Close Menu
    FacebookX (Twitter)Instagram
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    FacebookX (Twitter)InstagramPinterestVimeo
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    Home - Crypto - Bitcoin Anjlok! Efek AS Simpan BTC?
    Crypto

    Bitcoin Anjlok! Efek AS Simpan BTC?

    Tifa AnggrainiByTifa Anggraini01-08-2025 - 19.00Tidak ada komentar3 Mins Read
    Share FacebookTwitterPinterestLinkedInTumblrRedditTelegramEmail
    Bitcoin Anjlok! Efek AS Simpan BTC?
    Share
    FacebookTwitterLinkedInPinterestEmail

    KabarTifa- Harga Bitcoin mengalami penurunan signifikan, menyentuh angka $115,500 pada awal Agustus 2025. Penurunan ini mencatatkan penurunan sekitar 2% dalam sepekan terakhir, memicu tanda tanya besar di kalangan pelaku pasar.

    Penurunan harga Bitcoin ini terjadi bersamaan dengan pengumuman resmi dari pemerintah Amerika Serikat mengenai penyimpanan cadangan Bitcoin nasional. Langkah ini, yang diinisiasi oleh Donald Trump pada Maret 2025, seharusnya menjadi sentimen positif bagi pasar. Namun, yang terjadi justru sebaliknya.

     Bitcoin Anjlok! Efek AS Simpan BTC?
    Gambar Istimewa : cryptoharian.com

    Bo Hines, kepala kebijakan aset digital di bawah pemerintahan Presiden Trump, mengonfirmasi bahwa program penyimpanan Bitcoin telah berjalan dan pengelolaannya sedang dipersiapkan. Saat ini, diperkirakan pemerintah AS menguasai sekitar 198,000 BTC, senilai lebih dari $23 miliar, yang sebagian besar berasal dari penyitaan kejahatan siber.

    Meskipun Hines menegaskan bahwa Bitcoin adalah aset "berkelas tersendiri" dan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah, pasar justru bereaksi negatif. SEC (Komisi Sekuritas dan Bursa) juga tengah berupaya memperjelas aturan dan klasifikasi token untuk mempercepat regulasi aset digital.

    Secara logika, langkah pemerintah AS seharusnya mendorong harga Bitcoin naik. Namun, pasar kripto seringkali bergerak berlawanan dengan ekspektasi. Ada asumsi bahwa pelaku besar cenderung membeli saat harga murah, sehingga mereka mungkin memicu aksi jual untuk menurunkan harga sebelum melakukan pembelian besar.

    Data on-chain menunjukkan bahwa pada 25 Juli, sebuah alamat whale mentransfer 30,000 BTC ke bursa. Total distribusi dalam beberapa minggu terakhir bahkan melebihi 80,000 BTC, menandakan tekanan jual yang nyata. Volume pembelian melalui ETF Bitcoin juga melambat, dengan pertumbuhan aset hanya 1.1% pekan ini.

    Laporan keuangan Coinbase untuk kuartal kedua menunjukkan penurunan pendapatan perdagangan sebesar 39%, mengindikasikan penurunan aktivitas dari investor ritel. Semua faktor ini berkontribusi pada penurunan likuiditas di sisi beli.

    Selain sentimen dari pemerintah AS, tekanan jual juga berasal dari distribusi besar oleh pemilik aset lama. Volume Bitcoin yang dikirim ke bursa melonjak dalam waktu singkat. Whale yang memindahkan 30,000 BTC menjadi sinyal kuat bahwa distribusi sedang berlangsung, dengan total lebih dari 80,000 BTC masuk ke platform perdagangan dalam beberapa pekan.

    Volume perdagangan Bitcoin dalam 24 jam naik 83% menjadi $820,000,000,000, namun mayoritas transaksi berasal dari aksi jual. Lebih dari $530,000,000 posisi long dilikuidasi, dengan $380,000,000 di antaranya berasal dari Bitcoin.

    Secara teknikal, Bitcoin bergerak dalam rentang harga sempit antara $115,000 dan $120,000. Jika batas bawah ditembus, target penurunan berikutnya ada di sekitar $111,000. Meskipun demikian, data dari Santiment menunjukkan bahwa sekitar 1% dari total persediaan BTC telah berpindah ke dompet whale dalam empat bulan terakhir, menandakan akumulasi dari beberapa pelaku besar.

    Arah pasar ke depan akan sangat bergantung pada kemampuan harga untuk bertahan di sekitar $115,000. Jika permintaan dari ETF atau institusi meningkat, peluang pemulihan akan muncul. Namun, jika tekanan terus berlanjut, harga bisa menuju $111,000 dalam waktu dekat.

    Kesimpulannya, penurunan harga Bitcoin terjadi di tengah pengumuman penyimpanan cadangan aset digital oleh pemerintah AS. Distribusi besar oleh whale, volume jual tinggi, dan penurunan partisipasi dari institusi dan investor ritel menjadi faktor utama. Investor disarankan untuk memantau volume ETF, pergerakan dompet besar, dan respons pasar terhadap kebijakan AS untuk menilai potensi arah berikutnya. Informasi ini disajikan oleh KabarTifa.id sebagai sarana informatif, bukan sebagai nasihat investasi. Investasi kripto memiliki risiko tinggi, lakukan riset sebelum berinvestasi.

    Share.FacebookTwitterPinterestLinkedInTumblrEmail
    Previous ArticleAyaneo Gebrak Pasar! Ponsel Gaming Geser Siap Rilis?
    Next Article iPhone 17 Pro: Zoom 8x & Tombol Kamera Ganda?
    Tifa Anggraini
    Tifa Anggraini
    • Website

    Redaksi Utama KabarTifa.ID, yang menjadi sumber bagi laporan-laporan up-to-date seputar dunia teknologi. Peran sentralnya mencakup pengawasan editorial dan penulisan artikel-artikel Teknologi, AI (Kecerdasan Buatan), dan Gadget terbaru, memastikan pembaca mendapatkan Daily Tech News Update yang akurat dan trending.

    Related Posts

    Crypto

    XRP Melesat, Tapi Awas! Sinyal Bahaya Mengintai

    21-04-2026 - 13.30
    Crypto

    21-04-2026 - 13.15
    Crypto

    Pi Network Naik! Tapi Cuma ‘Numpang Angin’ Bitcoin?

    21-04-2026 - 13.00
    Add A Comment
    Leave A ReplyCancel Reply

    FacebookX (Twitter)InstagramPinterest
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    © 2026 ThemeSphere. Designed by kabartifa.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.