Tokoh Intelektual Katholik dan Lintas Agama Di Papua Kutuk Keras Insiden Bom Bunuh Diri Di Makasar

0
15
Tokoh Intelektual Katholik dan Lintas Agama Di Papua Kutuk Keras Insiden Bom Bunuh Diri Di Makasar
Tokoh Intelektual Katholik dan Lintas Agama Di Papua Kutuk Keras Insiden Bom Bunuh Diri Di Makasar

(Kabartifa.id), Jayapura-Tokoh intelektual dan tokoh awam gereja Katholik bersama Ormas lintas agama di Papua menyesalkan dan mengutuk keras aksi bom bunuh yang terjadi di Makasar pada, Minggu pagi.

Pernyataan sikap tegas ini disampaikan dr. Aloisius Giyai didampingi tokoh ormas lintas agama di Papua, saat melakukan pertemuan dengan insan media di Kota Jayapura, Papua, Senin, (29/3/2021).

Insiden bom bunuh diri ini terjadi saat umat Katholik sedang melaksanakan ibadah pagi dan memasuki hari raya paskah di gereja Katedral Makasar. di Jalan Kajaolalido, MH Thamrin, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Minggu, (28/3/2021) pagi.

“Sebagai tokoh intelektual dan juga tokoh awam gereja Katholik Papua, didampingi oleh para tokoh-tokoh Ormas lintas agama di Provinsi Papua, menyatakan sikap tentang peristiwa bom bunuh diri di gereja Katedral Makasar, dengan lima pernyataan tegas yakni,

“1. Kami menyesalkan dan juga mengutuk keras terhadap terjadinya aksi bom bunuh diri di gereja Katedral Makasar.

2. Kami mangharapkan dengan sangat-sangat kepada pihak-pihak terkait yaitu, Kapolri BNPT, BIN, Menkopolhukam, Mendagri, Panglima TNI, agar mengusut tuntas bom bunuh diri di gereja Katedral Makasr, dan hasil inventigasinya, yang mengarah kepada radikalisme dan terorisme segera diusut tuntas.
Kenapa, karena ini pada saat umat nasrani sedang memasuki hari raya suci, hari raya paskah tahun 2021. Tapi juga dimana pada saat ini negara kita sedang mengalami sebuah wabah pandemi Covid-19 yang hampir memporak-porandakkan keadaan ekonomi masyarakat atau umat.

3. Kami menghimbau kepada seluruh umat beragama di Papua agar tidak terprovokasi dan tetap tenang, terhadap insiden yang terjadi atau menanggapi kejadian di gereja Katedral di Makasar.

4. Kami tokoh ormas, lintas agama di Papua. Mengharapkan kepada Kementrian agama NKRI agar mengambil tindakan yang tegas dan pasti terhadap semua paham-paham, aliran-aliran yang mengarah pada radikalisme dan terirosme yang memecah belah persaruan dan kesatuan bangsa atau kerukunan umat beragama di seluruh Indonesia.

5. Kami menghimbau kepada Kapolda Papua sebagai pemimpin kepolisian daerah Papua. Serta seluruh aparat keamanan yang ada diatas tanah Papua agar menjaga suasana keamanan dan damai menuju atau suasana hari paskah di tanah Papua tahun 2021.

Kami mengharapkan kepada seluruh masyarakat agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan di Provinsi Papua dalam kehidupan masyarakat.
Jika ada hal-hal yang mencurigakan, baik itu oknum per-orang ataupun kelompok tertentu pada kehidupan bermasyarakat, di rumah, di masyarakat, di kantor atau tempat ibadah, agar supaya segera melaporkan, segera koordinasi segera komunikasi dengan pihak berwajib maupun pihak-pihak yang berwenang dimanapun kita berada.
Demikian pernyataan sikap kami secara tegas. Kami semua ini, tokoh-tokoh ini mencintai kedamaian yang telah terbangun diatas tanah Papua”, itulah pernyataan sikap tegas yang di sampaikan dr. Aloisius Giyai, tokoh intelektual dan tokoh awam gereja Katholik Papua didampingi, KH. Hj. Syaiful Islam All Payage-ketua MUI Provinsi Papua, DR. Hj. Mansur- ketua dewan Masjid Indonesia Provinsi Papua, Hj. Syaifullah-ketua LDII Provinsi Papua, Lukman Nurdiansyah. MEG-ketua BKPRMI Provinis Papua, DRS. Muhammad Rusdianto, MSI-ketua dewan penasehat dewan masjid Indonesia Kota Jayapura, Irgi Matoan, STMT-Sekretaris Markelau Anwar Provinsi Papua. ( Kabartifa.id CL )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here