Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    Home - Crypto - Ledakan Ganda: Bitcoin Tembus US$81.000, Emas Cetak Reli Terkuat Sejak 1999!
    Crypto

    Ledakan Ganda: Bitcoin Tembus US$81.000, Emas Cetak Reli Terkuat Sejak 1999!

    Tifa AnggrainiBy Tifa Anggraini26-08-2026 - 04.22Tidak ada komentar7 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    KabarTifa.ID – 26 Agustus 2026 | Dalam pergerakan pasar yang mengejutkan, Bitcoin Tembus US$81.000 pada Selasa, 25 Agustus 2026, berbarengan dengan emas yang juga mencatat reli kuat dan berpotensi mengukir performa bulanan terbaiknya sejak 1999. Fenomena ini mengindikasikan adanya respons pasar yang serupa terhadap dinamika ekonomi makro global.

    Dua Aset, Satu Narasi: Pelemahan Dolar dan Kekhawatiran Obligasi

    Menurut analisis Tim Research Tokocrypto, lonjakan harga kedua aset ini didorong oleh beberapa faktor utama. Pertama, pelemahan nilai dolar Amerika Serikat (AS) menjadi pemicu signifikan. Kedua, kekhawatiran yang membayangi pasar obligasi AS, serta ekspektasi bahwa yield jangka panjang dapat tertahan oleh rencana buyback obligasi pemerintah AS, turut memperkuat sentimen positif terhadap aset alternatif.

    Bitcoin sendiri sempat menyentuh level US$81.165 sebelum sedikit terkoreksi ke kisaran US$80.792, mencatatkan kenaikan 4,5% dalam 24 jam terakhir. Pergerakan ini melanjutkan tren positif BTC yang sebelumnya juga berhasil menembus kembali level psikologis US$80.000 untuk pertama kalinya sejak Mei. Di sisi lain, emas spot melonjak ke level US$4.677 per ons, mencapai titik tertinggi dalam lebih dari tiga bulan. Analis UOB menilai bahwa kenaikan emas bulan ini berpotensi menjadi yang terbaik secara bulanan sejak 1999, seiring investor kembali mencari instrumen lindung nilai (hedge) terhadap devaluasi dolar dan risiko fiskal AS.

    Bitcoin dan Emas Bergerak Seirama: Membaca Risiko Makro

    Korelasi pergerakan antara Bitcoin dan emas kali ini menegaskan bahwa pasar sedang menginterpretasikan risiko makro dengan cara yang serupa. Keduanya mendapatkan dorongan dari melemahnya dolar AS, tekanan yang terasa di pasar obligasi AS, serta meningkatnya minat investor terhadap aset yang dianggap sebagai pelindung nilai terhadap penurunan daya beli mata uang fiat.

    MarketWatch melaporkan bahwa Bitcoin melampaui US$80.000 pada hari Selasa, melanjutkan reli yang dipicu oleh pengumuman Departemen Keuangan AS untuk menggandakan program buyback obligasi jangka panjang. Langkah ini memperkuat kembali narasi debasement trade, sebuah strategi investasi di mana aset seperti emas dan Bitcoin dibeli ketika kepercayaan terhadap dolar atau utang pemerintah AS mulai terkikis.

    Dalam beberapa bulan terakhir, Bitcoin sempat mengalami fase pelemahan. Namun, sentimen pasar berbalik ketika investor mulai memperkirakan bahwa intervensi pemerintah AS melalui program buyback dapat menahan kenaikan yield jangka panjang dan memberikan tekanan pada dolar. Bagi Bitcoin, kombinasi dolar yang lebih lemah dan yield yang lebih rendah secara historis menjadi katalis positif yang kuat. Kondisi ini membuat aset tanpa yield seperti Bitcoin dan emas menjadi lebih menarik dibandingkan memegang kas atau obligasi tradisional.

