Editor: BobonSyah
KabarTifa- Jaringan Polygon kembali menjadi sorotan setelah mengumumkan pembakaran token dalam skala masif sepanjang Januari 2026. Sebanyak 25.735.922 token POL, yang merupakan aset inti ekosistemnya, dilaporkan telah dimusnahkan melalui mekanisme biaya jaringan. Angka fantastis ini setara dengan sekitar 0,24% dari total pasokan POL, memicu spekulasi mengenai dampak kelangkaan dan pergerakan harga di pasar kripto.

Proses pembakaran ini bukanlah kejadian tunggal, melainkan bagian integral dari desain ekonomi Polygon. Setiap transaksi yang terjadi di jaringannya menghasilkan biaya, dan sebagian dari biaya tersebut secara otomatis dialokasikan untuk memusnahkan token POL. Kebijakan deflasi ini bertujuan untuk mengurangi suplai token secara bertahap, sehingga meningkatkan kelangkaan dan berpotensi menopang nilainya di masa depan.
Menariknya, kabar pembakaran token ini bertepatan dengan penguatan harga POL. Pada Minggu, 8 Februari 2026, harga Polygon Ecosystem Token (POL/USDT) terpantau menguat sekitar 2,2%, diperdagangkan di kisaran $0,0976. Kenaikan ini turut mendorong kapitalisasi pasar POL menembus angka impresif $1,03 miliar, dengan volume perdagangan 24 jam yang mencapai $73,61 juta, menunjukkan aktivitas pasar yang cukup dinamis.
Meski demikian, data suplai beredar POL saat ini masih berada di angka 10,59 miliar token. Perlu dicatat, meskipun terjadi penguatan harian, performa POL dalam jangka menengah dan panjang masih berada di bawah tekanan. Dalam 30 hari terakhir, POL tercatat anjlok sekitar 32,02%, melemah 21,46% dalam 60 hari, dan bahkan merosot tajam hingga 46,25% selama 90 hari terakhir. Ini menunjukkan bahwa pasar masih bergulat dengan faktor-faktor lain di luar mekanisme pembakaran.
Pembakaran token dalam skala besar seperti ini selalu menjadi magnet perhatian para investor. Secara teori, pengurangan suplai melalui mekanisme burn dapat menciptakan efek deflasi, yang berpotensi menopang harga jika permintaan pasar tetap stabil atau bahkan meningkat. Namun, di tengah volatilitas pasar kripto yang masih tinggi, para pelaku pasar masih skeptis apakah pembakaran 25,7 juta token ini akan cukup signifikan untuk memberikan dorongan harga yang berkelanjutan dalam jangka panjang. Meskipun demikian, angka burn yang substansial ini tetap menjadi indikator kuat bahwa aktivitas jaringan Polygon terus berjalan aktif dan menghasilkan biaya transaksi yang signifikan sepanjang Januari 2026.
Menurut analisis dari beberapa tim riset pasar kripto, mekanisme pembakaran ini secara fundamental memperkuat model ekonomi deflasi Polygon yang didasarkan pada utilitas nyata. Pengurangan suplai yang konsisten, seperti yang terlihat pada Januari lalu, diyakini akan memberikan tekanan positif pada kelangkaan token dalam jangka panjang, meskipun dampaknya pada harga mungkin tidak instan.
Dengan demikian, pembakaran puluhan juta token POL ini bukan hanya sekadar angka, melainkan cerminan dari dinamika ekonomi internal Polygon yang terus berupaya menyeimbangkan suplai dan permintaan di tengah lanskap pasar kripto yang penuh tantangan.

