Elisabeth Yanteo Minta Maaf Usai Video Tak Dapat Stand dan Kritik Kinerja Pemda Viral

0
23

SENTANI, KabarTifa.ID- Elisabeth Yanteo, selaku aktivis perempuan asal Lembah Grime Kabupaten Jayapura, mendapat kunjungan langsung dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura dalam hal ini Sekda Kabupaten Jayapura, Dra. Hanna S. Hikoyabi, S.Pd, M.KP, terkait video viral dirinya menyebut para pelaku UMKM dari enam distrik di bagian Grime tidak mendapatkan stand-stand jualan untuk memasarkan produknya pada saat pelaksanaan PON XX Papua 2021 di depan Stadion Utama Lukas Enembe dan menyesalkan kinerja Pemerintah Kabupaten Jayapura.

Saat dikunjungi Sekda Kabupaten Jayapura, Selasa (12/10/2021), Elisabeth Yanteo yang juga merupakan tokoh perempuan Kabupaten Jayapura itu mengaku tidak tahu kalau pernyataannya yang direkam dalam sebuah video itu viral.

 

“Saya tidak tahu kalau video yang berisi pernyataan saya itu akan viral,” kata perempuan yang akrab disapa Mama Lis ketika dikonfirmasi wartawan, di stand UMKM yang ia bangun tepat berada di depan rumahnya, Kampung Nolokla, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Selasa (12/10/2021).

 

Awalnya, stand Mama Lis ini dikunjungi oleh mantan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Papua, Ani Rawar. Kemudian, saat dikunjungi itu sontak Mama Lis membuat sebuah pernyataan dan langsung direkam oleh salah seorang serta beredar di aplikasi grup WhatsApp.

 

Namun, video isi pernyataannya yang direkam seseorang itu viral hingga Mama Lis langsung ditemui oleh Sekda Kabupaten Jayapura Dra. Hanna S. Hikoyabi, S.Pd, M.KP.

Sebelumnya, video seorang wanita yang membuat statement, “Kita ini enam distrik dari Bagian Grime, kita tidak di kasi stand apapun. Dari kantor bupati, mereka bilang ada lapak-lapak (stand), ternyata tidak ada lapak-lapak. Akhirnya, saya punya rumah ini, saya suruh enam distrik datang untuk bikin kedai (stand) di depan rumah saya, dan tidak ada pembeli karena kita di belakang, ditutupi oleh tenda-tenda putih. Hari ini ibu mantan (Kepala Badan) pemberdayaan perempuan Provinsi Papua, ibu Ani Rawar datang ini sebagai juru selamat.”

“Setiap ibu, dia punya jualan dibeli oleh ibu Ani. Ini juru selamat yang datang, jadi ada salah satu tete (kakek) atau bapa kita dari (kampung) Genyem ini rasa sedih dan menangis, karena mulai dari pembukaan (PON) itu beliau tidak ada uang, tidak dapat uang sama sekali. Tapi, malam ini Tuhan kirim ibu (Ani) Rawar untuk bisa kunjungi kita, Grime punya stand-stand yang sebenarnya tidak pakai.”

“Saya juga sebagai aktivis perempuan Kabupaten Jayapura, saya sangat menyesal dengan kinerja pemerintah kabupaten Jayapura yang selama ini tidak memperhatikan secara baik.

 

Sehingga Tanah Merah dan Grime, kami sebagai anak-anak tiri yang tidak diperhatikan. Jangan kami hanya dijadikan anjing berburu untuk kepentingan orang-orang atas. Ini saya terus terang, saya koordinator wanita Grime untuk enam distrik, saya katakan sangat menyesal dengan kinerja yang ada ini, terima kasih, terima kasih.”

Sekda Kabupaten Jayapura, Dra. Hanna S. Hikoyabi, S.Pd, M.KP, usai mengetahui adanya video yang viral itu langsung mendatangi stand UMKM enam distrik dari Bagian Grime yang dikoordinir oleh Elisabeth Yanteo.

 

“Jadi, bidang sosek (sosial ekonomi) di Sub PB PON yang sudah melakukan peletakan tenda-tenda di semua venue yang ada di Klaster Kabupaten Jayapura. Di semua venue, kita ada taruh tenda sampai di dalam venue ini juga,” ujar Hanna Hikoyabi disela-sela kunjungannya di stand UMKM milik Mama-mama dari Bagian Grime, yang dibangun tepat berada di depan rumah Elisabeth Yanteo, Kampung Nolokla, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura.

 

“Maka di H-1, itu kita lihat di depan jalan ini kan kosong, tidak ada yang pasang tenda dan hanya ada beberapa orang saja yang punya tempat-tempat jualan. Sehingga kita melakukan penyewaan tenda untuk kita pasang dan kita juga komunikasi dengan pak (kepala) distrik untuk menempatkan mama-mama di semua tenda yang sudah kita pasang. Setelan pasang tenda, kita juga pasang dari (belakang) sini sampai depan sana. Namun tenda kita tidak bisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here