Editor: BobonSyah
KabarTifa- Mata uang kripto Dogecoin (DOGE) kembali berdarah di zona merah pada Kamis, 18 Desember 2025, setelah anjlok sekitar 4% pada sesi perdagangan sebelumnya. Tekanan jual yang masif ini dipicu oleh menurunnya kepercayaan dari investor kakap, atau yang dikenal sebagai ‘whale’, serta sentimen pasar derivatif yang semakin memburuk.
,10!” />Menurut laporan dari FXStreet yang mengutip data on-chain Santiment, terjadi penurunan signifikan dalam permintaan Dogecoin, khususnya dari kelompok dompet besar. Investor yang memegang antara 100 juta hingga 1 miliar DOGE kini hanya menguasai sekitar 34,77 miliar token, jauh menurun dari 36,14 miliar DOGE pada awal Desember. Kelompok ini tercatat telah melepas lebih dari 1 miliar DOGE pada 10 Desember dan hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda akumulasi kembali secara berarti.
Penurunan Minat Investor Picu Kejatuhan Harga Dogecoin
Gambar: Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Kamis, 18 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Penurunan minat terhadap DOGE juga tercermin dari indikator vital pasokan token yang berada dalam kondisi untung. Angka ini merosot tajam menjadi 50,70% dari 53,95% pada 3 Desember, mengindikasikan pelemahan permintaan yang konsisten di pasar spot.
Di ranah pasar berjangka, sentimen pedagang juga menunjukkan sinyal negatif. Data dari CoinGlass mengungkapkan rasio posisi jual (short) pada derivatif DOGE melonjak menjadi 53,91%, naik dari 52,59% sehari sebelumnya. Peningkatan posisi bearish ini diperkuat dengan likuidasi posisi beli DOGE senilai lebih dari 5 juta dolar AS dalam 24 jam terakhir, menegaskan dominasi tekanan jual di pasar.
Pelemahan Dogecoin ini juga tidak lepas dari kehati-hatian pelaku pasar global menjelang rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) Amerika Serikat yang sangat dinanti, serta keputusan kebijakan suku bunga dari Bank of Japan. Faktor makroekonomi ini kerap memengaruhi volatilitas pasar kripto secara keseluruhan.
Analisis Teknikal DOGE: Ancaman ke $0,10 Semakin Nyata
Secara teknikal, Dogecoin telah kehilangan lebih dari 6% nilainya sepanjang pekan ini dan kini mendekati ambang batas krusial S1 Pivot Point di kisaran $0,1231. DOGE mencatatkan penutupan harian terendah sejak 17 Oktober 2024, menandai tren pelemahan harga selama tiga pekan berturut-turut yang mengkhawatirkan.
Jika tekanan jual terus berlanjut dan harga berhasil menembus di bawah level $0,1231, Dogecoin berpotensi besar untuk melanjutkan penurunannya menuju level support psikologis di $0,1000. Risiko penurunan ini diperkuat oleh indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) yang terus menunjukkan pelemahan setelah berada di bawah garis sinyal, serta Relative Strength Index (RSI) yang berada di level 33 dan terus mengarah turun mendekati area jenuh jual (oversold).
Namun, dalam skenario pembalikan arah, jika DOGE mampu bertahan dan memantul kuat dari area $0,1231, maka rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) 50-hari di sekitar $0,1556 berpotensi menjadi area resistance terdekat yang harus ditembus untuk membalikkan tren bearish yang sedang berlangsung.
Baca juga: Lonjakan Dogecoin Picu Harapan Reli Wyckoff Bullish
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

