KabarTifa- Analis dan trader kripto kawakan, Justin Bennett, memberikan peringatan terkait potensi penurunan harga Bitcoin (BTC). Meskipun pergerakan pasar terlihat tenang, Bennett melihat potensi koreksi lebih lanjut dalam sebuah postingan di X (sebelumnya Twitter). Ia memprediksi Bitcoin bisa turun hingga US$ 103.000.
Berdasarkan grafik yang dibagikan, Bitcoin masih berada dalam channel menurun. Harga saat ini berada sedikit di atas support US$ 106.700, namun tekanan jual mulai terasa. Bennett menjabarkan dua skenario. Skenario bullish terjadi jika Bitcoin mampu bertahan dan memantul dari US$ 106.700 – US$ 106.000, yang berpotensi memicu reli hingga US$ 108.000. Namun, skenario bearish akan terjadi jika tekanan jual menembus level support tersebut, dengan target terdekat US$ 103.000, bahkan berpotensi turun lebih dalam ke US$ 98.000 jika volume meningkat.

Bennett sendiri mengaku berharap adanya pembelian jika harga mencapai US$ 103.000, namun ia masih ragu terhadap potensi retest level US$ 98.000 seperti bulan Juni lalu. "Kita lihat saja nanti," tulisnya. Data dari Coingecko pada Rabu (2/7/2025) pagi menunjukkan Bitcoin berada di angka US$ 105.696, turun 1,4 persen dalam 24 jam terakhir.
Disclaimer: Semua konten yang diterbitkan di kabartifa.id bertujuan informatif. Artikel ini bukan nasihat investasi atau saran trading. Investasi kripto memiliki risiko tinggi dan volatil. kabartifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan pembaca.
