Ini Penjelasan Bupati Yahukimo Terkait Akasi Demo Para Pelajar SMA/SMK

0
37

KabarTifa.Id– Menyikapi munculnya aksi demo para pelajar SMA/SMK yang dilatarbelakangi penggunaan gedung sekolah untuk penampungan sementara personil Brimob, mendapat tanggapan dari Bupati Yahukimo Didimus Yahili,SH.

Yang mana, ada tiga gedung sekolah, yaitu  gedung SMA Ninia, SMA Negeri 2 dan SMK Negeri 2 untuk tempat sementara personil Brimob BKO Polres Yahukimo yang baru datang.

Pemanfaatan gedung sekolah tersebut, kata Didimus, karena pada saat pergantian personil, personil baru telah datang, sementara personil lama baru akan pulang pada 25 Januari 2022 nanti.

Sedangkan Asrama Polres Yahukimo digunakan ibu-ibu dan anak-anak yang membutuhkan tempat tinggal sementara akibat konflik antara dua suku.

“Karena yang lama belum pulang, semestinya pulang pada tanggal 25 Januari 2022, tetapi yang baru terlampau (terlanjur) datang, sehingga mereka (anggota) perlu tempat, tidak mungkin mereka tidur di pohon, tidak mungkin tidur di jalan,” ujar Bupati Didimus dalam keterangan persnya pada Sabtu (22/1/22), di Kediaman Bupati Kab. Yahukimo.

“Jadi sekolah dipakai pun tidak masalah, dan hal itu Pemerintah (Kab. Yahukimo) yang bertanggung jawab, bukan Polisi yang bertanggung jawab,” tegas Bupati Didimus.

Ditegaskan juga, bahwa orang di luar yang berbicara tentang Yahukimo, padahal mereka tidak mengerti susahnya Yahukimo itu seperti apa.

“Dan saya secara pribadi kesal dan tidak terima dengan apa yang disampaikan oleh masyarakat di luar sana, orang menanggapi untuk mengambil kesempatan dalam kesempitan,” tegasnya kesal.

Jadi, ujar bupati, Polisi sudah melaksanakan tugas dengan sangat baik. Pemanfaatan gedung sekolah untuk penampungan sementara personil Brimob juga diketahuinya. “ Saya sengaja tidak berbicara di media manapun, karena itu ada yang menyusup, ada yang memompa (menghasut) anak-anak (pelajar),” jelas Bupati Didimus.

Terkait situasi yang sudah kondusif, kata Bupati, Kabupaten Yahukimo tetap membutuhkan keberadaan personil Brimob, terkait dengan posisi Kabupaten Yahukimo yang masih tergolong daerah merah dalam hal Kamtibmas.

Bupati Didimus pun mengucapkan terima kasih kepada Kepolisian Republik Indonesia yang telah melaksanakan tugas kenegaraan di Kabupaten Yahukimo dengan baik.

“Tetapi lebih istimewa lagi, ketika terjadi  kerusuhan atau penyerangan dari suku A ke Suku B tanggal 3 Oktober 2021, negara memberikan perhatian serta hadir untuk memberikan perlindungan, kenyamanan, dan kedamaian kepada masyarakat Yahukimo melalui Polri,” ujar Bupati Didimus.

Dikatakan, tugas telah dilaksanakan dengan baik dan sangat sempurna oleh aparat Polri di Yahukimo, sehingga tidak ada pergesekan, tidak ada tantangan, dalam pengertian tidak menuding satu sama lain.

“Pada hari itu Polisi telah tampil dengan gagah menyelamatkan, menangkap para pelaku kejahatan, tetapi juga memberikan perlindungan terhadap masyarakat,” ujar Bupati Didimus lebih lanjut.

Selama Bulan Januari kegiatan belajar mengajar belum terlalu aktif, guru-guru belum tentu datang, dan hari Senin bupati akan survei langsung, apakah guru-guru lengkap atau tidak.

“Proses belajar mengajarnya seperti apa dan para kepala sekolah akan saya panggil untuk meminta penjelasan,” kata Bupati Didimus.

Ditegaskan pula, bahwa Pemerintah (Kabupaten Yahukimo) yang bertanggung jawab dan pada hari Minggu (23/1/22) personil Brimob yang tinggal sementara di sekolah sudah dipindahkan (anggota Polri/Brimob) ke Aula milik pemerintah dan sekolah sudah kosong, sehingga hari Senin para pelajar akan sekolah sebagaiman biasa.

“Jadi orang di luar berbicara di media atau media sosial, mereka tidak tahu psikologi publik masyarakat Yahukimo ini seperti apa, keamanan ada baru sekolah bisa lancar, jika keamanan tidak ada bagaimana sekolah (kegiatan belajar mengajar) bisa jalan, hal ini yang namanya saling memberikan manfaat satu sama lain,” tutur Bupati Didimus.

Bupati juga merasa kecewa, kenapa berkaitan dengan hal ini langung terjadi demo.  Kata bupati, semestinya harus datang dulu kepada Bupati atau Sekda untuk memberitahukan dan ada tahapan-tahapannya.

Tetapi hal tersebut terjadi dan di blow up oleh orang-orang yang tidak senang dengan TNI-POLRI, orang-orang yang tidak senang dengan pembangunan di Kabupaten Yahukimo, sehingga Yahukimo seperti hal yang luar biasa.

“Di sini kami biasa-biasa, dan masalah yang kemarin kami bisa hadapi dan atasi karena mereka (pelajar) adalah anak-anak kami,” ujar Bupati Didimus.

Dikatakan, bahwa kehadiran Polisi di Yahukimo sangat penting, apalagi bersinergi dengan TNI, sehingga semakin damai dan kita senang pembangunan bisa berjalan dengan baik.(redaksi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here