Dogecoin di Persimpangan: Siap Anjlok atau Bangkit?
Editor: BobonSyah

KabarTifa- Harga Dogecoin (DOGE) masih berjuang keras menghadapi tekanan jual signifikan menjelang penutupan tahun 2025. Koin meme populer ini terpantau diperdagangkan di sekitar level $0,123, sedikit di atas zona support krusial, setelah serangkaian aksi jual yang intensif selama beberapa minggu terakhir. Analisis pasar menunjukkan bahwa DOGE masih terperangkap dalam pola descending channel, mengindikasikan dominasi penjual yang kuat di pasar.
Terjebak dalam Cengkeraman Penjual
Sejak bulan Oktober, pergerakan harga Dogecoin konsisten membentuk lower high, sebuah sinyal klasik dari melemahnya momentum beli. Indikator teknikal seperti Supertrend masih menunjuk ke area bearish di sekitar $0,140, sementara titik Parabolic SAR terus berada di atas candle harian. Kondisi ini secara tegas menunjukkan bahwa kendali pasar belum beralih ke tangan pembeli, melainkan masih didominasi oleh tekanan jual.
Level Kritis yang Menentukan Arah
Menurut laporan dari Coin Edition, area support terdekat yang harus dipertahankan DOGE berada di kisaran $0,120 hingga $0,118. Level ini telah berulang kali berhasil menahan gempuran penjualan. Namun, jika penutupan harian terjadi di bawah zona vital ini, harga DOGE berisiko melanjutkan penurunannya menuju level $0,105, bahkan berpotensi menyentuh $0,100, yang sebelumnya menjadi titik permintaan signifikan di awal tahun.
Stabilitas Jangka Pendek yang Rapuh
Dalam kerangka waktu yang lebih pendek, Dogecoin menunjukkan upaya untuk stabil setelah koreksi tajam pekan lalu. Harga masih mampu bertahan di atas garis tren intraday dan bergerak di sekitar Volume Weighted Average Price (VWAP) $0,123. Ini mengindikasikan adanya perlawanan dari pembeli untuk menjaga nilai, meskipun belum disertai dorongan yang kuat. Indikator Relative Strength Index (RSI) intraday bergerak di kisaran tengah 50-an, lebih mencerminkan jeda dalam tekanan jual daripada sinyal pembalikan tren yang solid. Area $0,125-$0,127 tetap menjadi hambatan kuat yang menahan setiap upaya kenaikan.
Data Derivatif: Pelaku Pasar Menarik Diri
Dari sisi pasar derivatif, open interest DOGE dilaporkan menurun sekitar 3,5%, mencapai $1,45 miliar. Penurunan ini mengisyaratkan bahwa pelaku pasar cenderung mengurangi eksposur risiko mereka, alih-alih membangun posisi baru. Ironisnya, volume perdagangan justru melonjak lebih dari 22%, namun tanpa diikuti kenaikan harga. Pola semacam ini sering diinterpretasikan sebagai fase distribusi, bukan akumulasi. Selain itu, likuidasi posisi long mendominasi, dengan nilai lebih dari $2,5 juta dalam 24 jam terakhir, menegaskan tekanan jual yang berkelanjutan.
Sentimen Pasar Masih Dihantui Ketakutan
Sentimen pasar kripto secara keseluruhan juga masih menjadi faktor penghambat. Indeks Fear and Greed tercatat di level 24, mengindikasikan kondisi "ketakutan ekstrem" di kalangan investor. Sepanjang bulan Desember, Dogecoin hanya berhasil mencatatkan penutupan hijau pada sekitar 37% sesi perdagangan, sebuah cerminan nyata dari dominasi tekanan jual.
Prospek Akhir Tahun yang Defensif
Menjelang 31 Desember 2025, Dogecoin masih berada dalam posisi yang sangat defensif. Dengan struktur teknikal yang cenderung lemah dan sentimen pasar yang negatif, pergerakan harga DOGE diperkirakan akan tetap terbatas hingga muncul katalisator kuat yang mampu memicu perubahan arah tren secara signifikan.

