Aptos Guncang Pasar! Hard Cap & Gas Fee Meroket!
Editor: BobonSyah
KabarTifa- Jaringan blockchain layer-1 terkemuka, Aptos, baru-baru ini menggemparkan komunitas kripto dengan pengajuan proposal pembaruan tokenomics yang ambisius. Rencana ini berpotensi merombak fundamental ekonomi jaringannya secara drastis, menandai pergeseran strategi menuju model yang lebih menekankan kelangkaan dan performa.
Menurut laporan yang beredar, proposal tersebut mencakup penetapan batas suplai keras (hard cap) sebesar 2,1 miliar token APT, kenaikan biaya gas hingga sepuluh kali lipat, penurunan imbal hasil staking menjadi sekitar 2,6% per tahun, serta inisiatif pembelian kembali token (buyback) dari pasar terbuka. Langkah ini mengindikasikan pergeseran signifikan dari model berbasis subsidi emisi menuju pendekatan yang lebih berkelanjutan.
Hard Cap: Menjaga Kelangkaan di Tengah Inflasi
Salah satu pilar utama proposal ini adalah pengenalan hard cap 2,1 miliar APT. Selama ini, suplai APT bersifat inflasioner, didorong oleh distribusi imbalan staking dan insentif ekosistem. Dengan adanya batas maksimal suplai, Aptos berupaya memberikan kepastian kepada investor mengenai potensi dilusi di masa depan. Langkah ini krusial untuk membangun narasi kelangkaan, terutama dalam lanskap blockchain layer-1 yang semakin kompetitif.
Mekanisme Pembakaran Gas ala Ethereum EIP-1559
Proposal ini juga mengadopsi mekanisme pembakaran biaya gas yang terinspirasi dari sistem Ethereum EIP-1559. Dalam skema ini, sebagian dari biaya transaksi akan dibakar secara permanen, secara efektif mengurangi suplai token yang beredar. Mengingat throughput jaringan Aptos yang tinggi, mekanisme ini berpotensi menciptakan tekanan deflasi yang signifikan jika aktivitas transaksi terus meningkat.
Meskipun kenaikan biaya gas sebesar 10 kali lipat terdengar besar, perlu dicatat bahwa basis biaya Aptos sebelumnya sangat rendah, sehingga transaksi diperkirakan akan tetap terjangkau bagi sebagian besar pengguna.
Imbal Hasil Staking Turun, Stabilitas Harga Dikejar
Sebagai bagian dari restrukturisasi ekonomi, imbal hasil staking akan diturunkan menjadi sekitar 2,6% per tahun. Penyesuaian ini bertujuan untuk mengurangi tekanan inflasi yang berasal dari distribusi emisi token. Model imbalan staking yang lebih tinggi sebelumnya memang efektif menarik partisipasi awal, namun dalam jangka panjang, emisi besar dapat memicu tekanan jual berkelanjutan di pasar. Dengan imbalan yang lebih moderat, Aptos berupaya menyeimbangkan antara keamanan jaringan dan stabilitas harga token.
Strategi Buyback: Dorong Permintaan dan Sentimen Positif
Selain mekanisme pembakaran berbasis gas, Aptos juga merencanakan program pembelian kembali token APT dari pasar terbuka. Strategi ini diharapkan dapat menciptakan permintaan langsung terhadap token dan memperkuat sentimen positif di kalangan investor. Buyback seringkali dipandang sebagai bentuk komitmen jangka panjang terhadap nilai token, meskipun efektivitasnya akan sangat bergantung pada implementasi yang konsisten dan dinamika pasar kripto secara keseluruhan.
Kunci Keberhasilan: Pertumbuhan Penggunaan Jaringan
Tim Research Tokocrypto menyoroti bahwa keberhasilan model tokenomics baru ini sangat bergantung pada pertumbuhan penggunaan jaringan Aptos. "Aptos berupaya bertransisi dari model subsidi emisi menuju kelangkaan yang didasarkan pada performa jaringan," ujar Tim Research Tokocrypto. "Meskipun biaya gas naik 10x, basis awalnya yang sangat rendah membuat transaksi tetap terjangkau. Keberhasilan model deflasi ini sepenuhnya bergantung pada apakah pertumbuhan throughput jaringan mampu melampaui laju emisi tahunan."
Ini berarti, jika volume transaksi dan adopsi aplikasi di jaringan Aptos meningkat secara substansial, pembakaran token dapat melampaui distribusi emisi, menciptakan efek deflasi bersih. Namun, jika aktivitas stagnan, potensi tekanan inflasi masih ada, meskipun imbal hasil staking telah diturunkan.
Ujian Baru di Tengah Persaingan Ketat
Proposal ini muncul di tengah sengitnya persaingan antar blockchain layer-1 dalam menarik pengembang dan likuiditas. Dengan model ekonomi yang lebih disiplin dan berorientasi pada kelangkaan, Aptos berupaya memperkuat daya tarik jangka panjangnya. Jika disetujui oleh komunitas, pembaruan tokenomics ini dapat menjadi titik balik penting bagi Aptos, sekaligus menjadi eksperimen besar apakah model deflasi berbasis performa jaringan mampu menjadi standar baru di industri blockchain.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset, dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli. Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
