Pi Network Goyang! Saatnya Panik Atau Peluang Emas?
KabarTifa- Pasar kripto kembali diwarnai gejolak, dengan harga Pi Network (PI) mencatat koreksi sebesar 1,06% dalam 24 jam terakhir, bertengger di level $0,190. Penurunan ini bukan tanpa alasan, melainkan seiring dengan pelemahan yang melanda Bitcoin (BTC) dan sentimen "Extreme Fear" yang masih menyelimuti pasar global.
Berdasarkan data dari Coinmarketcap pada Kamis (19/2), pergerakan PI yang turun ke $0,190 ini terjadi saat Bitcoin, sang pemimpin pasar, juga mengalami koreksi sekitar 0,87%. Kondisi ini diperparah oleh indeks Fear & Greed yang masih berada di level 11, menandakan bahwa investor global masih diselimuti ketakutan ekstrem terhadap risiko.
Menariknya, pelemahan harga Pi Network kali ini tidak disebabkan oleh adanya kabar buruk atau perkembangan negatif spesifik dari ekosistem Pi itu sendiri. Analis pasar menilai bahwa koreksi ini lebih merupakan cerminan dari tren "risk-off" yang tengah melanda seluruh pasar aset digital, di mana investor cenderung menarik modal dari aset berisiko tinggi.
Kapitalisasi pasar kripto global secara keseluruhan tercatat menurun sekitar 1,14% dalam sehari terakhir. Fenomena ini sekali lagi menegaskan dominasi Bitcoin sebagai penentu arah pasar. Altcoin, termasuk Pi Network, masih sangat rentan terhadap fluktuasi harga BTC. Dalam iklim "Extreme Fear", investor cenderung membatasi eksposur pada aset yang lebih volatil, menyebabkan altcoin seringkali merasakan tekanan yang lebih besar dibandingkan Bitcoin. Oleh karena itu, penurunan PI yang selaras dengan BTC mengindikasikan bahwa ini adalah respons pasar makro, bukan masalah fundamental proyek.
Dari sisi teknikal, level $0,185 menjadi titik support krusial yang harus dipertahankan Pi Network dalam jangka pendek. Jika mampu bertahan di atas level ini, konsolidasi sehat masih mungkin terjadi. Sementara itu, area resistensi terdekat berada di kisaran $0,195 hingga $0,20, yang juga merupakan batas psikologis penting bagi para trader. Menariknya, volume perdagangan PI justru tercatat turun sekitar 6,34%, mengindikasikan absennya aksi jual panik berskala besar. Ini memperkuat dugaan bahwa koreksi saat ini lebih merupakan pullback teknikal yang wajar setelah lonjakan signifikan lebih dari 43% dalam sepekan terakhir, sehingga struktur tren jangka pendek belum sepenuhnya rusak. Namun, stabilitas Bitcoin tetap menjadi kunci utama, khususnya di sekitar level Fibonacci 61,8% di $66.835. Kehilangan support ini bisa memicu tekanan lebih lanjut pada altcoin.
Pertanyaan besar yang selalu muncul adalah, mampukah Pi Network melepaskan diri dari bayang-bayang Bitcoin dan bergerak secara independen? Untuk saat ini, korelasi antara PI dan BTC masih terbilang tinggi. Para analis berpendapat bahwa tanpa adanya katalis fundamental baru yang kuat, peningkatan signifikan dalam aktivitas jaringan, atau pengumuman besar dari tim inti proyek, peluang PI untuk "decouple" atau bergerak terpisah dari BTC masih sangat kecil. Lonjakan volume perdagangan di atas rata-rata mingguan juga menjadi prasyarat penting agar PI dapat menunjukkan kekuatan mandiri.
Secara keseluruhan, prospek jangka pendek Pi Network cenderung berada di zona netral hingga sedikit bearish, sangat bergantung pada pergerakan Bitcoin dan sentimen makro global. Meskipun ada koreksi, penurunan 1,06% dalam 24 jam terakhir masih tergolong moderat jika dibandingkan dengan kenaikan tajam sebelumnya. Ini mengindikasikan bahwa pasar belum memasuki fase distribusi agresif. Namun, dengan sentimen "Extreme Fear" yang masih menyelimuti, volatilitas dapat meningkat kapan saja. Selama level support $0,185 dapat dipertahankan dan Bitcoin menunjukkan stabilitas, peluang untuk konsolidasi harga yang sehat tetap terbuka bagi PI. Bagi investor, disarankan untuk terus memantau pergerakan volume perdagangan serta dinamika Bitcoin sebagai indikator utama arah pasar selanjutnya. Dalam kondisi pasar yang sangat sensitif terhadap sentimen, penerapan manajemen risiko yang cermat menjadi kunci utama dalam setiap pengambilan keputusan investasi.
Editor: BobonSyah
