Dogecoin Siap Meledak? Sinyal Kuat Terungkap!
KabarTifa- Jakarta, 8 Januari 2026 – Dogecoin (DOGE), aset kripto berlogo anjing Shiba Inu yang populer, menunjukkan geliat stabilisasi setelah beberapa hari terakhir berfluktuasi di kisaran US$0,14 hingga US$0,15. Konsolidasi harga ini terjadi di tengah kenaikan signifikan sekitar 20% dalam sepekan terakhir, memicu spekulasi di kalangan investor dan analis: apakah fase terberat bagi meme coin ini benar-benar telah berlalu, ataukah ini hanya jeda sebelum pergerakan yang lebih besar?

Dalam rebound pasar kripto secara keseluruhan, sektor meme coin justru tampil sebagai pemimpin penguatan. Dogecoin tercatat telah melonjak hampir 35% dari level terendahnya pada Desember 2025. Hingga Selasa (7/1/2026), DOGE diperdagangkan di sekitar US$0,147, dengan volume transaksi harian yang menembus angka US$2 miliar, menandakan adanya aktivitas pasar yang cukup substansial.
Dogecoin Sulit Mengulang Lonjakan Ekstrem?
Meskipun performa jangka pendeknya cukup impresif, sejumlah analis pasar menilai Dogecoin akan menghadapi tantangan untuk mengulang lonjakan harga ekstrem seperti siklus-siklus sebelumnya. Kapitalisasi pasar DOGE yang sudah tergolong besar dinilai membatasi ruang pertumbuhan agresif, mendorong sebagian investor untuk mulai melirik meme coin berkapitalisasi kecil yang dianggap memiliki potensi kenaikan lebih tinggi. Rotasi modal ke aset-aset baru ini mulai terlihat, termasuk pada token presale tahap awal seperti Maxi Doge, yang belakangan menarik perhatian komunitas karena momentum awal dan potensi pertumbuhannya.
Minat Investor Menguat Melalui ETF dan Derivatif
Namun, di balik keraguan tersebut, minat terhadap Dogecoin juga tercermin dari data derivatif dan produk ETF. Sepanjang awal 2026, ETF Spot Dogecoin mencatat arus dana masuk positif yang konsisten. Dalam tiga hari perdagangan di bulan Januari, total inflow DOGE ETF mencapai US$3,9 juta, dengan total aset bersih sekitar US$10,35 juta. Angka ini, meski relatif kecil, menjadi sinyal positif, terutama karena terjadi saat ETF Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) justru mengalami arus keluar yang cukup besar.
Dari sisi derivatif, open interest (OI) Dogecoin melonjak mendekati US$2 miliar, mencapai level tertinggi sejak Oktober 2025. Sebelumnya, OI sempat turun ke US$1,26 miliar saat pasar mengalami koreksi. Rebound ini mengindikasikan kembalinya posisi bullish yang kuat di pasar derivatif DOGE, menunjukkan kepercayaan investor terhadap potensi kenaikan harga.
Tren Bullish Belum Sepenuhnya Terkonfirmasi
Kendati data ETF dan derivatif menunjukkan peningkatan minat, analis KabarTifa.id menilai tren bullish Dogecoin belum sepenuhnya terkonfirmasi. Pergerakan harga DOGE masih tergolong indecisive, sehingga investor disarankan untuk tetap waspada dan melakukan diversifikasi aset guna memitigasi risiko.
Secara teknikal, Dogecoin saat ini bergerak dalam pola konsolidasi sempit. Level resistance terdekat berada di US$0,156, sementara support utama di US$0,143. Rata-rata pergerakan jangka pendek (MA 10 dan MA 20) serta MA 50 hari juga berada tak jauh dari area support tersebut, menunjukkan adanya titik krusial yang perlu diperhatikan.
Meskipun telah ada peluncuran produk institusional dan peningkatan minat, harga Dogecoin masih berada sekitar 64% di bawah puncak tahun 2025. Namun, jika DOGE mampu menembus resistance terdekat di US$0,156, target US$0,20 berpotensi tercapai dalam beberapa pekan ke depan.
Untuk proyeksi jangka panjang, skenario bullish memperkirakan Dogecoin bergerak di rentang US$0,20–US$0,40 sepanjang 2026. Sementara skenario konservatif menempatkan DOGE di kisaran US$0,10–US$0,30 dengan volatilitas tinggi. Level support di US$0,14 dan US$0,12 akan menjadi penentu arah harga jangka menengah. Jika gagal bertahan di area tersebut, tekanan jual berpotensi kembali meningkat dan memperpanjang fase konsolidasi Dogecoin.
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset, dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Editor: BobonSyah


