KabarTifa- Bitcoin (BTC) kembali mencatatkan rekor dengan menembus angka US$ 108.000 setelah sempat menyentuh support penting di US$ 98.300. Fenomena menarik terungkap dari laporan terbaru Glassnode: investor Bitcoin tengah menikmati profit unrealized (keuntungan belum direalisasi) mencapai US$ 1,2 triliun! Namun, alih-alih bergegas ambil untung, mayoritas pemegang Bitcoin justru memilih untuk menahan aset kripto mereka.
Glassnode mencatat beberapa indikator yang menjelaskan fenomena ini. Metrik Liveliness, yang melacak aktivitas jual-beli investor, menunjukkan tren penurunan. Berbeda dengan periode puncak harga sebelumnya di mana aksi ambil untung meroket, kali ini investor tampak tenang dan memilih untuk mempertahankan kepemilikan Bitcoin mereka. Hal ini menunjukkan keyakinan kuat terhadap aset digital tersebut, bahkan di dekat level harga tertinggi.

Support di US$ 98.300 menjadi titik krusial. Analisis teknikal menunjukkan angka tersebut sebagai pembatas antara tren bullish dan bearish, terutama bagi pemegang jangka pendek. Pantulan harga dari level tersebut dianggap sebagai sinyal positif bahwa reli Bitcoin belum berakhir.
Saat artikel ini ditulis, Bitcoin diperdagangkan di US$ 108.834, meningkat sekitar 2,97 persen dalam 24 jam terakhir. Market cap-nya mencapai US$ 2,13 triliun, sementara realized cap (nilai berdasarkan harga beli terakhir) berada di US$ 958 miliar.
Kondisi ini semakin menarik karena terjadi di tengah beberapa faktor: tingginya volatilitas pasar, pertumbuhan adopsi Bitcoin yang terus meningkat, dan sentimen pasar yang masih optimis. Semua ini mengindikasikan bahwa pasar Bitcoin masih dalam fase akumulasi dan pemanasan, bukan euforia puncak. Potensi Bitcoin untuk menembus ATH baru di atas US$ 111.814 pun terbuka lebar.
Disclaimer: Konten di kabartifa.id bertujuan informatif. Artikel ini bukanlah nasihat investasi atau saran trading. Investasi kripto memiliki risiko tinggi dan volatil. Lakukan riset menyeluruh sebelum berinvestasi. kabartifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan Anda. Editor: BobonSyah