    Emas Menuju Bulan Terbaik Sejak 1999

    Emas menjadi salah satu aset yang paling diuntungkan dari pergeseran sentimen makro ini. Emas spot tercatat naik 0,6% menjadi US$4.677,19 per ons pada Selasa, sementara kontrak berjangka emas sempat menyentuh area US$4.720. Kenaikan emas bulan ini diperkirakan mencapai sekitar 13% hingga 15%, tergantung pada basis data yang digunakan. Laporan BeInCrypto mengutip analis UOB yang menyebut reli emas ini sebagai performa bulanan terbaik sejak 1999. The Guardian juga melaporkan emas mencapai level tertinggi tiga bulan karena pelaku pasar mencermati risiko inflasi AS dan gejolak di pasar obligasi.

    Kenaikan emas yang terjadi bersamaan dengan reli Bitcoin di atas US$80.000 ini menandakan bahwa BTC kembali diperlakukan oleh sebagian investor sebagai aset lindung nilai terhadap pelemahan dolar dan risiko fiskal. Meskipun reli emas secara tradisional mencerminkan peningkatan permintaan terhadap aset aman, kali ini Bitcoin ikut bergerak searah, menunjukkan pergeseran persepsi investor terhadap aset kripto.

    Buyback Obligasi Treasury Jadi Katalis Utama

    Katalis utama di balik reli terbaru ini berasal dari pasar obligasi AS. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengumumkan rencana untuk menggandakan skala operasi buyback obligasi jangka panjang dari US$2 miliar menjadi setidaknya US$4 miliar per operasi. Financial Times melaporkan bahwa buyback ini akan menargetkan tenor 10 hingga 30 tahun dan akan dilaksanakan mulai 9 September hingga awal November. Program ini diluncurkan setelah yield obligasi 30 tahun AS sempat menyentuh level tertinggi dalam 19 tahun.

    Langkah ini diinterpretasikan oleh pasar sebagai sinyal bahwa pemerintah AS berupaya meredam tekanan pada yield jangka panjang. Jika yield obligasi turun, maka biaya peluang untuk memegang aset seperti emas dan Bitcoin juga akan ikut menurun. Namun, efektivitas program ini masih menjadi subjek perdebatan. Laporan AP menyebutkan bahwa yield Treasury sempat kembali naik setelah pengumuman buyback, mengindikasikan pasar belum sepenuhnya yakin langkah tersebut akan cukup untuk mengatasi tekanan di pasar obligasi.

    Dolar Melemah, Yield Jadi Fokus Perhatian

    Dolar AS juga memainkan peran krusial dalam reli kali ini. Indeks dolar DXY sempat menyentuh level terendah tiga bulan setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan peningkatan program buyback obligasi jangka panjang. Pelemahan dolar membuat emas, yang dihargakan dalam dolar, menjadi lebih murah bagi pembeli internasional. Pada saat yang sama, pelemahan dolar sering kali menjadi katalis positif bagi Bitcoin karena meningkatkan minat investor terhadap aset alternatif.

    World Gold Council juga menilai pengumuman buyback Treasury memicu reaksi signifikan pada yield, dolar, dan emas. Lembaga tersebut berpendapat bahwa tekanan terhadap dolar dapat meningkat jika pasar melihat kebijakan buyback sebagai tanda kekhawatiran pemerintah AS terhadap kondisi fiskalnya. Bagi investor kripto, arah pergerakan yield dan dolar kini menjadi penentu utama. Jika yield jangka panjang terus turun dan dolar tetap melemah, Bitcoin berpeluang mempertahankan momentum positifnya. Namun, jika yield kembali naik, tekanan jual dapat kembali muncul.

    Jackson Hole Menjadi Ujian Berikutnya

    Pasar kini menanti pidato Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, menjelang Jackson Hole Economic Policy Symposium. Simposium ini sangat penting karena pejabat bank sentral biasanya memberikan sinyal mengenai arah kebijakan moneter, prospek inflasi, dan suku bunga di masa depan.

    Jika Warsh memberikan sinyal dovish atau membuka ruang bagi kebijakan moneter yang lebih longgar, Bitcoin dan emas berpotensi melanjutkan reli mereka. Investor kemungkinan akan kembali berinvestasi pada aset-aset yang diuntungkan oleh dolar lemah dan yield rendah. Sebaliknya, nada yang hawkish dari The Fed dapat menahan laju kenaikan kedua aset tersebut. Jika The Fed menegaskan bahwa inflasi masih menjadi risiko utama dan suku bunga perlu dipertahankan pada level tinggi, dolar bisa kembali menguat dan yield obligasi naik, yang berpotensi menekan harga emas dan Bitcoin.

