Terungkap! AI & DePIN Kuasai Obrolan Kripto RI di 2025!
KabarTifa- Diskusi seputar dunia kripto di Indonesia menunjukkan pergeseran signifikan sepanjang tahun 2025. Jika sebelumnya pergerakan harga aset menjadi topik utama, kini fokus warganet mulai beralih ke inovasi teknologi yang menjadi tulang punggung industri ini. Laporan "Indonesia’s Crypto Outlook 2026" dari Dataxet Sonar bekerja sama dengan Tokocrypto mengungkap bahwa sektor Artificial Intelligence (AI) dan Decentralized Physical Infrastructure Networks (DePIN) menjadi primadona percakapan publik.

Perubahan tren ini terekam jelas dalam analisis percakapan publik terkait kripto di berbagai kanal online selama 2025. Minat masyarakat kini semakin terbuka terhadap inovasi berbasis teknologi mutakhir, seperti AI dalam cakupan Web3. Prasetyo Katon, Head of Insights Dataxet Sonar, menekankan pentingnya memahami sektor-sektor yang diminati ini sebagai panduan untuk mengikuti pola dan arah perkembangan industri kripto ke depan.
AI & DePIN Mendominasi Panggung Percakapan
Dari berbagai sektor kripto yang dipetakan, AI & DePIN secara mengejutkan menempati posisi teratas dengan meraih 32% share of voice. Angka ini jauh melampaui sektor lainnya, mengindikasikan bahwa integrasi kecerdasan buatan dengan infrastruktur terdesentralisasi bukan lagi sekadar wacana, melainkan topik yang paling banyak menarik perhatian warganet.
Dalam presentasinya di acara Indonesia Crypto Outlook 2026 pada 29 Januari 2026 di Jakarta, Dataxet Sonar memberikan sentimen bahwa dominasi AI & DePIN ini sejalan dengan tren global. Diskusi publik tidak lagi terbatas pada kripto sebagai instrumen investasi semata, melainkan sebagai fondasi teknologi yang menopang berbagai aplikasi masa depan. Warganet kini melihat kripto sebagai lebih dari sekadar aset, melainkan sebagai pendorong inovasi.
Pergeseran Fokus dari Memecoin ke Utilitas Fundamental
Meskipun memecoin masih menjadi bagian dari percakapan yang ramai, laporan ini menyajikan gambaran lima sektor teratas yang mendominasi diskusi publik di Indonesia selama 2025 berdasarkan share of voice:
- AI & DePIN: 32%
- Layer 1: 22%
- Memecoin: 18%
- GameFi: 14%
- DeFi: 10%
Data ini mengisyaratkan bahwa fokus warganet mulai bergeser dari spekulasi semata menuju sektor-sektor yang menawarkan utilitas dan fundamental teknologi yang lebih kuat. Ini bisa menjadi pertanda awal kematangan pasar kripto di Indonesia.
Pasar Kripto Indonesia Kian Matang, Siap Sambut Institusi
Salah satu temuan paling penting dalam laporan ini adalah meningkatnya percakapan mengenai Real World Assets (RWAs), regulasi stablecoin, dan tokenisasi. Dataxet Sonar mencatat bahwa topik-topik tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pasar kripto Indonesia mulai matang dan siap untuk partisipasi institusional.
"Percakapan tentang RWAs, stablecoin regulation, dan tokenization menunjukkan market Indonesia mulai mature dan siap untuk institutional participation," demikian pernyataan Dataxet Sonar. Hal ini menandakan bahwa para pelaku pasar dan warganet tidak hanya terpaku pada volatilitas harga, tetapi juga mulai mempertimbangkan aspek regulasi, kepastian hukum, dan kesiapan ekosistem untuk adopsi yang lebih luas oleh institusi.
Masa Depan Kripto: Lebih dari Sekadar Spekulasi
Secara keseluruhan, temuan ini menggambarkan evolusi percakapan kripto di Indonesia menuju fase yang lebih dewasa. Warganet tidak lagi hanya bereaksi terhadap fluktuasi harga, tetapi mulai membahas teknologi, infrastruktur, serta kesiapan pasar. Dominasi AI & DePIN selama tahun 2025 diharapkan menjadi gambaran bahwa kripto semakin dipahami sebagai fondasi inovasi digital, bukan sekadar instrumen spekulasi.
Laporan "Indonesia Crypto Outlook 2026" dari Dataxet Sonar x Tokocrypto juga menawarkan wawasan mendalam lainnya, termasuk arah pasar kripto Indonesia di tahun 2026 serta bagaimana tren adopsi kripto di Asia terus berkembang seiring meningkatnya regulasi dan partisipasi institusional. Untuk informasi lebih lanjut dan materi riset lengkap, Anda dapat mengaksesnya secara gratis melalui Tokocrypto.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli. Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Editor: BobonSyah

