KabarTifa- Setelah menyentuh puncaknya di angka US$ 3,40 pada Januari lalu, XRP menunjukkan performa yang cenderung stabil beberapa bulan terakhir. Meskipun harga tetap berada di atas US$ 2 sejak Desember 2024, volume perdagangan kuartal kedua di Binance justru anjlok ke level terendah sejak Agustus 2020. Namun, aktivitas agresif dari investor besar (whale) mengindikasikan potensi breakout besar berikutnya.
Data dari CryptoQuant, seperti yang dikutip kabartifa.id dari cointelegraph.com, menunjukkan rata-rata pergerakan aliran whale XRP selama 90 hari kembali positif sejak awal Mei. Ini berbalik dari tren negatif tajam antara Januari hingga April, periode koreksi harga yang cukup panjang. Menariknya, pola aliran whale positif serupa pernah terjadi pada Agustus 2024, yang kemudian berkorelasi dengan lonjakan harga XRP hingga 420 persen di kuartal berikutnya. Jika pola ini terulang, XRP berpotensi mencetak rekor baru di kuartal keempat 2025.

Pertumbuhan signifikan dompet XRP skala besar semakin memperkuat tren ini. Menurut trader derivatif Dom, hal ini menunjukkan keyakinan jangka panjang investor besar tetap kuat meskipun harga masih stagnan. Sentimen pasar pun menguat, mencapai level tertinggi dalam 17 hari menurut Santiment. Hal ini didorong oleh kebuntuan dalam penyelesaian kasus hukum Ripple-SEC senilai US$ 50 juta.
Namun, kasus hukum Ripple vs SEC tetap menjadi kendala utama. Pada 26 Juni, Hakim Analisa Torres menolak mosi untuk ruling indikatif dan menegaskan otoritas pengadilan atas putusan final. Kedua belah pihak harus menarik banding atau melanjutkan proses banding secara formal jika ingin menghindari dampak hukum lebih lanjut.
Disclaimer: Artikel ini bertujuan informatif dan bukan nasihat investasi atau saran trading. Investasi kripto berisiko tinggi dan volatil. Lakukan riset menyeluruh sebelum berinvestasi. kabartifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan Anda. Editor: BobonSyah
