Awas! Maret Panas, Solana Cs Terancam Likuidasi Besar
KabarTifa- Pasar altcoin kini berada dalam kondisi yang menarik, menunjukkan keseimbangan harga di tengah ketegangan geopolitik global yang terus membayangi. Namun, di balik ketenangan ini, tersimpan potensi risiko likuidasi besar-besaran pada posisi leverage yang bisa mengguncang pasar di awal Maret. Sejumlah analis pasar telah mengidentifikasi tiga aset kripto utama—Solana (SOL), XRP, dan Tether Gold (XAUT)—sebagai pemicu potensial gelombang likuidasi, baik untuk posisi long (beli) maupun short (jual).

Secara umum, minat terbuka (open interest) di pasar kripto global telah mengalami penurunan signifikan, dari lebih dari US$120 miliar di awal tahun menjadi sekitar US$94 miliar saat ini. Hal ini mengindikasikan bahwa para trader derivatif jangka pendek cenderung mengurangi eksposur leverage mereka dan mengambil sikap yang lebih hati-hati, sembari menantikan arah tren pasar yang lebih jelas.
Solana (SOL): Potensi Pergerakan Harga Ekstrem Picu Likuidasi Ratusan Juta Dolar
Menurut laporan dari BeInCrypto, harga SOL telah bergerak dalam rentang sempit di sekitar US$84 sejak awal Februari, sebuah pola yang mencerminkan fase kompresi volatilitas. Fenomena seperti ini sering kali menjadi pendahulu bagi pergerakan harga yang substansial.
Indikator Delta Tekanan Beli/Jual (Buy/Sell Pressure Delta) untuk Solana baru-baru ini berbalik negatif dan menunjukkan penurunan tajam. Dalam konteks historis, sinyal ini dapat mengindikasikan dua skenario: pembentukan dasar harga sebelum reli yang kuat, atau sebaliknya, awal dari tren bearish yang signifikan, serupa dengan yang terjadi pada tahun 2022.
Peta likuidasi tujuh hari dari Coinglass mengungkapkan ancaman serius bagi SOL. Jika harga Solana merosot ke US$74, posisi long berpotensi menghadapi likuidasi senilai US$376 juta. Di sisi lain, apabila harga melonjak ke US$95, likuidasi posisi short dapat mencapai angka fantastis US$450 juta.
XRP: Sentimen Negatif vs. Kekuatan Historis Maret
Meskipun dihadapkan pada sentimen negatif akibat meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, XRP berhasil mempertahankan posisinya di sekitar US$1,35. Menariknya, data historis menunjukkan bahwa bulan Maret secara rata-rata memberikan imbal hasil sebesar 18% bagi XRP selama 12 tahun terakhir, menjadikannya bulan terkuat di kuartal pertama.
Namun, data on-chain mencatat adanya pergerakan signifikan: sekitar 472 juta XRP, dengan nilai sekitar US$652 juta, telah dipindahkan ke bursa Binance dalam sepekan terakhir. Cadangan XRP di bursa juga menunjukkan tren kenaikan setelah berbulan-bulan mengalami penurunan.
Peta likuidasi mengindikasikan bahwa jika XRP anjlok ke US$1,20, posisi long berisiko dilikuidasi lebih dari US$125 juta. Sebaliknya, jika harganya melambung ke US$1,50, posisi short dapat menghadapi risiko likuidasi lebih dari US$157 juta.
Tether Gold (XAUT): Reli Emas Global Tingkatkan Risiko Likuidasi
Tether Gold (XAUT), sebuah token yang didukung oleh emas fisik, juga menarik perhatian seiring dengan lonjakan harga emas global. Total minat terbuka (open interest) XAUT baru-baru ini melampaui US$800 juta, menandakan peningkatan aktivitas leverage pada aset ini.
Mengingat harga XAUT sangat bergantung pada fluktuasi harga emas, peningkatan penggunaan leverage di tengah reli emas secara otomatis meningkatkan potensi likuidasi. Khusus di platform Bybit, jika XAUT berhasil menembus US$5.600 dan mencetak rekor tertinggi baru, posisi short bisa menghadapi likuidasi senilai lebih dari US$61 juta. Sebaliknya, jika harga terkoreksi ke US$5.000, posisi long berpotensi merugi lebih dari US$90 juta.
Jika data dari bursa Binance juga turut diperhitungkan, nilai likuidasi yang mungkin terjadi bisa jauh lebih besar. XAUT bahkan telah masuk dalam daftar 10 pasangan kontrak perpetual terpopuler di Binance, menunjukkan minat investor yang tinggi.
Menanti Arah Tren Pasar Selanjutnya
Tim Riset Tokocrypto menekankan bahwa analisis ini bukanlah prediksi arah harga, melainkan sebuah peringatan serius. Mereka menggarisbawahi bahwa pergerakan harga yang keluar dari rentang sempit dapat memicu efek berantai (cascade) dan slippage yang tinggi. Strategi yang disarankan adalah penyesuaian ukuran posisi (sizing/hedge) dan kewaspadaan terhadap area "magnet likuidasi" yang sering menjadi target pergerakan harga jangka pendek.
Meskipun altcoin tidak mengalami arus keluar modal yang masif akibat ketegangan geopolitik pada akhir pekan lalu, kondisi harga yang berada di titik keseimbangan justru meningkatkan potensi terjadinya pergerakan harga yang tajam di masa mendatang. Dengan konsentrasi leverage pada aset berkapitalisasi besar dan token yang didukung aset nyata seperti emas, pasar kripto tampaknya berada di ambang fase volatilitas baru. Pergerakan harga yang signifikan dalam beberapa hari ke depan berpotensi memicu gelombang likuidasi besar di kedua sisi pasar, baik long maupun short.
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita kripto dan download aplikasi trading bitcoin & kripto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Editor: BobonSyah

