Editor: BobonSyah
KabarTifa- Harga Ethereum (ETH) kembali menarik perhatian pasar setelah berhasil bertahan di atas level psikologis US$2.000. Spekulasi mengenai potensi "short squeeze" semakin menguat di tengah lonjakan aktivitas perdagangan derivatif yang signifikan, memicu pertanyaan apakah ini sinyal bullish kuat atau justru jebakan likuidasi.

Saat ini, ETH diperdagangkan di sekitar US$2.059, menunjukkan ketahanan setelah sempat menguji area resistensi krusial di kisaran US$2.000. Peningkatan drastis dalam posisi leverage dan arus dana ke bursa derivatif mengindikasikan bahwa para trader mungkin sedang menargetkan likuiditas short yang terkonsentrasi di atas harga saat ini, berpotensi memicu volatilitas tinggi dalam waktu dekat.
Arus Dana Derivatif Melonjak Drastis
Data dari CryptoQuant, seperti yang dilaporkan Cointelegraph, menunjukkan adanya arus masuk bersih sekitar 110.343 ETH ke bursa derivatif pada 7 Maret. Lonjakan ini tercatat sebagai salah satu yang terbesar sepanjang tahun 2024. Fenomena serupa pada 6 Februari lalu sempat mendorong kenaikan harga ETH sekitar 13% dari titik terendah tahunan di US$1.736.
Namun, sejarah juga mencatat bahwa lonjakan arus dana ke bursa derivatif tidak selalu berakhir dengan kenaikan harga; beberapa kasus justru diikuti oleh periode volatilitas tajam atau koreksi jangka pendek. Tim Riset Tokocrypto menyoroti, secara on-chain dan derivatif, area di atas harga saat ini tampak penuh dengan likuiditas short yang bisa menjadi bahan bakar reli jangka pendek jika berhasil ditembus. "Namun, selama penembusan itu belum dikonfirmasi dengan volume dan momentum yang kuat, ETH tetap berada di fase rawan fakeout antara squeeze teknikal dan tekanan tren yang belum sepenuhnya pulih," jelas tim riset tersebut.
Rasio Leverage Sentuh Rekor Baru
Selain arus masuk dana, rasio leverage Ether juga meningkat ke level tertinggi baru, mencapai sekitar 0,78. Indikator ini mengukur perbandingan antara open interest di pasar derivatif dengan cadangan ETH di bursa. Nilai yang tinggi secara inheren memperbesar potensi pergerakan harga, mengingat likuidasi posisi leverage dapat memicu efek berantai jika pasar bergerak tajam, baik naik maupun turun.
Zona Likuiditas Menjadi Target Utama
Secara teknikal, ETH saat ini masih bergerak dalam rentang bulanan antara sekitar US$1.800 hingga US$2.000 setelah mengalami penolakan di sekitar US$2.150 pada pekan lalu. Namun, upaya pemulihan terlihat setelah harga sempat menyentuh area likuiditas di sekitar US$1.908. Perhatian pasar kini tertuju pada zona suplai krusial antara US$2.050 hingga US$2.100. Jika ETH berhasil menembus area ini dan menjadikannya sebagai support baru, peluang kenaikan lebih lanjut terbuka lebar.
Data dari CoinGlass juga memperkuat narasi ini, menunjukkan konsentrasi likuidasi posisi short yang cukup besar di atas harga saat ini. Sekitar US$273 juta posisi short terakumulasi di sekitar level US$2.030. Zona ini seringkali menjadi magnet bagi pergerakan harga, sebab likuidasi posisi short dapat memicu pembelian paksa, yang pada gilirannya mempercepat momentum kenaikan.
Level Kunci Menurut Analis
Analis kripto Cyril-DeFi menyebut area US$1.900 hingga US$2.000 sebagai level penting yang dapat menentukan arah pergerakan berikutnya. "Dalam beberapa siklus sebelumnya, setiap kali harga ETH menyentuh garis tren naik jangka panjang di area tersebut, pasar cenderung mengalami rebound yang kuat," ujarnya. Jika ETH mampu bertahan di atas level tersebut dan menembus area resistensi di atasnya, target berikutnya yang mulai diperhatikan pasar berada di sekitar US$2.150 hingga US$2.500.
Namun, dengan tingginya penggunaan leverage di pasar derivatif, pergerakan harga Ether juga berpotensi menjadi lebih volatil dalam waktu dekat. Investor disarankan untuk tetap waspada dan melakukan riset mendalam.
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli. Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

