Editor: BobonSyah
KabarTifa- Dunia kripto kembali diguncang oleh sebuah migrasi besar yang berpotensi mengubah lanskap ekosistem blockchain. Token Coreum dan Sologenic secara resmi bertransformasi menjadi satu entitas baru, token TX, pada 6 Maret 2026. Langkah ini, sebagaimana dilaporkan Coinmarketcal, menandai babak baru yang krusial bagi kedua proyek blockchain yang kini bersatu di bawah bendera TX, dengan harapan meningkatkan utilitas jaringan dan memperbaiki model ekonomi token secara keseluruhan.

Salah satu poin paling mengejutkan dari peluncuran ini adalah jumlah pasokan beredar awal (circulating supply) yang hanya mencapai 1,9 miliar token TX. Angka ini jauh di bawah spekulasi liar yang sempat beredar di komunitas kripto, yang menyebutkan pasokan token baru tersebut bisa mencapai 100 miliar unit. Klarifikasi ini sontak membawa kelegaan bagi banyak investor dan pengamat pasar.
Klarifikasi Tokenomics: Membantah Rumor 100 Miliar
Sebelum pengumuman resmi Token Generation Event (TGE), komunitas kripto sempat diramaikan dengan berbagai spekulasi mengenai tokenomics TX. Rumor pasokan 100 miliar TX telah memicu kekhawatiran serius akan potensi tekanan jual masif di pasar, yang dapat berujung pada inflasi token. Namun, data terkini setelah TGE membantah desas-desus tersebut, membawa kejelasan yang sangat dinanti.
Tim riset Tokocrypto menyoroti bahwa klarifikasi ini menjadi faktor penting yang dapat memperbaiki sentimen investor terhadap proyek. "FUD (Fear, Uncertainty, Doubt) mengenai supply 100 miliar telah terbantahkan. Dengan pasokan awal yang jauh lebih rendah, tekanan jual (supply overhang) berkurang drastis," ungkap tim tersebut. Mereka menambahkan, "Struktur vesting 7 tahun untuk Programmatic Supply Emissions (PSE) menunjukkan komitmen jangka panjang tim terhadap stabilitas ekosistem TX." Dengan pasokan awal yang lebih kecil, potensi tekanan jual dalam fase awal perdagangan dapat ditekan, memberikan peluang bagi harga token untuk berkembang lebih stabil.
Skema Vesting 7 Tahun untuk Stabilitas Jangka Panjang
Selain pasokan awal yang terkendali, proyek TX juga memperkenalkan skema vesting jangka panjang yang ketat untuk distribusi sisa token. Sisa emisi token, yang dikenal sebagai Programmatic Supply Emissions (PSE), tidak akan dilepas ke pasar secara instan. Sebaliknya, token tersebut akan didistribusikan secara bertahap melalui periode vesting selama 7 tahun, atau sekitar 84 bulan.
Pendekatan ini dirancang untuk menjaga keseimbangan antara likuiditas pasar dan stabilitas harga. Model vesting jangka panjang semakin banyak diadopsi oleh proyek blockchain modern karena dinilai mampu mengurangi risiko "dump" token dalam jumlah besar, sekaligus memberikan insentif jangka panjang bagi tim pengembang dan investor awal untuk terus mendukung pertumbuhan ekosistem.
Integrasi Mendalam Coreum dan Sologenic di Bawah TX
Migrasi ke token TX juga membuka pintu integrasi yang lebih dalam antara teknologi yang sebelumnya dikembangkan oleh Coreum dan Sologenic. Coreum dikenal sebagai blockchain layer-1 berkinerja tinggi yang dirancang untuk mendukung aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi), smart contract, serta tokenisasi aset digital. Di sisi lain, Sologenic memiliki fokus kuat pada tokenisasi aset dunia nyata (Real World Assets/RWA) dan integrasi dengan sistem keuangan tradisional.
Dengan bersatunya kedua kekuatan ini, token TX diproyeksikan menjadi tulang punggung ekosistem baru yang komprehensif. Ekosistem ini diharapkan dapat menghubungkan berbagai layanan blockchain, mulai dari DeFi, tokenisasi aset, hingga aplikasi finansial berbasis blockchain yang lebih luas.
Reaksi Pasar dan Prospek ke Depan
Peluncuran token TX menjadi salah satu sorotan penting dalam kalender kripto awal Maret 2026. Bagi investor dan komunitas blockchain, kejelasan tokenomics, terutama pasokan awal yang jauh lebih rendah dari rumor, telah memperbaiki sentimen pasar. Klarifikasi mengenai pasokan awal serta skema vesting jangka panjang memberikan sinyal bahwa tim pengembang berupaya menjaga stabilitas ekonomi token.
Namun, seperti banyak proyek kripto lainnya, keberhasilan jangka panjang token TX tidak hanya bergantung pada struktur tokenomics yang solid, tetapi juga pada tingkat adopsi dan utilitas nyata dalam ekosistemnya. Jika integrasi antara teknologi Coreum dan Sologenic mampu menghasilkan aplikasi yang menarik bagi pengguna dan pengembang, token TX berpotensi mendapatkan momentum baru di pasar kripto yang kompetitif. Sebaliknya, tanpa pertumbuhan aktivitas jaringan yang signifikan, peluncuran token baru ini bisa saja hanya menjadi momentum sementara di tengah dinamika industri blockchain yang sangat kompetitif.
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset, dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

