Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    Home - Crypto - Bitcoin: Apa Itu? Cara Dapat Cuan dari Aset Digital Ini?
    Crypto

    Bitcoin: Apa Itu? Cara Dapat Cuan dari Aset Digital Ini?

    Tifa AnggrainiBy Tifa Anggraini18-11-2025 - 05.15Tidak ada komentar5 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Bitcoin: Apa Itu? Cara Dapat Cuan dari Aset Digital Ini?
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    KabarTifa- Bitcoin, mata uang digital terdesentralisasi, telah merevolusi cara kita bertransaksi. Aset kripto ini memungkinkan transaksi peer-to-peer tanpa perantara, menawarkan keamanan tinggi dan biaya yang lebih rendah. Blockchain, teknologi dasar Bitcoin, adalah buku besar digital terdistribusi yang mencatat semua transaksi secara transparan dan aman.

    Setiap transaksi baru ditambahkan ke "blok" data, yang kemudian dirantai bersama dengan blok-blok sebelumnya, membentuk "rantai blok" atau blockchain. Teknologi ini memastikan integritas dan keamanan data, memungkinkan Bitcoin berfungsi tanpa otoritas pusat.

     Bitcoin: Apa Itu? Cara Dapat Cuan dari Aset Digital Ini?
    Gambar Istimewa : news.tokocrypto.com

    Sebagai aset digital, Bitcoin tidak diatur oleh bank sentral seperti mata uang fiat. Sistem keuangan Bitcoin dioperasikan oleh ribuan komputer di seluruh dunia, dan siapa saja dapat bergabung dengan sistem ini dengan mengunduh perangkat lunak open-source.

    Bitcoin, mata uang kripto pertama yang diperkenalkan pada tahun 2008 dan diluncurkan pada 2009, memungkinkan pengiriman dan penerimaan uang digital. Kelebihannya meliputi ketahanan terhadap sensor, pengeluaran dana yang tidak dapat diulang, dan kemampuan untuk melakukan transaksi kapan saja dan dari mana saja.

    Mengapa orang memilih Bitcoin? Karena sifatnya yang bebas izin, siapa pun dengan koneksi internet dapat mengirim dan menerima Bitcoin. Fungsinya mirip dengan uang tunai dalam bentuk digital yang dapat dikirim ke mana saja tanpa ada yang bisa menghentikannya.

    Nilai Bitcoin berasal dari sifatnya yang terdesentralisasi, tahan sensor, aman, dan tanpa batasan. Hal ini membuatnya menarik untuk pengiriman uang dan pembayaran internasional tanpa perlu mengungkapkan identitas pengguna. Banyak orang memilih untuk menyimpan Bitcoin jangka panjang (hodling) karena sifatnya yang langka dan persediaan terbatas, membuatnya mirip dengan emas atau perak.

    Cara kerja Bitcoin sederhana. Ketika seseorang mengirim uang ke orang lain, ia tidak menyerahkan uang secara fisik. Sebaliknya, ia mencatat di lembar kertas (yang dapat dilihat oleh semua orang) bahwa ia memberikan sejumlah uang. Lembaran kertas ini merupakan database khusus yang disebut blockchain.

    Blockchain adalah buku besar yang hanya dapat ditambahkan. Setelah informasi dimasukkan, sangat sulit untuk mengubah atau menghapusnya. Setiap blok dalam blockchain memiliki hash yang menghubungkannya dengan blok sebelumnya, membuat struktur ini aman.

    Bitcoin legal di sebagian besar negara, tetapi ada beberapa pengecualian. Di negara-negara di mana Bitcoin legal, pemerintah mengambil pendekatan yang berbeda dalam mengenakan pajak.

    Identitas pencipta Bitcoin, yang menggunakan nama samaran Satoshi Nakamoto, masih menjadi misteri. Satoshi mungkin merupakan individu atau kelompok pengembang yang berada di mana saja di dunia. Bitcoin menggabungkan beberapa teknologi yang sudah ada sebelumnya. Konsep rantai blok sudah ada sebelum Bitcoin, dan teknologi ini dapat ditelusuri hingga awal tahun 1990-an.

    Sebelum Bitcoin, ada beberapa upaya untuk menciptakan uang digital, seperti DigiCash, B-money, dan Bit Gold. Meskipun ada beberapa upaya sebelumnya untuk menciptakan aset digital, Bitcoin adalah yang paling sukses dan menjadi pionir dalam teknologi aset kripto.

    Bitcoin baru dibuat melalui proses penambangan, yang merupakan mekanisme khusus untuk menambah data ke dalam blockchain. Protokol Bitcoin menetapkan jumlah maksimum sebanyak 21 juta koin. Hingga 2020, hampir 90% telah dibuat, tetapi memerlukan waktu lebih dari seratus tahun untuk menciptakan sisanya. Hal ini disebabkan oleh peristiwa yang disebut "halving", yang secara periodik mengurangi hadiah penambangan.

