KabarTifa- Proyek blockchain inovatif, Aster, baru saja mengumumkan peluncuran resmi testnet publik untuk jaringan layer-1 (L1) miliknya, yang diberi nama Aster Chain. Langkah strategis ini sontak memicu lonjakan harga token ASTER hingga 17% dalam 24 jam terakhir, menempatkannya di kisaran $0,55. Peluncuran ini menandai babak baru bagi Aster dalam ambisinya membangun ekosistem blockchain yang dirancang khusus untuk mendukung perdagangan perpetual decentralized exchange (perp DEX) berkapasitas tinggi.
Tim pengembang Aster memproyeksikan peluncuran mainnet penuh pada Kuartal I (Q1) 2026. Target ambisius ini sejalan dengan tren peningkatan aktivitas perdagangan perp DEX on-chain yang dilaporkan terus mencetak rekor volume transaksi sepanjang tahun 2025.

Inti dari Aster Chain adalah desainnya sebagai blockchain layer-1 kustom yang berfokus pada penyediaan sistem perdagangan perpetual yang ultra-skalabel. Dalam pengumumannya, Aster menekankan bahwa jaringan ini juga dibekali fitur privasi canggih, bertujuan untuk mengoptimalkan efisiensi transaksi sekaligus memperkuat keamanan bagi para penggunanya.
Testnet yang kini tersedia secara publik ini mengundang komunitas dan pengembang untuk secara aktif menjajal infrastruktur Aster Chain sebelum fase mainnet tiba. Inisiatif ini hadir di tengah momentum pertumbuhan luar biasa volume perdagangan perpetual DEX, yang menurut laporan telah menembus angka triliunan dolar pada tahun 2025.
Lonjakan harga ASTER (ASTER/USDT) menjadi sorotan utama menyusul kabar gembira ini. Pada Jumat, 6 Februari 2026, data perdagangan menunjukkan ASTER diperdagangkan di kisaran $0,556, mencatat kenaikan impresif sebesar 17,05% dalam kurun waktu 24 jam. Sepanjang hari, harga ASTER sempat bergerak dinamis, mencapai titik terendah $0,415 dan puncaknya di $0,562. Dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,37 miliar, ASTER kini menduduki peringkat ke-49 di antara aset kripto populer, didukung oleh volume perdagangan 24 jam yang mencapai sekitar $301 juta.
Namun demikian, di balik euforia kenaikan harian ini, kinerja ASTER dalam rentang waktu menengah masih menunjukkan tren penurunan. Dalam 30 hari terakhir, ASTER tercatat melemah sekitar 25,24%, berlanjut dengan penurunan 41,39% dalam 60 hari, dan 46,93% selama 90 hari terakhir. Bahkan secara mingguan, token ini masih mencatat koreksi sekitar 8,14%.
Mengenai tokenomiknya, ASTER memiliki suplai beredar sebanyak 2,48 miliar token dari total suplai maksimum 8 miliar. Kapitalisasi pasar yang sepenuhnya terdilusi (fully diluted valuation/FDV) diperkirakan mencapai sekitar $4,43 miliar.
Peluncuran testnet ini menegaskan komitmen kuat Aster dalam membangun infrastruktur layer-1 yang kokoh untuk mendukung ekosistem perdagangan derivatif terdesentralisasi. Jika target peluncuran mainnet pada Q1 2026 berhasil direalisasikan, Aster Chain berpotensi besar menjadi salah satu pemain kunci di sektor blockchain khusus perp trading yang kini tengah berkembang pesat. Mengingat lonjakan minat terhadap perp DEX dan adopsi derivatif kripto on-chain, Aster Chain diproyeksikan akan menjadi proyek yang patut diperhitungkan pasar menjelang tahun 2026.
Pengamat industri menilai, strategi "First to List" untuk aset-aset yang sedang tren dapat menjadi cara efektif bagi platform DEX baru untuk merebut pangsa pasar. Selain itu, kompetisi perdagangan yang menawarkan insentif menarik juga terbukti mampu mendorong para trader untuk menjajal likuiditas dan fitur-fitur yang ditawarkan oleh suatu platform.
Editor: BobonSyah

