Editor: BobonSyah
KabarTifa- Pasokan Ethereum (ETH) di bursa kripto terbesar dunia, Binance, dilaporkan anjlok ke level terendah sejak Agustus 2024. Fenomena ini, yang terungkap dari data on-chain terbaru, memicu spekulasi luas di kalangan investor mengenai potensi lonjakan harga ETH dalam waktu dekat, seiring dengan indikasi melemahnya tekanan jual dan meningkatnya kecenderungan untuk menyimpan aset dalam jangka panjang.

Menurut laporan analisis on-chain yang diterima KabarTifa.id pada Rabu (18/2), berkurangnya cadangan ETH di bursa global ini telah menyuntikkan optimisme baru di tengah konsolidasi harga Ethereum dalam beberapa pekan terakhir.
Apa Arti Penurunan Suplai ETH di Bursa?
Dalam dunia analisis on-chain, suplai aset kripto yang tersimpan di bursa sering digunakan sebagai indikator sentimen pasar yang krusial. Ketika investor memindahkan aset mereka dari bursa ke dompet pribadi (self-custody), ini biasanya menandakan niat kuat untuk menyimpan (holding) aset tersebut dalam jangka panjang, bukan untuk menjualnya dalam waktu dekat. Sebaliknya, peningkatan suplai di bursa umumnya mengindikasikan potensi tekanan jual yang lebih tinggi, karena aset tersebut lebih siap untuk diperdagangkan.
Tim Riset Tokocrypto, dalam analisisnya, menegaskan, "Penurunan suplai bursa adalah indikator on-chain bullish klasik. Jika permintaan terus meningkat sementara suplai di bursa tetap rendah, kondisi ini akan menciptakan kelangkaan yang berpotensi memicu kenaikan harga signifikan." Dengan suplai ETH di Binance kini berada di level terendah dalam beberapa bulan terakhir, pasar mulai berspekulasi mengenai kemungkinan fase akumulasi yang lebih luas.
Binance Sebagai Barometer Likuiditas Global
Sebagai bursa kripto dengan volume perdagangan terbesar secara global, Binance sering dijadikan barometer utama bagi likuiditas pasar. Pergerakan suplai ETH di platform ini dapat mencerminkan dinamika yang lebih luas di seluruh ekosistem Ethereum.
Penurunan cadangan di Binance bisa disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya:
- Aksi Investor Institusional: Banyak investor institusional memindahkan ETH ke cold wallet untuk penyimpanan jangka panjang yang lebih aman.
- Peningkatan Aktivitas Staking: Pasca-implementasi mekanisme proof-of-stake Ethereum, aktivitas staking meningkat pesat, yang memerlukan pemindahan aset keluar dari bursa.
- Lonjakan Penggunaan DeFi dan Layer-2: Perkembangan pesat aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan solusi layer-2 juga mendorong investor untuk memindahkan ETH mereka ke ekosistem ini.
- Permintaan Utilitas ETH: Dengan semakin berkembangnya ekosistem Ethereum, mulai dari staking hingga tokenisasi aset dunia nyata (Real World Assets – RWA), permintaan terhadap ETH sebagai aset utilitas terus meningkat.
Efek Kelangkaan dan Dinamika Permintaan
Secara teori ekonomi, harga ditentukan oleh interaksi antara penawaran dan permintaan. Ketika suplai yang tersedia untuk diperdagangkan menurun, sementara permintaan tetap stabil atau bahkan meningkat, potensi kenaikan harga menjadi lebih besar.
Dalam konteks Ethereum, beberapa faktor yang berpotensi meningkatkan permintaan antara lain pertumbuhan sektor DeFi yang berkelanjutan, peningkatan adopsi layer-2 yang masif, integrasi RWA yang menjanjikan, dan potensi arus masuk ETF berbasis ETH di beberapa yurisdiksi. Jika tren penurunan suplai di bursa ini bertahan dan disertai peningkatan volume pembelian, skenario bullish untuk Ethereum dapat semakin menguat.
Apakah Ini Awal Fase Akumulasi?
Penurunan suplai di bursa sering kali muncul menjelang fase kenaikan harga signifikan dalam siklus pasar sebelumnya. Namun, penting untuk dicatat bahwa indikator on-chain tidak berdiri sendiri. Faktor eksternal seperti kondisi makroekonomi global, kebijakan suku bunga, serta pergerakan harga Bitcoin, masih memiliki pengaruh besar terhadap sentimen pasar secara keseluruhan.
Meskipun demikian, kombinasi antara suplai bursa yang menyusut dan fundamental jaringan Ethereum yang terus berkembang memberikan dasar yang lebih solid bagi narasi bullish jangka panjang, melampaui sekadar spekulasi jangka pendek.
Risiko yang Perlu Diperhatikan
Meski indikator suplai menunjukkan sinyal positif, volatilitas pasar kripto tetap tinggi. Lonjakan harga yang terlalu cepat tanpa dukungan volume yang kuat dapat memicu koreksi tajam. Selain itu, pergeseran suplai tidak selalu berarti pengurangan tekanan jual permanen. Dalam kondisi pasar tertentu, investor bisa saja memindahkan aset kembali ke bursa untuk merealisasikan keuntungan.
Karena itu, investor disarankan untuk memantau kombinasi indikator lain seperti volume perdagangan, open interest derivatif, serta data arus masuk dan keluar bursa secara keseluruhan, untuk mendapatkan gambaran pasar yang lebih komprehensif.
Turunnya pasokan Ethereum di Binance ke level terendah sejak Agustus 2024 merupakan salah satu sinyal on-chain paling menarik dalam beberapa bulan terakhir. Secara historis, kondisi ini kerap mendahului fase kenaikan harga, terutama jika diiringi peningkatan permintaan yang signifikan.
Apakah ini awal dari reli baru Ethereum? Jawabannya akan sangat bergantung pada dinamika keseimbangan suplai dan permintaan dalam beberapa pekan dan bulan mendatang. Namun, satu hal yang jelas: indikator kelangkaan mulai menguat, dan pasar kini mencermati setiap pergerakan ETH dengan lebih serius.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset, dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.

