KabarTifa- Pasar kripto kembali menguat setelah sebelumnya tertekan isu geopolitik. Lonjakan signifikan terjadi Senin (23/6/2025), dengan Bitcoin (BTC) berhasil menembus level kunci US$ 103.500. Analis ternama, Justin Bennett, melihat peluang besar menuju zona harga tertinggi sebelumnya (equal highs) sekitar US$ 110.000.
Dalam analisisnya di platform X, Bennett menyoroti area "single prints" dari ekspansi Senin lalu, sekitar US$ 103.400, yang belum sepenuhnya "dibersihkan". Ia menilai koreksi ke zona tersebut justru menjadi peluang beli. "Bitcoin mungkin turun ke US$ 102.500, tetapi saya tetap akan membeli jika itu terjadi," ujar Bennett.

"Single prints" mengacu pada area harga yang hanya disentuh sekali dalam profil volume, seringkali menjadi titik retest dalam pergerakan pasar. Zona US$ 103.400 dianggap sebagai area yang mungkin dikunjungi kembali sebelum melanjutkan tren naik.
Saat ini, BTC diperdagangkan di atas US$ 105.000, berupaya membentuk basis baru pasca lonjakan tajam dari support mingguan. Struktur harga menunjukkan potensi pola "cup and handle" kecil, dengan target breakout menuju US$ 110.000 – US$ 111.000 jika momentum berlanjut. "Level-level ini adalah equal highs dari pergerakan harga sebelumnya, area yang secara historis menjadi target likuidasi dan distribusi," jelas Bennett.
Jika terjadi pullback ke zona US$ 102.500 – US$ 103.500, banyak trader akan mengamati apakah pembeli masih memegang kendali. Bennett sendiri menyatakan akan tetap membeli selama struktur harga tidak rusak signifikan. "Bisa turun ke $102.500, tetapi saya akan menjadi pembeli jika terjadi penurunan," tegasnya.
Data terbaru Coingecko pada Rabu (25/6/2025) menunjukkan harga Bitcoin mencapai US$ 106.696, naik 1,6 persen dalam 24 jam terakhir.
[Gambar tweet Justin Bennett disertakan di sini]
Disclaimer: Semua konten di kabartifa.id bersifat informatif. Artikel ini bukan nasihat investasi atau saran trading. Investasi kripto berisiko tinggi dan volatil. kabartifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan Anda.
