KabarTifa- Jelang rilis data Non-Farm Payrolls (NFP) dan laporan ketenagakerjaan AS, Bitcoin tampak lesu di kisaran $105.000, merosot dari puncaknya pekan lalu. Pasar tengah mencermati ekspektasi kebijakan suku bunga dan kondisi ketenagakerjaan, khususnya data NFP dan tingkat pengangguran.
Data ekonomi AS terbaru menunjukkan sektor tenaga kerja masih kuat. NFP publik naik signifikan ke 139.000, melampaui perkiraan 100.000 dan konsensus 110.000, bahkan lebih tinggi dari angka bulan sebelumnya (110.000). Sektor swasta juga menunjukkan penguatan dengan NFP Private mencapai 140.000, melampaui perkiraan dan angka bulan lalu. Tingkat pengangguran turun ke 4,2%, lebih baik dari ekspektasi 4,3%.

Namun, investor tetap waspada. Kekuatan data tenaga kerja berpotensi memicu reaksi hawkish dari The Fed, yang dapat meningkatkan volatilitas pasar kripto. Jika The Fed menilai ekonomi masih terlalu panas, suku bunga bisa dipertahankan lebih lama.
Secara teknikal, Bitcoin menghadapi tekanan jual setelah gagal menembus $109.000. Harga terkoreksi ke sekitar $106.000, menunjukkan melemahnya daya beli. Hambatan berada di sekitar $106.000. Penutupan candle di atas $106.500 berpotensi mendorong pemulihan ke $107.000 bahkan $108.000. Namun, di bawah $106.000, tekanan jual masih dominan. RSI menunjukkan pergeseran ke zona negatif, mengindikasikan kekuatan jual yang lebih besar.
Jika Bitcoin gagal mempertahankan dukungan di $105.000, target selanjutnya adalah $104.500, berpotensi mendorong penurunan ke $103.000 atau bahkan $102.000. Skenario terburuk bisa membawa Bitcoin kembali ke $100.000, level terakhir yang disentuh pada 23 Juni. Namun, struktur harga belum sepenuhnya bearish. Penembusan $106.700 dan melampaui zona $107.800 bisa mendorong apresiasi harga ke $109.000, tergantung respons pasar terhadap data FOMC dan pengangguran.
Saat ini, Bitcoin berada di antara $100.000 dan $109.000. Selama batas tersebut belum ditembus, pergerakan akan stagnan dalam konsolidasi besar, tanpa bull run. Bull run mungkin menunggu sentimen positif besar, seperti kebijakan pemerintah yang ekspansif dan ketenangan geopolitik.
Kesimpulannya, menjelang pengumuman FOMC dan data ketenagakerjaan, pasar kripto, khususnya Bitcoin, dalam kondisi siaga. Kekuatan data tenaga kerja AS bertolak belakang dengan ketidakpastian kebijakan The Fed. Bitcoin berada dalam tekanan, dengan batas penting di $106.000 dan dukungan krusial di $105.000. Kegagalan menembus batas atas atau mempertahankan batas bawah bisa memicu penurunan lebih lanjut ke $100.000. Malam ini akan menjadi penentu bagi pergerakan Bitcoin selanjutnya.
Disclaimer: Semua konten di kabartifa.id bertujuan informatif. Artikel di kabartifa.id bukan nasihat investasi atau saran trading. Lakukan riset sebelum berinvestasi dalam mata uang kripto karena aset ini volatil dan berisiko tinggi. kabartifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan Anda.
Iqbal Maulana
Penulis yang senang mengamati pergerakan dan pertumbuhan cryptocurrency. Memiliki pengalaman dalam beberapa kategori penulisan termasuk sosial, teknologi, dan finansial. Senang mempelajari hal baru dan bertemu dengan orang baru.
