Otsus Bisa Berlanjut Tapi Harus Pemerintah Bekerja Keras

0
226
Longinus Fatagor Tokoh Masyarakat Adat Kabupaten Keerom
Longinus Fatagor Tokoh Masyarakat Adat Kabupaten Keerom

JAYAPURA,- Salah satu Tokoh Masyarakat Adat Kabupaten Keerom Longginus Fatagor mengharapkan pembangunan yang sedang berjalan diera Otonomi Khusus saat ini bisa terus berjalan.

“Yang kami lihat hari ini itu ya lima wilayah adat di Papua. Terbuka saja jadi katakanlah 95 persen itu menolak otsus dari lima suku besar yang ada di Papua,” kata Fatagor kepada wartawan Senin, (23/11/2020).

Lanjutnya Negara Indonesia ini kan adalah salah satu katakanlah anggota PBB. Presiden sudah saya sampaikan ke presiden. Keerom separuh dan sebagian besar ada bersama kerajaan inggris. Kalau inggris sudah bilang ya sudahlah. Ini yang langsung dan langkah apa yang sekarang pemerintah pusat lakukan.

“Jangan rencana tetapi tindakan itu harus tepat dan benar yang bisa menyatuh. Mereka sudah tanggapi oleh karena nya. Itu tindakan yang tepat mana,” ujarnya.

Sekarang dewan adat di papua itu dewan adat dia ada dengan LMA ini kan pimpinan besar ada dipusat ada Lenis Kogoya.

“Sekarang pemerintah coba pikir ke situ tindakan yang benar adalah kalau bisa hitung per kepala orang asli di Papua itu berapa?. Dan uang otonomi khusus itu tidak boleh ke mana-mana dan kasih ke kampung. Selain dana kampung baru pas itu akan muncul. Asal jangan sampai di salah gunakan dan kalau asal kasih saja itu yang bahaya,”.

Jadi saya lihat disitu maksud dan tujuan toko adat seluruh papua kebanyakan mereka minta harus direkeningkan. Kalau Bapa tidak setuju harus di rekening karena itu nanti hancur. Orang papua itu kan negatifnya saja dia bisa beli senjata. Karena direkeningkan tapi kalau pemberian langsung itu baik berikanlah dengan catatan harus di kawal betul-betul oleh semua pihak.

Dan uang itu di kasih misalnya satu kepala keluarga itu berapa anggotan yang ada di situ. Misalnya saja 10 juta per kepala keluarga kita kasih uang itu mungkin bisa beli sapi ka yang penting kita bisa hidupkan dia nah itu supaya tepat yang lain jangan. Dan itu yang tepat untuk masyarakat adat yang lain-lain kan ada beberapa pasal yang tidak ada orang di keerom yang menggusur itu undang-undang otsus.

Merdeka itu nanti bagaimana jadi dua visi yang kita susun merdeka itu nanti bagaimana. Terus nanti otonomi khusus itu bagaimana. Sudah kami bilang kemarin misalnya papua merdeka tidak ada negara yang satu suku dan satu ras itu tidak ada itu salah satunya. Contoh saja kita di Indonesia di Jakarta kemarin saya empat bulan disana pas lebaran. Tidak ada manusia di Jakarta yang ada yang penuh adalah orang china , itu salah satunya negara tidak mungkin satu suku itu.

Jadi kita harus semua suku yang ada itu salah satu yang bapa lihat. Otonomi khusus juga pun sama. Misalnya saja satu kepala dipatok lah 1 juta dikalikan dengan uang otonomi khusus 10 juta per kepala keluarga dengan berapa miliar uang otsus. Misalnya saja 10 Triliun pasti 1 juta rakyat Papua asli itu bisa cukup.

“Jadi dia bisa dapat 1 juta saja perkepala bisa makmur. Yang saya ikuti hanya orang orang tertentu yang makan dari hasil dana otsus,”ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here