KabarTifa- XRP, aset kripto yang tengah menjadi sorotan, kini bertengger di kisaran US$3, tepatnya US$3,32. Kenaikan impresif 59,43% sejak awal tahun ini memicu spekulasi liar di pasar. Banyak analis melihatnya sebagai fase konsolidasi, sebuah pengumpulan tenaga sebelum melesat ke level yang jauh lebih tinggi. Informasi ini dirangkum dari kabartifa.id berdasarkan data thecryptobasic.com.
Target US$7 menjadi pusat perhatian. Artinya, XRP perlu meroket sekitar 110% dari harga saat ini. Namun, kapan prediksi ini akan terwujud? Para ahli memberikan beragam jawaban, mulai dari beberapa minggu hingga beberapa tahun mendatang.

Prediksi Google Gemini, sebuah model AI canggih, menawarkan skenario tiga tahap yang cukup menarik:
Fase 1 (Akhir Agustus – Awal September): Kabar gembira seperti regulasi baru yang menguntungkan atau kemitraan strategis besar berpotensi mendorong harga hingga US$4,50. Euforia FOMO (Fear Of Missing Out) diperkirakan akan memicu lonjakan volume transaksi dari investor ritel.
Fase 2 (September – Oktober): XRP diperkirakan bergerak di kisaran US$4,50 – US$5,50. Konsolidasi akan terjadi seiring beberapa trader mengambil untung, namun tren kenaikan diprediksi tetap berlanjut.
Fase 3 (November – Desember): Ini adalah fase paling krusial. Pergerakan harga yang tajam diperkirakan terjadi karena faktor makro positif, musim altcoin (altcoin season), dan peningkatan minat dari investor institusional. Harga bisa melesat dari US$5,50 ke US$7 atau bahkan lebih tinggi dalam hitungan minggu, bahkan hari, sebelum akhirnya mengalami stabilisasi.
Disclaimer: Seluruh informasi di kabartifa.id bertujuan edukatif. Artikel ini bukanlah saran investasi atau ajakan trading. Investasi kripto memiliki risiko tinggi dan volatilitas yang ekstrem. Lakukan riset menyeluruh sebelum berinvestasi dan kabartifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang Anda alami.

