Kampung Doyo Lama Usul Dimekarkan oleh Tiga Ondoafi

0
59

KabarTifa.ID – Tiga Ondoafi yang ada di Kampung Doyo Lama, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura mengusulkan untuk memekarkan kampung Doyo Lama menjadi tiga kampung adat.

Kepala Kampung Doyo Lama, Aser Samuel Marweri, mengatakan, usulan pemekaran kampung tersebut diinisiatif oleh tiga ondoafi yang ada dikampung itu. Adapun tiga ondoafi itu, yakni Ondo Tidores Marweri, Ondo Naftali Nukubay dan ondo Agus Marweri.

“Selama ini satu kepala kampung yang memimpin untuk tiga ondoafi. Jadi inisiatif dari para ondoafi ini, harus Mekar. Satu ondoafi satu kampung,” ujar kepala Kampung Doyo Lama.

Tidak hanya itu, usulan untuk pemekaran kampung itu juga didukung oleh seluruh masyarakat adat setempat termasuk tokoh adat di wilayah itu. Bahkan pemerintah Kampung juga sudah menyerap aspirasi dari masyarakat melalui musrenbang Kampung terkait usulan untuk pemekaran kampung itu menjadi 3 kampung.

Menurut kepala kampung jumlah masyarakat saat ini sebanyak lebih dari 250 kepala keluarga itu pun hanya khusus untuk orang asli Papua.  “Untuk jumlah jiwa masyarakat asli saja 1.070,” tandasnya.

Sementara itu jika dihitung secara keseluruhan jumlah kepala keluarga yang ada di kampung itu sebanyak lebih dari 700 kepala keluarga dengan jumlah jiwa lebih dari 2000 orang. Sehubungan dengan nama kampung yang akan dimekarkan sejauh ini belum ditetapkan.

“Kita usulkan Bupati dan Bupati segera, tahun ini juga harus dimekarkan,” ungkapnya.
Dia mengaku, setelah rapat itu pihaknya akan menyusun jadwal untuk bertemu dengan Bupati Jayapura. Tentunya mereka akan mengirim tim yang terdiri dari para ondoafi dan tokoh masyarakat adat setempat serta pemerintah Kampung Doyo lama.

“Ondoafi dengan kepala kampung dan tim pemekaran kampung, kita langsung menghadap Bupati. Mungkin Selasa atau Rabu,” katanya

Dia mengatakan, untuk menghidupkan ekonomi masyarakat yang ada dikampung, pihaknya mengaku ada banyak potensi yang akan digarap mulai dari potensi pariwisata hingga sektor perikanan air tawar yang ada di kampung.

Sementara itu, ketua tim pemekaran Kampung, Silas Pangkatana, mengatakan, upaya pemekaran kampung itu dilakukan dengan melihat perkembangan pembangunan dikampung. Selain itu, pemekaran kampung itu juga sebagai bentuk dukungan terhadap program bupati tentang kampung adat.

“Kalau kampung Bambar dijadikan sebagai kampung adat, maka bupati juga harus mekarkan kampung ini jadi kampung adat. Karena ada tiga ondoafi dikampung ini,” tambahnya. (*).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here