KabarTifa- Konflik panas antara Presiden Donald Trump dan Elon Musk mengguncang pasar keuangan global, termasuk membuat harga Bitcoin ambles hingga menyentuh angka USD$101.000. Perseteruan yang bermula dari kritik Musk terhadap rencana pengeluaran besar-besaran Trump, langsung berlanjut ke adu argumen di media sosial. Trump mengancam akan membatalkan kontrak pemerintah dengan perusahaan-perusahaan milik Musk, seperti Tesla dan SpaceX. Musk tak tinggal diam, ia bahkan menyarankan agar Trump dicopot dari jabatannya.
Ketegangan politik AS yang meningkat ini memicu gelombang sentimen negatif di pasar. Para analis di media sosial menilai, konflik ini bukan sekadar perseteruan personal, melainkan berpotensi menimbulkan ketidakpastian kebijakan pemerintah. Musk, yang sebelumnya terlibat dalam program pemangkasan anggaran negara, kini berseberangan dengan rencana pengeluaran besar-besaran Trump. Ancaman pemutusan kontrak pemerintah dengan Tesla dan SpaceX menimbulkan kekhawatiran luas, mengingat peran vital kedua perusahaan tersebut dalam perekonomian AS.

Sentimen negatif ini langsung berdampak pada aset berisiko, termasuk Bitcoin. Investor mengambil sikap defensif, khawatir dengan arah fiskal AS dan potensi keretakan di Partai Republik. Ketidakpastian ini membuat Bitcoin tertekan. Situasi ini diperparah oleh potensi konflik yang berlarut-larut tanpa solusi.
Dari sisi teknikal, Bitcoin masih bertahan di sekitar USD$101.000. Namun, tekanan jual masih signifikan, terutama setelah terjadi likuidasi besar-besaran. Analis teknikal memprediksi, jika harga Bitcoin menembus level USD$100.000 atau USD$94.000, penurunan hingga USD$80.000 dalam beberapa hari mendatang sangat mungkin terjadi. Meskipun indikator Hash Ribbons menunjukkan sinyal positif setelah tekanan dari penambang mereda, pasar masih labil dan dipengaruhi oleh faktor eksternal. Volume perdagangan melemah dan volatilitas tetap tinggi, menunjukkan pasar masih mencari arah yang pasti.
Kesimpulannya, pergerakan Bitcoin saat ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor internal dan eksternal. Konflik politik AS yang belum mereda meningkatkan ketidakpastian, sehingga berpotensi menekan harga Bitcoin dan aset berisiko lainnya. Bagi trader dan investor, pengelolaan risiko yang ketat sangat penting di tengah situasi pasar yang fluktuatif.
Disclaimer: Artikel ini bertujuan informatif dan bukan merupakan saran investasi atau trading. Investasi di mata uang kripto memiliki risiko tinggi. Lakukan riset sebelum berinvestasi. kabartifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan Anda.
Editor: BobonSyah
