Editor: BobonSyah
KabarTifa- Produk Exchange Traded Fund (ETF) spot Solana (SOL) kembali menjadi pusat perhatian di pasar finansial. Di tengah tekanan harga yang signifikan pada aset kripto SOL, ETF-nya justru mencatat arus dana masuk yang kuat, memicu pertanyaan besar di kalangan analis dan investor: dari mana sebenarnya sumber permintaan yang tak terduga ini berasal?

Sejak awal tahun, harga Solana telah anjlok lebih dari 31%. Bahkan, sejak peluncuran ETF Solana pada Juli 2025, nilai SOL telah merosot tajam sekitar 57%. Namun, fenomena ini tidak menghalangi produk ETF berbasis Solana untuk terus memikat investor, sebuah kondisi yang dianggap anomali oleh banyak pihak.
Arus Dana ETF Solana yang Membingungkan
Analis ETF senior Bloomberg, Eric Balchunas, mengungkapkan bahwa ETF spot Solana telah mengumpulkan sekitar US$1,5 miliar dalam arus masuk sejak diluncurkan. Ia menilai angka ini luar biasa, terutama jika mempertimbangkan kondisi harga SOL yang terus melemah. Balchunas bahkan membandingkan, jika disesuaikan dengan kapitalisasi pasar Solana relatif terhadap Bitcoin, arus masuk ini setara dengan sekitar US$54 miliar, atau dua kali lebih cepat dari ETF Bitcoin pada tahap peluncuran yang sebanding.
"Ini adalah anomali," tulis Balchunas di platform X pada 5 Maret 2026. "ETF yang diluncurkan saat aset dasarnya jatuh tajam biasanya sulit mempertahankan aliran dana masuk. Solana seolah menentang hukum fisika di sini."
Meskipun demikian, tren positif ini mulai menunjukkan sedikit gangguan. Dalam tiga sesi perdagangan terakhir, ETF Solana mencatat arus keluar berturut-turut dengan total hampir US$16 juta. Ini merupakan rentetan arus keluar terpanjang sejak produk tersebut diperdagangkan. Namun, total arus masuk kumulatif masih berada di angka sekitar US$955,5 juta, menunjukkan ketahanan yang signifikan.
Tim Riset Tokocrypto menyoroti divergensi pasar ini sebagai indikasi bahwa pelemahan harga belum tentu mencerminkan hilangnya minat investor secara keseluruhan. "Jika arus permintaan terstruktur ini berlanjut sementara tekanan jual spot mereda, SOL bisa membangun fondasi akumulasi yang lebih sehat," demikian analisa mereka, "meski dalam jangka pendek pasar masih akan tetap sensitif terhadap volatilitas dan rotasi likuiditas."
Institusi Besar atau Sekadar Perpindahan Aset?
Perdebatan mengenai sumber permintaan ini memanas di kalangan pakar. Analis riset senior Bloomberg Intelligence, James Seyffart, meyakini bahwa basis investor ETF Solana mencakup sejumlah institusi besar, termasuk market maker dan dana investasi kripto terkemuka. Ia menyebut nama-nama seperti Electric Capital, Goldman Sachs, Multicoin Capital, dan Morgan Stanley sebagai pihak yang memiliki alokasi besar di produk ini.
"Ini adalah uang institusional yang kemungkinan besar merupakan investasi jangka panjang, bukan basis trading," tegas Seyffart di platform X pada 9 Maret 2026. Ia menepis anggapan bahwa arus masuk didorong oleh arbitrase, mengingat basis Solana sepanjang 2026 relatif rendah sehingga strategi tersebut kurang menarik.
Namun, pandangan berbeda disampaikan oleh Chief Investment Officer Arca, Jeff Dorman. Ia berpendapat bahwa arus masuk tersebut bisa jadi bukan pembelian baru, melainkan hasil dari "in-kind swap" di mana pemegang SOL lama hanya memindahkan eksposur mereka ke bentuk ETF. Seyffart mengakui bahwa modal awal dan sebagian arus masuk awal memang mungkin berasal dari perpindahan eksposur semacam itu, namun ia menekankan bahwa tidak seluruh dana berasal dari swap dan masih ada pembelian riil yang signifikan.
Tekanan Pasar Global Masih Membayangi
Pergerakan ETF Solana juga tidak terlepas dari sentimen "risk-off" global akibat ketegangan geopolitik yang turut memengaruhi pasar kripto dan ekuitas. Dalam periode yang sama, ETF Ethereum dan XRP juga mengalami tiga hari arus keluar berturut-turut. Kontrasnya, ETF Bitcoin mencatat arus masuk sebesar US$167,03 juta pada 9 Maret, setelah sempat mengalami dua hari arus keluar.
Meski pasar masih bergejolak, harga Solana pada 10 Maret menunjukkan kenaikan hampir 4% dalam sehari, mencapai kisaran US$86,7. Kenaikan ini memberikan sedikit optimisme, meskipun belum cukup untuk membalikkan tren turun yang terjadi sejak awal tahun. Pelaku pasar kini menantikan apakah pemulihan harga SOL dapat kembali mendorong dana segar ke ETF, atau justru tekanan keluar akan berlanjut dalam beberapa hari mendatang.
Ikuti KabarTifa.id untuk update berita crypto terkini.

