KabarTifa- Raksasa manajemen aset global, BlackRock, kembali membuat gebrakan signifikan di pasar kripto dengan secara resmi memperkenalkan produk exchange-traded fund (ETF) Ethereum berbasis staking pertamanya. Dinamai iShares Staked Ethereum Trust (ETHB), produk inovatif ini langsung menarik perhatian dengan volume perdagangan yang signifikan, mencapai sekitar US$15,5 juta pada hari debutnya.
Debut Menjanjikan di Tengah Lanskap Kripto yang Berkembang

Menurut laporan dari Cointelegraph, volume perdagangan ETHB yang mencatat sekitar 592.804 saham atau setara US$15,5 juta di Nasdaq, dianggap sebagai permulaan yang "sangat solid" oleh James Seyffart, seorang analis ETF dari Bloomberg. Angka ini mengindikasikan adanya minat institusional yang kuat terhadap instrumen investasi kripto yang lebih canggih.
Kendati demikian, performa debut ETHB ini masih sedikit di bawah capaian beberapa ETF staking Solana yang telah diluncurkan sebelumnya. Sebagai perbandingan, Bitwise Solana Staking ETF (BSOL) berhasil membukukan volume sekitar US$55,4 juta, sementara REX-Osprey SOL + Staking ETF (SSK) mencatat US$33,7 juta pada hari pertama peluncurannya tahun lalu.
Tim Riset Tokocrypto menyoroti pentingnya peluncuran ETHB. "Secara onchain dan pasar, peluncuran ETHB krusial karena menunjukkan adanya permintaan institusional untuk eksposur ETH yang sekaligus memungkinkan perolehan imbal hasil staking sekitar 4% per tahun," jelas mereka. Lebih lanjut, struktur biaya yang kompetitif, yakni 0,25% yang dapat dipangkas menjadi 0,12% untuk US$2,5 miliar AUM pertama, menjadikan produk ini sangat menarik bagi investor tradisional yang mencari eksposur ETH dengan potensi imbal hasil.
Inovasi ETF dengan Fitur Staking Terintegrasi
Berbeda dari ETF Ethereum tradisional, iShares Staked Ethereum Trust tidak hanya berinvestasi pada Ether (ETH) tetapi juga secara aktif melakukan staking aset tersebut di jaringan Ethereum. Ini berarti sebagian besar ETH yang dipegang oleh dana tersebut akan diamankan dalam jaringan blockchain untuk membantu proses validasi transaksi. Sebagai gantinya, dana tersebut akan mendapatkan hadiah staking yang diperkirakan mencapai 4% per tahun.
Portofolio ETF ini dirancang dengan komposisi 80% Ether yang di-stake dan 20% Ether yang tidak di-stake. Hadiah staking akan didistribusikan kepada investor setiap bulan, dengan proses staking yang difasilitasi oleh validator jaringan Ethereum terkemuka seperti Figment, Galaxy Digital, dan Attestant.
Memperkuat Dominasi BlackRock di Pasar Aset Digital
Peluncuran ETHB semakin memperkaya portofolio produk investasi kripto BlackRock. Sebelumnya, perusahaan ini telah meraih sukses besar dengan iShares Bitcoin Trust (IBIT) yang berhasil menarik aliran dana sekitar US$62,8 miliar, serta iShares Ethereum Trust (ETHA) dengan inflow US$11,9 miliar sejak diluncurkan pada tahun 2024.
ETHB sendiri memulai debutnya dengan total aset awal sekitar US$106,7 juta, dan menunjuk Coinbase sebagai kustodian penyimpanan aset yang terpercaya.
Biaya Kompetitif dan Rencana Ekspansi Masa Depan
BlackRock menetapkan biaya pengelolaan untuk ETHB sebesar 0,25%, namun menawarkan diskon menarik menjadi 0,12% selama tahun pertama untuk aset hingga US$2,5 miliar. Kebijakan ini menegaskan komitmen BlackRock untuk menarik investor dengan penawaran yang sangat kompetitif di pasar.
Tidak berhenti di situ, BlackRock juga dikabarkan sedang menggarap produk ETF Bitcoin Premium Income. ETF ini dirancang untuk menghasilkan pendapatan tambahan melalui penjualan opsi covered call pada kontrak futures Bitcoin, menandakan evolusi minat institusional terhadap strategi investasi kripto yang lebih canggih dan berpotensi menghasilkan imbal hasil.
Inisiatif ini secara keseluruhan menggarisbawahi peningkatan minat institusi keuangan global dalam mengembangkan produk investasi berbasis aset kripto, terutama yang menawarkan potensi imbal hasil tambahan seperti staking.
Untuk informasi terbaru seputar dunia kripto dan investasi, kunjungi kabartifa.id.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset, dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli. Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Editor: BobonSyah
