Ethereum Geger! Inflow ETF & Whale Siap Angkat Harga?
Editor: BobonSyah

KabarTifa- Ethereum (ETH) menunjukkan sinyal pembalikan tren yang signifikan setelah mengakhiri periode arus keluar (outflow) ETF yang berlangsung empat minggu berturut-turut. Data terbaru pada pekan yang berakhir 18 Februari mengungkapkan bahwa ETF spot Ethereum berhasil mencatat inflow bersih sebesar US$6,80 juta. Ini menandakan potensi kembalinya minat dari investor institusional, meskipun angkanya belum sebesar tekanan jual sebelumnya.
Di saat yang sama, data on-chain juga menyoroti peningkatan akumulasi oleh dompet-dompet besar atau "whale". Namun, optimisme ini sedikit tertahan oleh aktivitas penjualan dari pemegang jangka panjang (long-term holders) yang masih berlanjut, berpotensi membatasi laju kenaikan harga ETH dalam waktu dekat.
ETF Kembali Menarik Dana, Whale Ikut Beraksi
Sebelumnya, instrumen investasi ETF Ethereum memang menghadapi tekanan jual yang konsisten, ditandai dengan arus keluar dana selama empat pekan berturut-turut, yaitu pada akhir Januari hingga pertengahan Februari. Kondisi ini turut berkontribusi pada pelemahan harga ETH secara keseluruhan. Namun, angin segar berhembus pada pekan yang berakhir 18 Februari, di mana ETF tersebut berhasil menarik dana masuk bersih senilai US$6,80 juta. Meskipun jumlah ini terbilang moderat, pergeseran dari arus keluar menjadi arus masuk sering diinterpretasikan sebagai indikasi awal stabilisasi pasar dan potensi pemulihan.
Seiring dengan optimisme dari ETF, aktivitas para "whale" atau investor besar di jaringan Ethereum juga menunjukkan peningkatan akumulasi. Menurut data dari platform analisis on-chain, dompet-dompet besar ini tercatat menambah kepemilikan mereka dari 113,50 juta ETH pada 15 Februari menjadi 113,63 juta ETH. Ini berarti sekitar 130.000 ETH telah diborong, dengan nilai estimasi mencapai US$253 juta dalam beberapa hari terakhir. Pola pembelian agresif oleh whale di tengah fluktuasi harga seringkali dianggap sebagai langkah strategis untuk memposisikan diri sebelum adanya potensi kenaikan harga yang lebih signifikan.
Pemegang Jangka Panjang Justru Jual, Jadi Penghambat?
Kendati demikian, tidak semua sinyal menunjukkan optimisme. Data dari Glassnode justru menyoroti tren yang berlawanan dari para pemegang jangka panjang (long-term holders/LTH). Mereka terpantau meningkatkan distribusi atau penjualan aset mereka. Pada 17 Februari, LTH menjual 34.841 ETH dalam periode 30 hari bergulir, dan angka ini bahkan meningkat menjadi 38.877 ETH pada 18 Februari. Fenomena ini mengindikasikan bahwa tekanan jual dari kelompok investor ini masih signifikan, bahkan ketika indikator teknikal mulai menunjukkan perbaikan. Distribusi oleh LTH ini sebelumnya juga menjadi penghambat reli ETH, menyiratkan bahwa sebagian investor lama memanfaatkan setiap kenaikan harga untuk merealisasikan keuntungan.
Sinyal Teknikal Positif dan Pola Segitiga Penentu Arah
Dari sisi analisis teknikal, grafik 8 jam Ethereum yang diamati oleh analis pasar menunjukkan pembentukan bullish divergence antara tanggal 2 hingga 18 Februari. Selama periode ini, harga ETH mencetak level terendah baru (lower low), sementara indikator Relative Strength Index (RSI) justru membentuk level terendah yang lebih tinggi (higher low). Pola seperti ini, secara historis, seringkali menjadi prekursor bagi pembalikan harga ke atas. Dua sinyal serupa sebelumnya telah memicu kenaikan harga sebesar 11% dan 6% pada awal Februari. Dengan kembalinya arus dana ETF dan aktivitas pembelian oleh whale, potensi pantulan harga kembali terbuka lebar.
Saat ini, pergerakan harga ETH terpantau membentuk pola symmetrical triangle pada grafik 8 jam, yang mengindikasikan adanya fase konsolidasi atau keseimbangan kekuatan antara pembeli dan penjual. Level resistensi krusial yang perlu ditembus berada di sekitar US$2.030, yang sebelumnya kerap menjadi tembok penghalang bagi upaya pemulihan harga. Apabila ETH berhasil menembus level ini, target selanjutnya adalah US$2.100, dan penembusan di atas US$2.100 dapat membuka jalan bagi kenaikan yang lebih substansial. Sebaliknya, level dukungan penting yang harus dipertahankan adalah US$1.960. Jika level ini gagal dipertahankan, harga berpotensi merosot ke US$1.890, bahkan hingga US$1.740 jika tekanan jual semakin intensif.
Dengan adanya sinyal positif dari inflow ETF dan akumulasi oleh whale, prospek pemulihan harga ETH memang mulai menguat. Namun, aksi distribusi oleh pemegang jangka panjang tetap menjadi faktor risiko utama yang akan menentukan keberlanjutan reli harga. Tim analis aset kripto, seperti yang diungkapkan oleh salah satu tim riset terkemuka, menilai bahwa kemunculan bullish divergence dan minat institusional adalah indikator positif. Namun, mereka juga menekankan bahwa distribusi dari LTH berfungsi sebagai "langit-langit" atau penghambat utama bagi kenaikan harga. "Ethereum saat ini berada dalam pola symmetrical triangle. Penembusan di atas US$2.030 sangat penting untuk mengonfirmasi pembalikan tren jangka pendek menuju area US$2.100," ujar mereka.
Dengan demikian, meskipun Ethereum menunjukkan sinyal-sinyal positif dari inflow ETF dan akumulasi whale, tekanan jual dari pemegang jangka panjang tetap menjadi tantangan. Pergerakan harga ETH ke depan akan sangat bergantung pada dinamika antara kekuatan beli dan jual di level-level kunci yang telah disebutkan. Investor disarankan untuk terus memantau perkembangan ini dengan cermat.