    Bitcoin Masih Volatil Meski Narasi Menguat

    Meskipun narasi makroekonomi yang mendukung menguat, Bitcoin tetaplah aset yang sangat volatil. Bitcoin Tembus US$81.000, namun pergerakannya dapat berubah dengan cepat jika data ekonomi atau komentar dari The Fed tidak sesuai dengan ekspektasi pasar. Dalam jangka pendek, level US$80.000 menjadi level psikologis yang krusial. Selama BTC mampu bertahan di atas level ini, momentum bullish masih terjaga dan peluang untuk mencapai level yang lebih tinggi tetap terbuka. Namun, jika BTC kembali turun di bawah US$80.000, reli terbaru ini bisa dianggap sebagai pergerakan yang berlebihan (overextended).

    Level support berikutnya berada di kisaran US$78.000, yang sebelumnya menjadi zona penting setelah terjadi breakout. Investor juga perlu memantau volume perdagangan dan arus dana masuk ke ETF Bitcoin. Jika reli harga didukung oleh arus dana yang nyata, struktur kenaikan akan terlihat lebih kuat. Sebaliknya, jika reli hanya digerakkan oleh short squeeze atau euforia makro sementara, koreksi tajam dapat terjadi dalam waktu singkat.

    Outlook: Debasement Trade Menggerakkan Pasar

    Secara keseluruhan, reli Bitcoin Tembus US$81.000 dan lonjakan harga emas menunjukkan bahwa pasar kembali menguji narasi debasement trade. Pelemahan dolar, tekanan di pasar obligasi, dan kekhawatiran terhadap utang AS mendorong investor untuk mencari aset alternatif. Emas mendapatkan dorongan sebagai aset safe haven tradisional, sementara Bitcoin kembali diposisikan sebagai lindung nilai digital terhadap penurunan nilai mata uang fiat. Keduanya bergerak searah karena didukung oleh faktor makroekonomi yang sama.

    Namun, reli ini masih menghadapi ujian signifikan dari Jackson Hole dan arah pergerakan yield Treasury. Jika sinyal dari The Fed mendukung kebijakan pelonggaran atau setidaknya tidak terlalu hawkish, Bitcoin dan emas berpotensi melanjutkan kenaikannya. Sebaliknya, jika The Fed memberikan sinyal bahwa suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama, momentum kenaikan bisa tertahan. Untuk saat ini, Bitcoin tetap menunjukkan sentimen bullish selama bertahan di atas US$80.000, namun volatilitas berpotensi meningkat menjelang pengumuman kebijakan moneter pekan ini.

    Bitcoin Ekonomi Makro Emas Pasar Keuangan
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleGrayscale Buka Gerbang Institusional, ETF Spot Zcash Pertama Meluncur, Harga ZEC Menggila ke US$850!
    Tifa Anggraini
    Tifa Anggraini
    • Website

    Redaksi Utama KabarTifa.ID, yang menjadi sumber bagi laporan-laporan up-to-date seputar dunia teknologi. Peran sentralnya mencakup pengawasan editorial dan penulisan artikel-artikel Teknologi, AI (Kecerdasan Buatan), dan Gadget terbaru, memastikan pembaca mendapatkan Daily Tech News Update yang akurat dan trending.

    Related Posts

    Crypto

    Grayscale Buka Gerbang Institusional, ETF Spot Zcash Pertama Meluncur, Harga ZEC Menggila ke US$850!

    26-08-2026 - 01.21
    Crypto

    Ledakan Altcoin: Solana Meroket Tembus $101,40, Momentum Bullish Makin Menggila!

    25-08-2026 - 21.52
    Crypto

    Ethereum Menggila! Harga Dekati $2.500, Melonjak 2% Dibayangi Aktivitas Pasar yang Memanas

    25-08-2026 - 19.13
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    © 2026 ThemeSphere. Designed by kabartifa.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.