KabarTifa- Jakarta – Ethereum (ETH), aset kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, kembali menarik perhatian investor dan analis setelah berhasil menunjukkan ketahanan signifikan. Setelah memantul kuat dari level support krusial $1.817, kini seluruh mata tertuju pada ambang batas $2.200 yang dipandang sebagai penentu arah pergerakan selanjutnya. Akankah ini menjadi awal reli panjang atau hanya jeda sesaat?
Pemantulan harga dari $1.817 ini bukan sekadar pergerakan biasa. Ini mengindikasikan adanya minat beli yang kuat di zona tersebut, berfungsi sebagai fondasi pemulihan jangka pendek setelah tekanan jual yang sempat melanda pasca-puncak harga di akhir tahun 2025. Di tengah volatilitas pasar kripto yang kerap membuat altcoin lain goyah, Ethereum justru menonjolkan stabilitas fundamentalnya, terutama berkat aktivitas jaringan dan ekosistem keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang tetap dinamis.

Analisis Teknis: $2.200 sebagai Titik Penentu
Analis pasar kini sepakat bahwa level $2.200 adalah "zona make or break" bagi ETH. Dikenal sebagai area likuiditas padat, di sinilah konsentrasi order beli dan jual dalam jumlah besar berkumpul. Reaksi harga di titik ini akan menjadi barometer utama untuk memprediksi pergerakan Ethereum selanjutnya. Laporan dari Coincu juga menyoroti bahwa penembusan yang meyakinkan di level ini dapat membuka jalan bagi reli substansial.
Jika Ethereum berhasil menembus dan mempertahankan posisinya di atas $2.200, terutama dengan dukungan volume perdagangan yang signifikan, maka struktur teknikalnya berpotensi beralih ke tren bullish jangka menengah. Para ahli memproyeksikan target kenaikan berikutnya bisa mencapai kisaran $2.500 hingga $2.600. Namun, jika ETH gagal menembus resistensi ini, skenario konsolidasi lanjutan atau pergerakan sideways yang lebih lama mungkin tak terhindarkan, membuat pasar menunggu katalis baru.
Fundamental Ethereum Tetap Kokoh di Tengah Koreksi
Menariknya, di balik gejolak harga yang sempat terkoreksi, fundamental jaringan Ethereum tetap kokoh. Data terbaru menunjukkan Total Value Locked (TVL) Ethereum stabil di angka $57,28 miliar. Angka ini menegaskan dominasinya sebagai pilar utama ekosistem DeFi global, mencerminkan kepercayaan kuat dari pengguna dan pengembang. Selain itu, jumlah alamat aktif Ethereum juga menunjukkan pertumbuhan impresif, mencapai sekitar 906.700. Ini menandakan aktivitas transaksi, penggunaan dApps, serta interaksi DeFi dan NFT terus berlangsung secara konsisten, menunjukkan utilitas jaringan yang tinggi.
Tim Riset Tokocrypto mengidentifikasi fenomena ini sebagai "divergensi positif" antara harga dan utilitas jaringan. "Meskipun harga ETH mengalami koreksi dari puncaknya di akhir tahun 2025, kami melihat aktivitas pengguna justru menunjukkan pertumbuhan yang solid. Ini adalah indikasi kuat bahwa ekosistem DeFi dan aplikasi yang dibangun di atas Ethereum tetap ramai digunakan dan relevan," jelas perwakilan Tim Riset Tokocrypto. Divergensi semacam ini sering dianggap sebagai sinyal awal pembentukan dasar harga, di mana fundamental yang kuat dapat menjadi landasan bagi pemulihan harga jangka menengah hingga panjang.
Volume Perdagangan: Kunci Konfirmasi Tren
Namun, prospek cerah ini tidak lepas dari satu faktor krusial: volume perdagangan. Tim Riset Tokocrypto menegaskan bahwa lonjakan volume yang signifikan, idealnya di atas $20 miliar, sangat dibutuhkan untuk mengonfirmasi validitas penembusan di atas $2.200. "Tanpa dukungan volume yang kuat, setiap kenaikan harga berisiko menjadi false breakout dan rentan terhadap tekanan jual lanjutan," kata mereka, mengingatkan para trader untuk tetap berhati-hati.
Singkatnya, Ethereum kini berada di persimpangan jalan yang krusial. Rebound dari $1.817 telah membuka pintu bagi potensi reli, namun gerbang $2.200 adalah ujian sesungguhnya untuk mengonfirmasi perubahan tren. Di sisi lain, fundamental jaringan yang solid, didukung oleh TVL yang besar dan pertumbuhan alamat aktif, menyediakan landasan kuat untuk pemulihan jangka menengah. Bagi investor dan trader, kunci keberhasilan terletak pada kombinasi analisis teknikal dan data on-chain. Jika ETH berhasil memanfaatkan momentum ini dengan penembusan yang didukung volume masif, maka target $2.600 bukan lagi sekadar impian. Namun, kewaspadaan tetap menjadi prioritas selama aset ini masih berjuang di bawah zona likuiditas penting tersebut.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli. Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Editor: BobonSyah

