Solana Gagal Tembus US$110, tapi SOL Masih Bisa Terbang ke US$133?
KabarTifa.ID – 31 Agustus 2026 | Pasar aset kripto kembali disuguhkan dinamika harga yang menarik dari Solana (SOL). Setelah mengalami reli kuat yang berhasil menembus level psikologis US$100 dan sempat menyentuh area US$110, SOL kini memasuki fase konsolidasi. Meskipun momentum jangka pendek melambat, para analis menilai struktur harga Solana masih menunjukkan sinyal bullish selama mampu mempertahankan level-level support krusial. Pada akhir Agustus 2026, SOL diperdagangkan di kisaran US$105, setelah sebelumnya mencapai puncak di angka US$110,38 pada 27 Agustus. Kenaikan sebesar 12% dalam sepekan sempat diperlihatkan, namun aksi jual mulai terasa setelah upaya menembus US$110 menemui hambatan.
US$110 Menjadi Tembok Pertama Solana
Perjalanan Solana di paruh kedua Agustus terbilang agresif. Data mencatat bahwa pada 24-26 Agustus, SOL masih bergerak di sekitar US$95. Namun, lonjakan signifikan terjadi pada 27 Agustus, membawanya menyentuh US$110,38. Koreksi tipis sebesar 4,58% terjadi sehari setelahnya, mengembalikan harga ke kisaran US$104-US$105. Level US$110 sendiri memang sudah menjadi area resistance yang diperhatikan oleh para analis. Zona US$105-US$110 ini merupakan rintangan pertama yang harus dilewati SOL setelah berhasil merebut kembali level US$100.
Meski demikian, kegagalan menembus US$110 tidak serta-merta mengakhiri tren bullish. Analis berpendapat bahwa koreksi yang terjadi saat ini masih dapat dikategorikan sebagai fase konsolidasi internal dalam tren naik, asalkan harga mampu bertahan di atas struktur support yang telah terbentuk selama reli Agustus. Jika skenario ini terwujud, target kenaikan berikutnya yang diproyeksikan oleh analisis teknikal bisa mencapai US$133.
Area Support Kunci yang Perlu Diperhatikan
Saat ini, perhatian pasar tertuju pada beberapa level support penting. Support jangka pendek pertama berada di kisaran US$102,57–US$106,76. Zona ini merupakan area pertahanan terdekat setelah SOL mengalami penolakan dari level US$110. Jika para pembeli (buyer) berhasil mempertahankan harga di atas US$102, peluang untuk kembali menguji US$110 masih terbuka. Namun, support ini dianggap relatif lemah dan lebih relevan untuk pergerakan jangka sangat pendek.
Jika level US$102 gagal dipertahankan, fokus analisis akan bergeser ke zona support yang jauh lebih signifikan, yaitu di sekitar US$90,46–US$94,83. Area ini dihitung menggunakan Fibonacci retracement dari titik terendah SOL pada 16 Agustus hingga puncak reli terbaru. Berbeda dengan support US$102, zona US$90–US$95 ini dianggap lebih menentukan bagi kelangsungan struktur kenaikan Solana. Jika terjadi koreksi lebih dalam namun buyer kembali aktif di area ini, tren bullish masih dapat dipertahankan. Sebaliknya, penutupan harga di bawah US$90,46 berpotensi membatalkan skenario bullish jangka pendek dan membuka jalan bagi koreksi yang lebih besar. Level ini juga berdekatan dengan beberapa moving average yang sebelumnya menjadi area konsolidasi SOL sebelum reli menuju US$100.
Target US$133 dan Peran Institusional
Berdasarkan proyeksi Fibonacci, jika koreksi berhasil ditahan dan support utama bertahan, target kenaikan SOL berikutnya diproyeksikan berada di sekitar US$133. Angka ini menyiratkan potensi kenaikan sekitar 26% dari harga saat ini di kisaran US$105. Namun, untuk mencapai target tersebut, Solana harus terlebih dahulu berhasil menembus dan bertahan di atas US$110. Analis juga mengidentifikasi level US$120 sebagai potensi resistance antara sebelum harga menguji area US$130-an. Beberapa analisis teknikal lain menempatkan kisaran US$110–US$125 sebagai area target penting Solana memasuki bulan September.
Penting untuk dicatat bahwa target US$133 bukanlah sesuatu yang otomatis tercapai hanya karena tren saat ini masih bullish. Para buyer perlu menunjukkan kekuatan melalui breakout yang meyakinkan di atas US$110 dan kemampuan untuk mempertahankan harga di atas level tersebut. Di sisi lain, reli Solana sebelumnya juga mendapatkan dorongan signifikan dari peningkatan permintaan investor institusional. Produk Spot Solana ETF di Amerika Serikat mencatat beberapa sesi inflow positif pada akhir Agustus. Pada 24 Agustus saja, produk ini mencatatkan net inflow sekitar US$33,49 juta. Aktivitas perdagangan ETF Solana juga melonjak, bahkan Bitwise Solana Staking ETF (BSOL) sempat mencetak volume perdagangan harian lebih dari US$126 juta, sebuah rekor baru bagi produk tersebut. Arus modal institusional ini memberikan dukungan fundamental terhadap reli SOL, meskipun performa harga pada akhirnya tetap bergantung pada struktur teknikalnya.
Analisis Akhir: SOL Masih Bullish, Tapi Waspadai Level Kunci
Untuk saat ini, reli Solana belum kehilangan momentum bullish-nya. Harga masih tertahan di atas US$100 setelah kenaikan tajam dari level US$60 pada Juni. Koreksi setelah menyentuh US$110 dapat dianggap wajar pasca kenaikan yang cepat. Tiga level kunci menjadi penentu arah pergerakan SOL ke depan: US$102 sebagai support jangka pendek, US$90–US$95 sebagai zona pertahanan utama, dan US$110 sebagai resistance yang perlu direbut kembali. Jika SOL mampu bertahan di atas support dan kemudian berhasil menembus US$110, target US$120 hingga US$133 berpotensi kembali menjadi fokus pasar. Namun, kehilangan US$102 dapat mengarahkannya menuju zona US$90–US$95. Jika level US$90,46 ikut ditembus, skenario bullish jangka pendek akan melemah secara signifikan. Dengan demikian, kondisi Solana Gagal Tembus US$110, tapi SOL Masih Bisa Terbang ke US$133? masih bergantung pada bagaimana pasar bereaksi di level-level kunci tersebut. Selama US$90–US$95 tetap bertahan, peluang menuju US$133 masih terbuka, namun US$110 tetap menjadi gerbang pertama yang harus dilewati. Kondisi Solana Gagal Tembus US$110, tapi SOL Masih Bisa Terbang ke US$133? ini menjadi menarik untuk dicermati lebih lanjut.

