Diduga Jaksa Agung RI Dicurigai ‘Masuk Angin’ Atas Kasus Permainan Proyek oleh Jaksa Nakal di Papua

0
9
Kantor Kejaksaan Agung RI. Foto: Ist
Kantor Kejaksaan Agung RI. Foto: Ist

KabarTifa.Id– Penggiat Anti Korupsi Papua, Rafael Ambrauw menduga Kejaksaan Agung RI “Masuk Angin” atas kasus oknum Jaksa Nakal di Kejaksaan Tinggi Papua yang jelas-jelas telah melakukan pemerasan dengan meminta proyek pemerintah di Provinsi Papua.

“Kami menduga Jaksa Agung RI sudah terima Suap (Masuk Angin) dari Oknum Jaksa Nakal di Kejaksaan Tinggi Papua. Padahal, laporan kami beberapa minggu lalu sudah ada bukti yang kuat dan ini pekerjaan fisik di lapangan. Namun sampai saat ini tidak ada kejelasan proses terhadap oknum jaksa nakal ini,” tegas Rafael, Selasa (13/10/2021).

Rafael menegaskan bahwa, dari hasil aksi demo yang dilakukan masyarakat Aliansi Anti Korupsi Papua ke Kejaksaan Agung,  Pihak Kejagung RI menyatakan bahwa dalam kasus seperti ini tidak dikompromi sehingga akan tetap diproses.

“Dengan komitmen ini lah kami mempertanyakan ketegasan dari Kejaksaan Agung RI. Jangan hanya omong di depan masyarakat tapi kenyataannya omong Kosong. Kalau itu terjadi berarti jaksa agung sudah masuk angin atau sudah terima dari oknum jaksa nakal di Papua,” cetus dia.

Rafael menyebutkan bahwa perbuatan jaksa nakal di Papua telah merusak citra kejaksaan dan menghancurkan sistim dalam penegakkan hukum di tanah Papua, sehingga tidak menginginkan adanya oknum jaksal nakal di tanah Papua.

Untuk itu, Rafael meminta kepada Komisi III DPR RI membidangi hukum, hak asasi manusia, dan keamanan agar mengontrol kasusdi  Kejaksaan Agung RI yang masih membiarkan oknum jaksa nakal di tanah air, khususnya di tanah Papua.

“Kami sudah mengadukan hal ini juga di Komisi III DPR RI pada tanggal 11 OKtober 2021. Kami minta agar Komisi III Menegur Kejagung RI yang masuk angin, karena kasus yang dilaporkan masyarakat ke Kejaksaan Agung sudah 2 minggu namun ada kejelasan. Bahkan terlihat biasa-biasa saja. Kami masyarakat merasah jenuh dan muak atasu tindakan jaksa nakal,” pungkasnya.

Jika kasus ini masih terus berlarut-larut, maka pihaknya akan menyurat ke Presiden RI atau langsung mendatangi Istana Negara untuk meminta kepada Presiden agar mengganti  Kepala Kejaksaan Agung RI yang dianggap tidak profesional. (redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here