Editor: BobonSyah
KabarTifa- Pasar kripto kembali bergejolak setelah harga Ethereum (ETH) anjlok signifikan, tergelincir hingga menyentuh level psikologis $2.100. Penurunan drastis ini memicu kekhawatiran, terutama setelah data on-chain terbaru mengindikasikan adanya pergeseran sentimen yang mencolok, diduga kuat berasal dari kalangan investor institusional di Amerika Serikat.

Berdasarkan laporan dari Crypto Quant, sorotan utama tertuju pada Ethereum Coinbase Premium Index. Indikator krusial ini kini tercatat anjlok ke titik terendah sejak Juli 2022, periode di mana pasar kripto mengalami tekanan bearish yang mendalam. Penurunan tajam pada indeks ini secara langsung memicu spekulasi bahwa gelombang tekanan jual ETH saat ini didominasi oleh entitas institusional di AS, bukan sekadar aksi jual sporadis dari investor ritel global.
Coinbase Premium ETH Anjlok, Sinyal Tekanan Jual dari AS Menguat
Analisis mendalam menunjukkan bahwa rata-rata pergerakan 30 hari dari Coinbase Premium Index Ethereum telah mencapai titik terendah sejak pasar bearish 2022. Indeks ini berfungsi sebagai barometer yang mengukur disparitas harga antara ETH/USD di Coinbase Pro – platform yang kerap menjadi cerminan aktivitas institusi AS – dengan ETH/USDT di Binance, yang lebih merepresentasikan pasar ritel global.
Ketika indeks ini menunjukkan nilai negatif, itu berarti harga ETH di Coinbase diperdagangkan lebih rendah dibandingkan di Binance. Fenomena ini mengisyaratkan adanya tekanan jual yang masif di pasar Amerika Serikat, di mana para pelaku pasar di Coinbase rela melepas ETH mereka dengan harga diskon dibanding harga di pasar global.
Data ini semakin memperkuat dugaan bahwa investor institusional di Amerika Serikat sedang gencar melakukan strategi "de-risking", yaitu mengurangi eksposur risiko secara agresif. Kontrasnya, investor ritel di seluruh dunia justru terlihat lebih cenderung untuk mempertahankan aset mereka, atau bahkan memanfaatkan momen koreksi ini untuk melakukan akumulasi pembelian.
Terendah Sejak 2022: Bearish Berlanjut atau Sinyal Kapitulasi?
Kondisi pasar saat ini membuka dua skenario utama. Skenario pertama, momentum bearish bisa saja berlanjut lebih lama. Ini terjadi jika permintaan dari investor AS, yang selama ini sering menjadi motor penggerak reli kripto, terus menghilang. Apabila tekanan jual dari institusi terus berlanjut, prospek pemulihan harga ETH dalam waktu dekat akan sangat terbatas.
Namun, ada pula skenario kedua yang bersifat kontrarian. Penurunan ekstrem pada Coinbase Premium sering kali menjadi indikator fase "kapitulasi", di mana tekanan jual mencapai puncaknya dan para pelaku pasar besar mulai kehabisan pasokan untuk dijual. Secara historis, kondisi semacam ini justru kerap menjadi sinyal terbentuknya titik terendah lokal sebelum harga kembali bangkit. Di tengah ketidakpastian ini, level $2.100 kini menjadi garis pertahanan penting, baik secara teknikal maupun psikologis.
Pemulihan ETH Tergantung Normalisasi Premium AS
Para analis sepakat bahwa pembalikan tren yang berkelanjutan bagi Ethereum hanya akan terwujud jika Coinbase Premium kembali ke level normal atau bahkan berbalik positif. Selama investor AS masih aktif menjual ETH dengan harga diskon dibandingkan pasar global, potensi kenaikan harga akan tetap terhambat. Dengan kata lain, pemulihan signifikan ETH akan sulit terjadi sebelum tekanan jual dari institusi Amerika Serikat mereda.
Tim Riset Tokocrypto menggarisbawahi, "Secara historis, premi negatif ekstrem sering menjadi penanda fase kapitulasi akhir atau sinyal beli kontrarian. Namun, untuk pemulihan yang langgeng, permintaan dari institusi AS harus kembali positif. Selama premi tetap negatif, momentum kenaikan harga akan sangat terbatas."
Untuk informasi lebih lanjut mengenai dinamika pasar kripto dan berita terkini, Anda dapat mengunjungi kabartifa.id.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi. Segala keputusan investasi adalah tanggung jawab penuh Anda. Artikel ini bersifat informatif dan bukan ajakan untuk membeli atau menjual aset kripto.

