KabarTifa- Jakarta – Jaringan Solana (SOL) kembali menjadi sorotan tajam di pasar kripto global. Aset digital ini menghadapi tekanan jual masif yang diperparah dengan pergerakan dana senilai triliunan rupiah ke bursa, memicu kekhawatiran akan potensi anjloknya harga hingga level $67. Kondisi pasar kripto yang lesu secara keseluruhan semakin memperburuk prospek SOL dalam beberapa pekan terakhir, mencerminkan memudarnya kepercayaan investor.
Data on-chain yang dianalisis KabarTifa.id mengungkapkan fenomena mengkhawatirkan: sekitar 2,35 juta token SOL telah dipindahkan ke dompet bursa dalam kurun waktu 17 hari terakhir. Dengan nilai tukar saat ini, jumlah tersebut setara dengan sekitar US$202 juta, atau lebih dari Rp3 triliun. Lonjakan suplai ini secara signifikan meningkatkan likuiditas di sisi jual, memperkuat tekanan bearish yang sudah ada di pasar.

Menurut laporan BeInCrypto, peningkatan cadangan SOL di bursa seringkali diinterpretasikan sebagai sinyal negatif. Hal ini karena mempermudah investor untuk melakukan aksi jual dalam skala besar. Meskipun ada sedikit perlambatan dalam aliran deposit aktif ke jaringan Solana setelah lonjakan awal bulan, saldo SOL di bursa tetap tinggi, mengindikasikan bahwa tekanan jual masih jauh dari mereda.
Dari sisi valuasi, indikator Market Value to Realized Value (MVRV) Pricing Bands menunjukkan bahwa Solana saat ini diperdagangkan di bawah zona "Extreme Lows". Ini terjadi ketika rasio MVRV berada di bawah 0,8. SOL tercatat berada di bawah level krusial ini selama 26% dari sesi perdagangan terbaru, menandakan periode undervaluation yang cukup panjang.
Situasi serupa terakhir kali terlihat pada Mei 2022, yang kemudian diikuti oleh periode tekanan harga yang berkepanjangan selama sekitar 17 bulan sebelum akhirnya SOL bangkit kembali. Kondisi saat ini memunculkan kekhawatiran serius bahwa pasar sedang memasuki fase penurunan lanjutan, bukan sekadar koreksi jangka pendek.
Saat ini, harga SOL diperdagangkan di kisaran US$86. Aset ini masih kesulitan menembus resistance US$90, sementara support utama berada di area US$81. Jika SOL gagal mempertahankan level ini dan menembus support tersebut, pasar berpotensi besar menguji level support berikutnya di sekitar US$67.
Namun, ada secercah harapan. Apabila SOL berhasil menembus kembali US$90 dan keluar dari garis tren turun, ini bisa menjadi sinyal perbaikan teknikal yang signifikan. Dalam skenario bullish, momentum tersebut berpeluang membawa SOL naik menuju US$105, sekaligus meredakan tekanan bearish yang kini mendominasi.
Tim Riset Tokocrypto menambahkan perspektif menarik. Meskipun arus keluar besar ini mengkhawatirkan, level MVRV ekstrem rendah secara historis sering menjadi zona akumulasi bagi investor institusional. "Jika harga bertahan di atas support 1, tekanan jual dari bursa kemungkinan besar akan mereda seiring tercapainya titik jenuh jual," jelas mereka.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli. Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Editor: BobonSyah

