Editor: BobonSyah
KabarTifa- Pekan ini, pasar kripto global kembali diwarnai gejolak signifikan. Ketika Bitcoin (BTC) terperosok ke jurang ‘Extreme Fear’ yang ditandai indeks ketakutan di angka 11, sektor kripto berbasis kecerdasan buatan (AI) justru tampil perkasa dengan lonjakan harga yang mencolok. Fenomena paradoks ini sontak memicu pertanyaan krusial di benak para investor: mengapa di tengah kepanikan pasar, aset AI justru berpesta?

Analisis mendalam dari Tim Research Tokocrypto menyoroti bahwa pasar kripto saat ini berada dalam tekanan multidimensi. Kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan anjlok sekitar 6% ke angka $2,30 triliun. Kejatuhan Bitcoin dari level dukungan psikologis $70.000, menurut Riset Kripto 9-13 Feb 2026, salah satunya dipicu oleh aliran besar sekitar 90.000 BTC dari penambang ke bursa seperti Binance. Aksi ini dilakukan untuk kebutuhan likuiditas operasional dan pengambilan untung.
Situasi diperparah oleh tingginya arus keluar kumulatif dari pemegang jangka panjang, mengindikasikan bahwa investor senior gencar melakukan profit taking secara masif. Hal ini menyebabkan redistribusi aset dan tekanan jual yang signifikan. Volatilitas Bitcoin bahkan melonjak ke 1.51, level tertinggi sejak 2022, mengonfirmasi adanya kepanikan jangka pendek yang luar biasa di pasar.
Menyikapi kondisi ‘Extreme Fear’ ini, Tim Research Tokocrypto menggarisbawahi pentingnya pertahanan modal sebagai prioritas utama. Investor disarankan untuk membatasi spekulasi dan menerapkan strategi scalping jangka pendek, mengingat prinsip ‘cash is king’ sangat relevan. Selain itu, aset dengan potensi unlock suplai besar, seperti STBL yang mencapai 57,7%, sebaiknya dihindari karena berisiko menciptakan tekanan jual. Sebaliknya, akumulasi pada proyek dengan inflasi rendah dapat menjadi pertimbangan.
Kripto AI Melawan Arus dengan Inovasi ERC-8004
Di tengah kelesuan pasar secara umum, data CoinGecko justru menunjukkan dominasi sektor kripto berbasis AI dalam daftar aset dengan return tertinggi selama tujuh hari terakhir. Lonjakan ini didorong oleh katalis kuat, salah satunya adalah aktivasi dan adopsi standar baru ERC-8004. Standar ini revolusioner karena memungkinkan AI Agent memiliki identitas dan reputasi on-chain yang terverifikasi.
Secara sederhana, ERC-8004 berfungsi layaknya "paspor dan rapor nilai" digital bagi agen AI di dalam ekosistem blockchain. Ini memungkinkan identitas, rekam jejak, dan kredibilitas agen AI diverifikasi secara aman dan lintas platform, membuka potensi baru untuk interaksi AI yang lebih terpercaya dan terdesentralisasi.
Narasi penguatan AI ini semakin solid berkat dukungan dari sejumlah jaringan besar seperti MegaETH, Linea, BNB Chain, dan OP Mainnet yang mulai mengadopsi standar tersebut. Dukungan infrastruktur lintas ekosistem ini memperkuat persepsi bahwa AI on-chain bukan sekadar tren sesaat, melainkan bagian integral dari pengembangan utilitas jangka panjang di industri blockchain. Tim Research Tokocrypto mengamati bahwa investor, baik ritel maupun institusi, mulai mengandalkan bot untuk pasar, dengan fokus pada sektor Moltbook dan Openclaw yang menawarkan eksposur pada narasi AI dan infrastruktur baru yang sedang berkembang.
Strategi di Tengah Ketidakpastian
Kesimpulannya, terjunnya Bitcoin ke level ‘Extreme Fear’ merupakan akibat kombinasi tekanan makro global, distribusi suplai on-chain, dan pelemahan teknikal. Likuiditas global yang mengetat turut mendorong investor untuk bersikap defensif dan memprioritaskan perlindungan modal.
Namun, di tengah badai tersebut, sektor kripto AI dan ekosistem infrastruktur baru justru mampu menguat berkat katalis inovatif seperti aktivasi dan adopsi standar ERC-8004 di berbagai ekosistem. Standar ini memungkinkan AI Agent memiliki identitas dan reputasi on-chain, didukung oleh infrastruktur besar seperti OP Mainnet, BNB Chain, dan pengembang Ethereum.
Meskipun sektor AI terlihat sedang berpesta, Tim Research Tokocrypto tetap menegaskan bahwa fase ‘Extreme Fear’ menuntut prioritas pada pertahanan modal dan pembatasan spekulasi. Pendekatan yang lebih relevan adalah menjaga likuiditas dan menerapkan strategi Dollar Cost Averaging (DCA) pada proyek berfundamental kuat, alih-alih mengejar lonjakan harga jangka pendek yang penuh risiko.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli. Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