    Penambang menambahkan blok ke blockchain dengan memecahkan teka-teki kriptografi menggunakan daya komputasi. Sebagai insentif, hadiah diberikan kepada penambang yang memasukkan blok valid. Biaya untuk membuat blok cukup tinggi, namun memeriksa kevalidannya murah. Protokol mengatur kesulitan penambangan sehingga diperlukan waktu sekitar 10 menit untuk menemukan blok baru.

    Halving Bitcoin adalah peristiwa pengurangan hadiah blok. Saat halving terjadi, hadiah yang diberikan kepada penambang untuk memvalidasi blok akan berkurang 50%. Halving terjadi setiap empat tahun, berdasarkan ketinggian blok – setiap 210.000 blok.

    Salah satu nilai jual Bitcoin adalah persediaan terbatas, meskipun Satoshi Nakamoto tidak menjelaskan alasan membatasi pasokan hingga 21 juta unit. Persediaan terbatas berarti mata uang tersebut tidak rentan terhadap penurunan nilai dalam jangka panjang, berbeda dengan uang fiat yang kehilangan daya beli seiring waktu.

    Halving dapat membuat penambangan tidak menguntungkan, sehingga beberapa peserta berhenti menambang. Secara historis, harga Bitcoin meningkat tajam setelah halving. Halving berikutnya diperkirakan akan terjadi pada Mei 2020, di mana hadiah akan berkurang menjadi 6,25 BTC.

    Meskipun Bitcoin tampak anonim pada awalnya, kenyataannya bukan demikian. Blockchain Bitcoin terbuka untuk umum, dan semua orang dapat melihat transaksi yang terjadi. Lebih tepatnya, Bitcoin bersifat pseudonim. Bitcoin bukanlah penipuan, tetapi perlu diwaspadai bahwa Bitcoin kerap digunakan dalam berbagai penipuan.

    Selama kenaikan harga Bitcoin yang drastis, sering kali orang menyebutnya sebagai gelembung spekulatif. Karena sifat unik Bitcoin sebagai komoditas digital terdesentralisasi, harganya sepenuhnya ditentukan oleh spekulasi di pasar bebas. Bitcoin saat ini memang merupakan aset yang mudah mengalami perubahan harga.

    Blockchain Bitcoin tidak menggunakan enkripsi. Yang digunakan adalah tanda tangan digital dan fungsi hash. Skalabilitas mengacu pada kemampuan sistem untuk tumbuh dan mengakomodasi peningkatan permintaan. Agar dapat digunakan untuk pembayaran sehari-hari, Bitcoin harus cepat.

    Jaringan Lightning adalah solusi skalabilitas Bitcoin. Ini disebut solusi layer 2 karena menggeser transaksi dari blockchain. Jaringan Lightning memungkinkan pengguna untuk mengirim dana dengan cepat dan hampir gratis.

    Karena Bitcoin bersifat open-source, siapa pun dapat memodifikasi perangkat lunak ini. Soft fork adalah perubahan pada aturan yang memungkinkan node yang diperbarui untuk berinteraksi dengan node lama. Hard fork lebih rumit, di mana blockchain terbagi menjadi dua.

    Node Bitcoin merujuk pada suatu program yang terlibat dengan jaringan Bitcoin dengan cara yang spesifik. Ada beberapa jenis node, masing-masing dengan fungsi unik. Full node memvalidasi transaksi dan blok berdasarkan persyaratan tertentu (aturan). Light node tidak sekuat full node, tetapi lebih hemat energi. Mining node adalah full node yang memiliki tugas tambahan, yaitu memproduksi blok.

    Menjalankan Bitcoin Core pada perangkat keras Anda sendiri memberikan privasi dan keamanan yang lebih tinggi, serta memperkuat jaringan Bitcoin secara keseluruhan. Pada awal kemunculan Bitcoin, dimungkinkan untuk menciptakan blok baru dengan laptop konvensional. Saat ini, menambang Bitcoin memerlukan investasi yang cukup besar, tidak hanya dalam perangkat keras tetapi juga dalam energi.

    Perangkat lunak Bitcoin bersifat open-source, yang berarti siapa saja dapat berkontribusi. Dalam kesimpulan, partisipasi di dalam jaringan Bitcoin melibatkan berbagai jenis node dengan fungsi dan kapabilitas yang berbeda. Informasi ini disadur dari kabartifa.id.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleKripto Mudah: Panduan Pemula Raih Untung!
    Next Article KabarTifa- Pajak Kripto Berlaku! Investor Untung atau Buntung?
    Tifa Anggraini
    Tifa Anggraini
    • Website

    Redaksi Utama KabarTifa.ID, yang menjadi sumber bagi laporan-laporan up-to-date seputar dunia teknologi. Peran sentralnya mencakup pengawasan editorial dan penulisan artikel-artikel Teknologi, AI (Kecerdasan Buatan), dan Gadget terbaru, memastikan pembaca mendapatkan Daily Tech News Update yang akurat dan trending.

    Related Posts

    Crypto

    XRP Terancam? $50 Miliar Nyangkut, Harga Sulit Bangkit!

    10-03-2026 - 19.00
    Crypto

    10-03-2026 - 13.15
    Crypto

    10-03-2026 - 13.00
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    © 2026 ThemeSphere. Designed by kabartifa.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.