KabarTifa- Harga Bitcoin (BTC) terkoreksi, meskipun investor institusi justru rakus memborong jutaan koin. Setelah periode kenaikan harga yang impresif pasca-penundaan perang tarif selama 90 hari, BTC mengalami tekanan teknis yang signifikan. Pada Kamis (26 Juni), harga BTC sempat menyentuh angka US$ 107.402 di sesi perdagangan tengah Amerika Utara, meskipun tensi geopolitik di Timur Tengah mereda. Informasi ini dirangkum dari kabartifa.id berdasarkan data coinpedia.com.
Meskipun institusi besar seperti Strategy dan Metaplanet menunjukkan minat yang tinggi terhadap BTC, sentimen pasar jangka menengah tetap waspada. Tekanan jual ini didorong oleh pola grafik bearish dan strategi penggunaan leverage yang agresif di pasar derivatif.

Faktor Penekan Harga Bitcoin:
-
Jebakan Teknis: Grafik harian BTC menunjukkan tren penurunan setelah menembus pola rising wedge yang terbentuk sejak akhir Mei 2025. Secara teknis, harga BTC diperkirakan akan kembali menguji support di atas US$ 92.000 dalam beberapa minggu mendatang. Jika tekanan jual berlanjut, area US$ 76.000 menjadi support utama jangka panjang.
-
Likuidasi Short Raksasa: Data pasar menunjukkan likuidasi posisi short mencapai US$ 12 miliar di sekitar level US$ 112.000, menciptakan resistensi psikologis dan teknis yang kuat. Beberapa analis berpendapat ini bisa jadi bagian dari strategi akumulasi institusi, di mana pemain besar memanfaatkan pasar berjangka untuk menekan harga dan membeli lebih banyak BTC sebelum potensi kenaikan harga signifikan yang diprediksi terjadi tahun ini.
Institusi Borong Besar-besaran:
Terlepas dari tekanan harga, data dari BitcoinTreasuries menunjukkan bahwa 251 entitas kini menyimpan lebih dari 3,47 juta BTC. Entitas ini meliputi perusahaan publik, perusahaan ekuitas swasta, dan negara-negara yang menjadikan BTC sebagai cadangan aset alternatif. Data on-chain menunjukkan akumulasi ini sebagian besar dilakukan melalui instrumen pasar modal, mengindikasikan strategi jangka panjang dan kepercayaan pada masa depan Bitcoin sebagai penyimpan nilai.
Disclaimer: Artikel ini bertujuan informatif dan bukan sebagai saran investasi atau anjuran trading. Investasi kripto sangat berisiko dan volatil. Lakukan riset menyeluruh sebelum berinvestasi. kabartifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang Anda alami.
Editor: BobonSyah
