Editor: BobonSyah
KabarTifa- Harga aset kripto XRP kembali menunjukkan pelemahan signifikan, anjlok sekitar 9% dalam sepekan terakhir. Namun, di balik tekanan jual yang membebani, data on-chain justru mengungkap fenomena menarik: investor kakap atau "whale" secara agresif memborong lebih dari 170 juta token XRP. Aksi akumulasi masif ini memicu spekulasi bahwa titik terendah (bottom) untuk XRP mungkin sudah di depan mata.

Saat ini, XRP diperdagangkan di kisaran US$1,32, masih berjuang keras untuk keluar dari cengkeraman tren turun yang telah berlangsung sejak awal bulan. Token ini terus tertahan di bawah garis resistensi menurun (descending trendline), mengindikasikan dominasi sentimen bearish di pasar.
Sinyal Undervaluation dari Realized Price
Analisis data on-chain lebih lanjut menunjukkan bahwa harga pasar XRP kini berada di bawah "realized price". Konsep ini mengacu pada harga rata-rata di mana semua token XRP yang beredar terakhir kali berpindah tangan. Ketika harga pasar jatuh di bawah realized price, ini seringkali menandakan bahwa sebagian besar pemegang token berada dalam posisi rugi, dan aset tersebut dianggap "undervalued" atau di bawah nilai intrinsiknya. Secara historis, XRP jarang bertahan lama di zona ini sebelum mengalami pemulihan harga yang signifikan, menjadikannya area menarik bagi investor yang melihat potensi jangka menengah.
Whale dan Institusi Tambah Eksposur di Tengah Koreksi
Laporan dari BeInCrypto, yang juga dikutip oleh kabartifa.id, menyoroti aktivitas luar biasa dari alamat-alamat dompet yang memegang antara 10 juta hingga 100 juta XRP. Kelompok investor ini, yang dikenal sebagai whale, telah menambah kepemilikan mereka dengan lebih dari 170 juta token hanya dalam satu minggu. Yang menarik, pembelian besar-besaran ini terjadi justru ketika harga XRP sedang tertekan, sebuah indikasi kuat akan keyakinan jangka panjang mereka terhadap aset ini.
Tak hanya whale, minat institusional terhadap XRP juga tetap kokoh. Data menunjukkan arus dana institusional yang positif, dengan penambahan eksposur sebesar US$3,5 juta pada pekan yang berakhir 20 Februari. Secara month-to-date, total inflow mencapai angka fantastis US$105 juta. Angka ini bahkan melampaui Bitcoin dan Ethereum, yang justru mencatat outflow bersih pada periode yang sama. Permintaan institusional yang konsisten ini mengindikasikan strategi akumulasi jangka panjang, bukan sekadar spekulasi sesaat.
Level Kunci yang Perlu Diperhatikan
Dari perspektif teknikal, XRP masih menghadapi tantangan serius. Setelah kehilangan level support krusial di US$1,36, perhatian kini beralih ke US$1,28 sebagai benteng pertahanan berikutnya. Jika tekanan jual berlanjut, ada potensi harga akan meluncur lebih jauh menuju US$1,21. Sentimen "risk-off" global, termasuk kebijakan tarif 15% yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump, turut memperberat aset-aset berisiko seperti kripto.
Namun, skenario bullish bisa muncul jika XRP berhasil bertahan dan menembus garis tren turun. Penembusan di atas US$1,47 akan menjadi sinyal kuat untuk membatalkan skenario bearish dan membuka jalan bagi kenaikan lebih lanjut.
Tim Riset Tokocrypto menyoroti divergensi yang mencolok antara penurunan harga dan akumulasi masif oleh whale serta institusi. "Ini menandakan adanya keyakinan kuat pada fundamental jangka panjang XRP," ujar mereka. "Posisi harga yang di bawah realized price menciptakan peluang risk-reward yang menarik bagi investor strategis. Jika support di US$1,28 mampu bertahan, akumulasi ini akan menjadi fondasi bagi pembalikan harga (rebound) yang cepat menuju target resistensi US$1,47."
Kombinasi antara valuasi yang rendah (undervaluation), akumulasi 170 juta token oleh whale, dan arus masuk dana institusional sebesar US$105 juta, mengisyaratkan bahwa sebagian besar pelaku pasar besar melihat penurunan harga saat ini sebagai peluang strategis yang patut dimanfaatkan, bukan sebagai akhir dari tren.
Disclaimer: Informasi ini bersifat edukasi dan bukan merupakan saran investasi. Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan dapat mengakibatkan kerugian. Selalu lakukan riset mendalam sebelum membuat keputusan investasi.

