Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    Home - Crypto - Perang Bitcoin: Raksasa vs Penjual, Siapa yang Menang?
    Crypto

    Perang Bitcoin: Raksasa vs Penjual, Siapa yang Menang?

    Tifa AnggrainiBy Tifa Anggraini17-03-2025 - 13.15Tidak ada komentar2 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Perang Bitcoin: Raksasa vs Penjual, Siapa yang Menang?
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    KabarTifa- Pasar kripto sedang dihadapkan pada dilema: sinyal positif bercampur dengan potensi tekanan jual besar-besaran. Analisis terbaru dari podcast Thinking Crypto, yang menghadirkan Tony Edward dan Brian Quinlivan dari Sentiment, mengungkap pertarungan sengit antara akumulasi whale (investor besar) dan gelombang penjualan yang mengancam harga Bitcoin. Informasi ini dirangkum dari kabartifa.id.

    Whale, investor besar yang menguasai aset kripto dalam jumlah signifikan, mulai kembali membeli Bitcoin. Fenomena ini, menurut Quinlivan, berpotensi menjadi pertanda baik. Sejarah menunjukkan, akumulasi whale seringkali menjadi prekusor kenaikan harga. Sebagai contoh, penjualan besar-besaran 11.000 BTC oleh whale antara 20 Februari hingga 3 Maret lalu sempat membuat harga anjlok. Namun, belakangan, whale yang sama mulai mengakumulasi kembali Bitcoin mereka. Jika tren ini berlanjut, pasar mungkin sedang bersiap untuk rebound.

    Perang Bitcoin: Raksasa vs Penjual, Siapa yang Menang?
    Gambar Istimewa : cryptoharian.com

    Bukan hanya itu, tanda-tanda lain juga menunjukkan masuknya modal baru. Kepemilikan USDT (Tether) di dompet dengan saldo US$ 100.000 hingga US$ 10 juta meningkat dari 21% menjadi 21,6% sejak pertengahan Februari. Ini mengindikasikan adanya aliran dana segar dari investor besar ke pasar kripto.

    Namun, situasi ini tidak sepenuhnya cerah. Peningkatan jumlah Bitcoin yang masuk ke bursa sejak awal Februari, lebih dari 35.000 BTC, menjadi sinyal peringatan. Meningkatnya pasokan Bitcoin di bursa mengindikasikan potensi penjualan besar-besaran yang dapat menekan harga. Meskipun belum mengkhawatirkan, Quinlivan mengingatkan investor untuk tetap waspada. Kondisi ekonomi global juga perlu dipertimbangkan karena dapat mempengaruhi pergerakan pasar kripto di masa mendatang.

    Disclaimer: Artikel ini bertujuan informatif dan bukan sebagai rekomendasi investasi atau saran trading. Investasi kripto berisiko tinggi dan volatil. Lakukan riset menyeluruh sebelum berinvestasi. kabartifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang Anda alami.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous Article6 Event Kripto Pekan Ini: Potensi Untung Besar, Atau Rugi Besar?
    Next Article Waspada! Dua Kripto Ini Bakal Ambles?
    Tifa Anggraini
    Tifa Anggraini
    • Website

    Redaksi Utama KabarTifa.ID, yang menjadi sumber bagi laporan-laporan up-to-date seputar dunia teknologi. Peran sentralnya mencakup pengawasan editorial dan penulisan artikel-artikel Teknologi, AI (Kecerdasan Buatan), dan Gadget terbaru, memastikan pembaca mendapatkan Daily Tech News Update yang akurat dan trending.

    Related Posts

    Crypto

    Ethereum di Ambang Ledakan? Trader Bidik Short Squeeze!

    10-03-2026 - 19.15
    Crypto

    XRP Terancam? $50 Miliar Nyangkut, Harga Sulit Bangkit!

    10-03-2026 - 19.00
    Crypto

    10-03-2026 - 13.15
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    © 2026 ThemeSphere. Designed by kabartifa.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.