Alarm Merah HBAR: Akankah Terjun Bebas ke $0.043?
Jakarta, [Tanggal Hari Ini] –

KabarTifa- Harga Hedera (HBAR) terus berada dalam tekanan kuat di tengah gejolak pasar kripto global. Aset digital ini menghadapi ancaman penurunan signifikan hingga 30%, dipicu oleh anjloknya Total Value Locked (TVL) lebih dari 50% dan minimnya minat dari investor institusional melalui instrumen ETF. Kondisi ini menempatkan HBAR dalam posisi rentan, dengan potensi meluncur ke level terendah baru jika support kunci gagal bertahan.
Dalam tiga bulan terakhir, HBAR telah kehilangan hampir 47% dari nilainya, dan kembali merosot sekitar 6% dalam 24 jam terakhir menyusul koreksi terbaru Bitcoin. Tren bearish ini bukan fenomena baru; sejak September, HBAR secara bertahap terus menurun, menghapus sekitar 67% dari level tertingginya.
Pelemahan HBAR berakar pada masalah fundamental yang lebih dalam, yakni menyusutnya likuiditas jaringan, lemahnya permintaan dari institusi, serta memudarnya partisipasi investor ritel. Data terbaru mengindikasikan tekanan jual berpotensi semakin intensif karena TVL terus merosot tajam, sementara aliran dana dari ETF masih nihil.
TVL Hedera Anjlok Lebih dari 50%, Likuiditas Mengering Berbulan-bulan
Penurunan TVL ini selaras dengan tren harga HBAR yang mulai terlihat sejak pertengahan September. Kala itu, harga mulai bergerak di bawah garis tren menurun dan kemudian membentuk pola falling channel, ditandai dengan lower high dan lower low yang terus berulang. Sejak saat itu, setiap upaya reli harga semakin melemah dan setiap breakdown mendorong HBAR menuju level yang lebih rendah.
Pada September, TVL jaringan Hedera berada di sekitar $122,5 juta, namun kini telah anjlok menjadi sekitar $56 juta. Artinya, TVL telah merosot lebih dari 50%. Penurunan TVL umumnya menunjukkan bahwa pengguna menarik dana dari protokol DeFi, sehingga aktivitas jaringan melemah dan aliran modal mengering. Dengan berkurangnya modal yang terkunci di ekosistem, HBAR dinilai kehilangan daya dorong untuk mengalami pemulihan yang kuat. Jika TVL tetap lemah, potensi kenaikan harga HBAR diperkirakan akan tetap terbatas secara struktural.
Sinyal Akumulasi Terlihat, Namun ETF dan Investor Ritel Belum Bergabung
Meskipun mayoritas indikator terlihat bearish, terdapat satu sinyal yang memberi sedikit harapan. Indikator Chaikin Money Flow (CMF) menunjukkan kenaikan sejak pertengahan Desember meskipun harga terus turun. Kondisi ini membentuk bullish divergence yang mengindikasikan adanya akumulasi dari sebagian investor besar.
Namun, CMF masih berada di bawah level nol, yang berarti arus keluar dana masih mendominasi pasar. Di sisi lain, data menunjukkan bahwa spot ETF HBAR belum mencatat inflow dalam dua minggu terakhir. Ketiadaan arus dana ETF ini dinilai membatasi peluang reli karena ETF biasanya menjadi pintu masuk utama bagi investor institusional.
Sementara itu, indikator On-Balance Volume (OBV) terus menurun sejak Oktober dan bahkan baru saja menembus garis support turunannya. Penurunan OBV mencerminkan berkurangnya partisipasi pasar dan melemahnya keyakinan investor, terutama dari sisi ritel. Kondisi ini menandakan tekanan jual bisa semakin meningkat karena pembeli semakin jarang masuk bahkan pada harga yang lebih rendah.
Support $0,080 Jadi Penentu, Jika Jebol HBAR Bisa Meluncur ke $0,043
Secara teknikal, struktur harga Hedera memperlihatkan kondisi rapuh karena masih terjebak dalam falling channel sejak September. Jika harga menembus garis bawah channel tersebut, proyeksi penurunan dapat mencapai sekitar 30%.
Support utama HBAR saat ini berada pada zona $0,080 hingga $0,076 yang terbentuk sejak crash pada 10 Oktober. Jika harga ditutup harian di bawah level tersebut, tekanan jual berpotensi semakin kuat. Setelah itu, support berikutnya berada di sekitar $0,062 berdasarkan Fibonacci extension. Jika level ini kembali gagal bertahan, proyeksi penurunan dapat mengarah ke $0,043, yang menjadi target breakdown utama sesuai pola falling channel.
Di sisi lain, peluang pemulihan masih cukup berat. HBAR perlu merebut kembali level $0,107 sebagai tahap awal. Untuk keluar dari pola bearish channel, harga harus mampu menembus area $0,134. Namun, reli tersebut dinilai sulit terjadi tanpa pemulihan TVL yang konsisten dan masuknya inflow ETF secara berkelanjutan.
Dengan kondisi TVL yang terus turun dan minimnya dukungan institusional, analis menilai setiap upaya rebound HBAR masih rentan gagal dan berpotensi kembali tertekan dalam waktu dekat.
Menurut Tim Research Tokocrypto, korelasi antara penurunan TVL dan harga HBAR sangat kuat. Tanpa adanya program insentif baru atau narasi adopsi institusional yang segar, sulit bagi HBAR untuk membalikkan tren bearish struktural ini dalam waktu dekat.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli. Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Editor: BobonSyah

