Close Menu
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    KabarTifa.IDKabarTifa.ID
    Home - Crypto - XRP Terancam? $50 Miliar Nyangkut, Harga Sulit Bangkit!
    Crypto

    XRP Terancam? $50 Miliar Nyangkut, Harga Sulit Bangkit!

    Tifa AnggrainiBy Tifa Anggraini10-03-2026 - 19.00Tidak ada komentar5 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    XRP Terancam? $50 Miliar Nyangkut, Harga Sulit Bangkit!
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Editor: BobonSyah

    KabarTifa- XRP kembali menghadapi tantangan serius di pasar kripto, setelah analisis data on-chain terbaru mengindikasikan bahwa mayoritas pemegang token ini masih terperangkap dalam posisi rugi yang belum terealisasi. Situasi ini secara inheren menghambat potensi reli harga, mengingat kecenderungan investor untuk melepas aset mereka demi meminimalkan kerugian atau sekadar mencapai titik impas.

    XRP Terancam?  Miliar Nyangkut, Harga Sulit Bangkit!
    Gambar Istimewa : news.tokocrypto.com

    Data terkini menyoroti bahwa sekitar 60% dari total pasokan XRP saat ini berada dalam posisi rugi, sebuah kondisi yang menandakan adanya tekanan jual yang substansial di pasar.

    Sebagian Besar Pasokan XRP Masih Merugi

    Menurut laporan dari Glassnode, sekitar 36,8 miliar XRP tercatat "di bawah air" berdasarkan harga pasar terbaru. Jika dikonversi ke dalam nilai dolar, kerugian yang belum terealisasi ini mencapai angka fantastis, yakni sekitar US$50,8 miliar.

    Fenomena ini menciptakan tekanan jual signifikan. Banyak pemegang aset yang membeli XRP pada harga yang lebih tinggi dari nilai saat ini. Akibatnya, ketika harga menunjukkan tanda-tanda kenaikan, banyak investor cenderung memanfaatkan momen tersebut untuk meminimalkan kerugian atau keluar di dekat titik impas mereka. Kondisi inilah yang menjadi salah satu faktor utama mengapa XRP kesulitan mempertahankan momentum kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir.

    Sepanjang tahun ini, harga XRP telah mengalami penurunan sekitar 26%, dan bahkan merosot lebih dalam sekitar 54% dalam kurun waktu enam bulan terakhir. Pada perdagangan terbaru, XRP sempat berfluktuasi dari sekitar US$1,37 turun ke US$1,33, sebelum akhirnya kembali stabil di kisaran US$1,35.

    Baca juga: Whale XRP Diam-Diam Kumpulkan Likuiditas, Harga Tertekan? (kabartifa.id)

    Level US$1,44 Jadi Batas Penting Pasar

    Dilansir dari Crypto Slate, salah satu level harga yang menjadi perhatian utama pasar adalah sekitar US$1,44. Angka ini merepresentasikan "realized price" XRP, atau rata-rata harga beli agregat para pemegang token berdasarkan data on-chain.

    Ketika harga pasar berada di bawah level tersebut, secara rata-rata investor masih berada dalam posisi rugi. Dengan harga XRP saat ini di sekitar US$1,35, jarak terhadap realized price tersebut membuat area US$1,44 berpotensi menjadi zona tekanan jual yang signifikan, karena banyak investor mungkin ingin keluar di level tersebut.

    Indikator on-chain lainnya turut mengamini kondisi pasar yang lesu. Rasio Spent Output Profit Ratio (SOPR) XRP yang tetap di bawah angka 1 mengindikasikan bahwa sebagian besar koin yang berpindah tangan rata-rata dijual dalam kondisi rugi. Demikian pula, indikator Net Unrealized Profit and Loss (NUPL) juga masih berada di zona negatif, menunjukkan bahwa secara agregat, pasar XRP masih berada dalam fase kerugian.

