Editor: BobonSyah
KabarTifa- Dogecoin (DOGE), mata uang kripto berlogo anjing Shiba Inu, kembali menghadapi tekanan jual signifikan, mencatat level terendah sejak 10 Oktober. Sentimen pasar yang lesu dan absennya dorongan dari produk investasi seperti ETF Dogecoin menjadi pemicu utama. Para analis teknikal memperingatkan potensi penurunan lebih lanjut, bahkan hingga menyentuh level US$0,08, di tengah minimnya minat investor.
,08?” />Data pasar terbaru menunjukkan bahwa DOGE diperdagangkan di kisaran US$0,1227 per koin. Angka ini merefleksikan penurunan drastis sekitar 75% dari puncaknya tahun ini, menghapus miliaran dolar dari kapitalisasi pasarnya.
Tekanan yang Mengimpit Dogecoin
Tekanan jual terhadap DOGE semakin intensif seiring dengan indikasi melemahnya permintaan pasar. Laporan dari sumber terpercaya, yang juga dikutip oleh kabartifa.id, menyoroti kinerja lesu dari produk ETF Dogecoin. Sejak 11 Desember, ETF Dogecoin yang dikelola oleh Grayscale dan Bitwise dilaporkan tidak mencatat adanya arus masuk dana (inflow) yang signifikan. Total inflow kedua ETF tersebut hanya sekitar US$2 juta, dengan total aset bersih sekitar US$5 juta, mengindikasikan minat institusional yang masih sangat terbatas.
Selain itu, aktivitas di pasar derivatif juga menunjukkan pelemahan. Open interest futures Dogecoin anjlok ke kisaran US$1,4 miliar, jauh di bawah puncaknya tahun ini yang sempat menembus US$6 miliar. Penurunan ini lazim diartikan sebagai berkurangnya partisipasi investor dan minimnya pembukaan posisi baru di pasar berjangka.
Analisis Teknikal Mengisyaratkan Penurunan Lanjutan
Secara teknikal, dominasi tekanan jual terhadap DOGE terlihat jelas. Analisis grafik tiga hari, yang relevan hingga Minggu, 28 Desember 2025, menunjukkan Dogecoin berada dalam tren penurunan yang kuat, membentuk beberapa pola bearish yang mengkhawatirkan.
Salah satu sinyal paling mencolok adalah "death cross" yang terjadi pada 9 Desember. Ini merupakan persilangan antara exponential moving average (EMA) 50 hari dan 200 hari, sebuah indikator klasik yang sering diinterpretasikan sebagai pertanda lanjutan pelemahan harga.
Lebih lanjut, DOGE juga membentuk pola "head and shoulders," sebuah formasi yang secara luas diakui sebagai sinyal pembalikan tren ke arah bearish. Pola ini mengidentifikasi "kepala" di sekitar US$0,4855, dengan "bahu kiri" di US$0,2285 dan "bahu kanan" di US$0,30. Yang lebih mengkhawatirkan, harga DOGE telah menembus "garis leher" (neckline) dari pola ini, mengkonfirmasi potensi penurunan lebih lanjut. Indikator momentum lainnya seperti Relative Strength Index (RSI) dan Moving Average Convergence Divergence (MACD) juga konsisten menunjukkan pergerakan menurun, memperkuat prospek bearish.
Dengan kondisi teknikal dan fundamental yang kurang mendukung, terbuka peluang bagi DOGE untuk menguji level support krusial berikutnya di US$0,080. Level ini merupakan titik terendah yang dicapai pada Agustus tahun lalu, dan berjarak sekitar 35% lebih rendah dari harga saat ini.
Namun, para analis juga memberikan catatan penting: skenario bearish ini dapat dibatalkan jika Dogecoin berhasil menunjukkan kekuatan dan menembus level resistensi psikologis di US$0,15. Selama level tersebut belum tertembus, tekanan jual terhadap Dogecoin diperkirakan akan terus membayangi. Investor disarankan untuk tetap waspada dan memantau pergerakan harga dengan cermat, terutama menjelang akhir tahun 2025.
PENAFIAN RISIKO: Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi dan fluktuatif. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu. Artikel ini bersifat informatif dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto. Pastikan untuk melakukan riset mendalam sebelum berinvestasi.

