KabarTifa.ID – 08 Juli 2026 | Washington D.C. – Sebuah laporan mengejutkan mengungkap bahwa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berhasil meraup pendapatan lebih dari $1,4 miliar atau setara dengan Rp 22,5 triliun dari berbagai usaha yang berkaitan dengan aset kripto sepanjang tahun 2025. Angka fantastis ini, yang berasal dari laporan keuangan tahunan U.S. Office of Government Ethics tertanggal 30 Juni 2026, menunjukkan pergeseran signifikan dalam portofolio kekayaan Trump, di mana aset digital kini menjadi tulang punggung keuangannya, melampaui sumber pendapatan tradisional. Laporan ini sontak memicu gelombang kritik tajam terkait potensi konflik kepentingan, mengingat sebagian besar keuntungan tersebut diduga kuat berkat kebijakan pro-kripto yang ia terapkan sendiri setelah kembali menjabat di Gedung Putih.
Rincian ‘Banjir’ Pendapatan Kripto
Dari total lebih dari $1,4 miliar yang dilaporkan, hampir $800 juta di antaranya berasal dari World Liberty Financial (WLFI), sebuah proyek kripto yang didirikan bersama putra-putranya. Pendapatan keluarga Trump dari WLFI ini mencakup lebih dari $520 juta dari penjualan token kripto dan lebih dari $250 juta dari divestasi kepemilikan bisnis di perusahaan tersebut. Tak berhenti di situ, Trump juga dilaporkan meraup sekitar $635 juta dari royalti dan pendapatan yang terkait dengan meme coin $TRUMP. Reuters melaporkan bahwa keluarga Trump secara keseluruhan telah meraup setidaknya $2,3 miliar dari berbagai proyek kripto sejak Trump kembali menduduki kursi kepresidenan pada 2025. Fenomena ini semakin menarik ketika pendapatan dari WLFI melonjak sembilan kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, di mana pada laporan keuangan 2024, Trump hanya melaporkan $57,35 juta dari penjualan token WLFI. Dengan pendapatan $1,4 miliar ini, Trump secara resmi melampaui pendapatan perusahaan raksasa di industri kripto seperti Coinbase.
Kebijakan Pro-Kripto yang Menguntungkan
Sejak kembali menjabat, Presiden Trump dinilai telah menerapkan serangkaian kebijakan yang sangat kondusif bagi perkembangan industri aset digital. Beberapa langkah signifikan yang diambil antara lain:
- Melonggarkan pengawasan ketat dan penindakan hukum terhadap industri kripto yang sebelumnya gencar dilakukan oleh SEC (Badan Pengawas Pasar Modal AS) dan Departemen Kehakiman (DOJ).
- Mendorong implementasi aturan federal baru yang lebih longgar terkait penggunaan stablecoin.
- Memberikan dukungan terhadap legislasi pro-inovasi aset digital, seperti GENIUS Act, dengan tujuan menjadikan Amerika Serikat sebagai pusat kripto global.
Langkah-langkah kebijakan ini, menurut para kritikus, secara langsung menguntungkan bisnis kripto yang dimiliki oleh Trump dan keluarganya. Pernyataan bahwa Trump Raup $1,4 Miliar dari Crypto: Konflik Kepentingan Presiden AS? menjadi perbincangan hangat di kalangan pengamat politik dan ekonomi.
Pendapatan Lain dan Bisnis Tradisional
Meskipun aset kripto menjadi kontributor terbesar, bisnis tradisional Trump juga menunjukkan pertumbuhan positif. Pendapatan dari klub golf dan resort dilaporkan naik 15% menjadi lebih dari $500 juta pada 2025. Properti ikonik Mar-a-Lago mencatat lonjakan pendapatan signifikan, dari $50 juta di 2024 menjadi $77 juta di 2025. Klub golf di West Palm Beach juga mengalami kenaikan pendapatan sebesar 27%. Selain itu, Trump memperoleh lebih dari $80 juta dari penyelesaian kasus dengan berbagai perusahaan media dan $52 juta dari lisensi nama untuk pengembang properti internasional.
Proyek Kripto Trump dan Kritik Etika
World Liberty Financial (WLFI) sendiri diluncurkan pada September 2024. Dalam proyek ini, Trump tercatat sebagai co-founder emeritus, sementara putra-putranya, Eric Trump dan Donald Trump Jr., aktif mengelola operasional bersama mitra. WLFI menawarkan token tata kelola $WLFI serta berbagai produk keuangan terdesentralisasi, termasuk stablecoin. Di luar WLFI, keluarga Trump juga terlibat dalam proyek meme coin $TRUMP, yang dinilai secara terang-terangan memanfaatkan nama dan citra sang presiden. Ironisnya, di tengah keuntungan besar yang diraup keluarga Trump, banyak investor ritel justru dilaporkan mengalami kerugian.
Selama kampanye 2024 dan masa kepresidenannya, Trump dikenal sebagai pendukung vokal industri kripto. Ia berjanji menjadikan Amerika Serikat sebagai ibu kota kripto dunia, mendorong regulasi yang lebih ramah, serta menunjuk regulator yang dianggap pro-kripto. Kebijakan-kebijakan inilah yang menjadi sorotan utama dalam isu Trump Raup $1,4 Miliar dari Crypto: Konflik Kepentingan Presiden AS?.
Don Fox, mantan pejabat acting head Office of Government Ethics, melontarkan kritik pedas, menyatakan, “Setiap presiden di era pasca-Watergate telah mengelola keuangannya seolah-olah dia tunduk pada konflik kepentingan. Dengan Trump, norma-norma itu benar-benar dikesampingkan. Dia sendiri yang paling baik membuktikan bahwa sudah waktunya untuk reformasi etika tambahan.” Menurut Fox, tindakan Trump telah melanggar norma etika pasca-Watergate, di mana presiden sebelumnya biasanya akan menyerahkan aset mereka kepada pihak independen untuk menghindari bias kebijakan. Namun, hal ini kini diabaikan oleh Trump.
Pembelaan Gedung Putih
Menanggapi gelombang kritik tersebut, juru bicara Gedung Putih, Anna Kelly, membantah narasi bias. “Baik Presiden maupun keluarganya tidak pernah terlibat – atau akan terlibat – dalam konflik kepentingan. Presiden Trump dengan bangga menjadikan Amerika Serikat sebagai ibu kota kripto dunia melalui tindakan eksekutif. Semua tindakan oleh Presiden Trump dan administrasinya diambil demi kepentingan terbaik rakyat Amerika,” tegas Kelly. Ia menambahkan bahwa tuduhan yang dilontarkan para kritikus hanyalah narasi palsu yang terus diulang oleh lawan politik dan media. Pihak Trump Organization turut membela diri dengan menekankan transparansi, menyebut pengajuan laporan setebal hampir 1.000 halaman ini sebagai salah satu laporan pengungkapan keuangan paling komprehensif dalam sejarah kepresidenan. Isu mengenai Trump Raup $1,4 Miliar dari Crypto: Konflik Kepentingan Presiden AS? ini tampaknya akan terus bergulir dan menjadi perhatian publik.

