KabarTifa- Seorang investor kripto harus gigit jari setelah kehilangan 783 Bitcoin, senilai US$91 juta saat kejadian. Kejadian ini terungkap berkat laporan dari pengamat blockchain ternama, ZachXBT, yang menyebutkan investor tersebut menjadi korban social engineering pada Selasa lalu. Informasi ini dihimpun dari kabartifa.id.
Dalam unggahan Telegram-nya, ZachXBT menjelaskan bahwa korban dihubungi oleh oknum yang mengaku sebagai staf dukungan pelanggan dari sebuah perusahaan dompet hardware dan bursa kripto ternama. Identitas perusahaan yang ditiru pelaku sengaja dirahasiakan. Menariknya, dengan penurunan harga Bitcoin beberapa hari terakhir, nilai kerugian saat ini diperkirakan telah turun menjadi sekitar US$88 juta.

Dana Dilacak, Pelaku Gesit Sembunyikan Jejak
ZachXBT mencatat, pelaku langsung memindahkan dana curian ke Wasabi Wallet, layanan mixing Bitcoin yang prioritaskan privasi. Layanan ini diketahui telah menghentikan operasinya untuk pengguna Amerika sejak tahun lalu. Setelah itu, dana tersebut dipecah ke beberapa dompet digital untuk mempersulit penelusuran.
Kasus ini bukan yang pertama. Setahun sebelumnya, tiga pelaku diduga mencuri 4.064 BTC senilai US$243 juta dengan cara serupa. Dua dari pelaku kemudian ditangkap di Florida setelah menggunakan uang hasil kejahatan untuk membeli barang mewah seperti mobil, jam tangan, dan properti. Mereka menyamar sebagai staf Google Support untuk membujuk korban mengubah pengaturan autentikasi dua faktor.
Ancaman Social Engineering: Bahaya yang Tak Terlihat
Social engineering menjadi ancaman serius di dunia kripto. Modus operandinya beragam, mulai dari SIM swapping—yakni membujuk operator seluler untuk mengalihkan nomor korban ke pelaku—hingga teknik phising yang lebih kompleks.
Kasus serupa juga pernah terjadi pada tahun 2024, di mana seorang staf SEC menjadi korban SIM Swap, mengakibatkan akun X regulator tersebut salah mengumumkan persetujuan ETF Bitcoin Spot di Amerika. Pelaku dijatuhi hukuman 14 bulan penjara. Bahkan pencari kerja pun tak luput dari incaran. Pada Februari 2025, Bleeping Computer melaporkan grup hacker Crazy Evil membuat perusahaan kripto palsu untuk menjebak pelamar dan mencuri aset digital mereka.
FBI telah mengeluarkan peringatan sejak April 2024 terkait maraknya social engineering scam, termasuk impersonasi karyawan, call forwarding, dan phising. Meski edukasi publik gencar dilakukan, kasus terbaru ini membuktikan betapa bahayanya manipulasi psikologis di dunia kripto.
Disclaimer: Artikel ini bertujuan informatif. Konten di kabartifa.id bukan nasihat investasi atau saran trading. Investasi kripto berisiko tinggi. Lakukan riset sebelum berinvestasi. kabartifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan Anda.

