KabarTifa- Jaringan Ethereum bersiap menghadapi era baru dengan konfirmasi peluncuran upgrade ambisius bertajuk ‘Glamsterdam’ pada paruh pertama tahun 2026. Pembaruan ini digadang-gadang sebagai langkah strategis untuk memperkuat desentralisasi, meningkatkan efisiensi eksekusi node, serta melipatgandakan kapasitas throughput jaringan.
Berdasarkan laporan yang diterima KabarTifa.id pada Jumat (20/2), tiga pilar utama Glamsterdam meliputi implementasi ePBS (Enshrined Proposer-Builder Separation), pengenalan BALs (Block-Level Access Lists), dan rencana kenaikan gas limit hingga 100 juta. Kombinasi ketiganya diproyeksikan membawa perubahan fundamental pada cara blok diproduksi dan dieksekusi di jaringan Ethereum.

ePBS: Memperkuat Desentralisasi dan Anti-Sensor
Salah satu fitur paling krusial dalam Glamsterdam adalah ePBS, atau Enshrined Proposer-Builder Separation. Konsep ini bertujuan memindahkan mekanisme pemisahan antara pembuat blok (builder) dan pengusul blok (proposer) langsung ke dalam protokol inti Ethereum. Selama ini, skema pemisahan tersebut banyak bergantung pada solusi eksternal seperti relay MEV (Maximal Extractable Value), yang menimbulkan kekhawatiran sentralisasi dan potensi sensor transaksi.
Dengan mengintegrasikan mekanisme ini secara native ke dalam protokol, Ethereum bertekad menciptakan alur distribusi MEV yang lebih transparan, terstandarisasi, dan kebal terhadap praktik sensor. Tim Riset Tokocrypto menyoroti pentingnya langkah ini, menyatakan bahwa Glamsterdam adalah "tonggak krusial untuk memperkuat kedaulatan dan resistensi sensor Ethereum," sekaligus meningkatkan kapasitas jaringan secara signifikan.
BALs: Optimasi Eksekusi Node untuk Efisiensi Maksimal
Selain ePBS, Glamsterdam juga menghadirkan BALs (Block-Level Access Lists), sebuah fitur yang bertujuan mengoptimalkan efisiensi eksekusi transaksi. BALs memfasilitasi node untuk mengidentifikasi data dan status yang relevan dalam suatu blok dengan lebih cepat, secara signifikan mengurangi beban komputasi dan meningkatkan performa sinkronisasi.
Bagi operator node dan validator, implementasi BALs diperkirakan akan mengurangi latensi eksekusi transaksi, meningkatkan stabilitas jaringan, serta berpotensi menekan biaya operasional infrastruktur. Langkah ini sejalan dengan visi Ethereum untuk menjaga keseimbangan antara skalabilitas dan desentralisasi.
Gas Limit 100 Juta: Dorong Throughput Jaringan Lebih Tinggi
Poin krusial lainnya adalah rencana peningkatan gas limit hingga 100 juta. Jika terealisasi, angka ini akan secara drastis meningkatkan jumlah transaksi atau operasi smart contract yang dapat diproses dalam satu blok. Implikasinya adalah throughput jaringan yang jauh lebih tinggi, potensi penurunan kemacetan (congestion), dan biaya transaksi yang lebih stabil di tengah volume trafik tinggi.
Namun demikian, peningkatan kapasitas ini akan diimbangi dengan optimasi teknis agar tidak membebani node dengan spesifikasi rendah. Di sinilah peran BALs menjadi semakin relevan, memastikan bahwa peningkatan kapasitas tidak mengorbankan stabilitas atau desentralisasi.
Dampak Terhadap Ekosistem dan Kepercayaan Investor
Secara fundamental, pengumuman Glamsterdam menegaskan komitmen Ethereum untuk terus berinovasi dan mempertahankan posisinya sebagai jaringan smart contract terbesar di dunia. Bagi investor dan pelaku industri, fokus pada desentralisasi dan ketahanan sensor adalah sinyal positif, terutama di tengah meningkatnya pengawasan regulasi global terhadap aktivitas blockchain.
Meskipun dampak harga ETH jangka pendek masih bergantung pada dinamika pasar kripto secara keseluruhan, roadmap yang jelas menuju paruh pertama 2026 berpotensi memperkuat kepercayaan jangka panjang terhadap ekosistem Ethereum.
Menuju Ethereum yang Lebih Tangguh dan Skalabel
Upgrade Glamsterdam bukan sekadar upgrade teknis; ini adalah cerminan evolusi berkelanjutan Ethereum: dari sekadar platform smart contract menjadi infrastruktur keuangan terdesentralisasi yang semakin matang secara teknis dan institusional. Dengan kombinasi ePBS, BALs, dan gas limit yang ditingkatkan, Ethereum tidak hanya berupaya meningkatkan performa, tetapi juga memperkokoh prinsip dasar desentralisasi dan ketahanan terhadap sensor.
Jika implementasinya berjalan sesuai rencana, Glamsterdam berpotensi menjadi salah satu transformasi paling signifikan dalam sejarah Ethereum—membentuk fondasi jaringan yang lebih efisien, adil, dan skalabel untuk tahun-tahun mendatang.
Editor: BobonSyah
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset, dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.

