/Af)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here