    Tim Riset Tokocrypto menyoroti pentingnya besaran kerugian yang belum terealisasi ini. "Secara on-chain, besarnya unrealized losses ini penting karena dapat meningkatkan risiko capitulation jika harga terus melemah dan holder mulai menyerah," jelas mereka.

    "Namun di sisi lain, fase ketika sebagian besar suplai berada di bawah harga beli juga sering menjadi area stres ekstrem yang mendekati titik kelelahan jual, sehingga XRP kini berada di zona yang sensitif baik untuk breakdown lanjutan maupun relief rebound," tambah tim riset tersebut.

    Tekanan Jual Masih Dominan

    Dari sisi aliran dana, produk investasi berbasis XRP juga mulai mencatat arus keluar dalam beberapa minggu terakhir. Data dari SoSoValue menunjukkan bahwa produk ETF XRP mencatat arus keluar sekitar US$5 juta pada pekan yang berakhir 6 Maret. Secara keseluruhan, CoinShares melaporkan bahwa produk investasi XRP telah mencatat lebih dari US$30 juta arus keluar sepanjang bulan ini.

    Sementara itu, aktivitas spekulatif di pasar derivatif juga meredup. Open interest XRP turun menjadi sekitar US$2,25 miliar, level terendah sejak Januari 2025. Penurunan open interest ini biasanya menandakan bahwa para trader mulai menutup posisi dan mengurangi eksposur mereka terhadap aset tersebut.

    Data order flow juga memperlihatkan dominasi tekanan jual. Rasio taker buy-sell XRP di Binance berada di sekitar 0,912, yang berarti order jual agresif lebih banyak dibandingkan order beli agresif. Kondisi ini menunjukkan bahwa penjual saat ini lebih aktif mendorong pergerakan pasar dibandingkan pembeli.

    Volume dan Aktivitas Pasar Menurun

    Selain tekanan jual, aktivitas perdagangan XRP juga menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Data CryptoQuant menunjukkan bahwa volume perdagangan XRP di Binance berada di bawah rata-rata dalam 30 hari terakhir, dengan z-score sekitar -1,16. Volume harian tercatat sekitar 27 juta XRP.

    Di saat yang sama, jumlah dompet aktif yang melakukan deposit dan penarikan XRP di bursa juga turun ke level terendah sejak awal 2025. Penurunan aktivitas ini dapat membuat likuiditas pasar menjadi lebih tipis. Dalam kondisi tersebut, pergerakan harga bisa menjadi lebih sensitif terhadap aliran dana yang masuk atau keluar.

    Dengan kombinasi pasokan yang mayoritas merugi, tekanan jual yang dominan, serta aktivitas pasar yang lesu, XRP memang berada dalam periode yang penuh tantangan. Meski demikian, potensi pemulihan harga tetap terbuka jika ada gelombang permintaan baru yang mampu menyerap tekanan jual dari pemegang lama yang menunggu kesempatan untuk keluar di harga yang lebih baik.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan? (kabartifa.id)

    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleSaldo E-Toll Habis? Cek Instan di iPhone Lama Anda!
    Next Article Ethereum di Ambang Ledakan? Trader Bidik Short Squeeze!
    Tifa Anggraini
    Tifa Anggraini
    • Website

    Redaksi Utama KabarTifa.ID, yang menjadi sumber bagi laporan-laporan up-to-date seputar dunia teknologi. Peran sentralnya mencakup pengawasan editorial dan penulisan artikel-artikel Teknologi, AI (Kecerdasan Buatan), dan Gadget terbaru, memastikan pembaca mendapatkan Daily Tech News Update yang akurat dan trending.

    Related Posts

    Crypto

    Misteri di Balik Lonjakan Dana ETF Solana Saat Harga Terjun Bebas!

    10-03-2026 - 19.30
    Crypto

    Ethereum di Ambang Ledakan? Trader Bidik Short Squeeze!

    10-03-2026 - 19.15
    Crypto

    10-03-2026 - 13.15
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Disklaimer
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    • Tentang Kami
    • Indexs Post
    • Privacy Policy
    © 2026 ThemeSphere. Designed by kabartifa.

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.