KabarTifa- Setelah masa konsolidasi panjang, Shiba Inu (SHIB) menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Saat ini diperdagangkan di angka US$ 0,00001306, SHIB berada di atas zona akumulasi historisnya—area yang kerap menjadi titik awal reli besar. Jika tren ini berlanjut dan menembus resistensi utama, analis memprediksi potensi kenaikan hingga 200 persen, menuju kisaran US$ 0,000035, menurut data yang dikutip dari coingape.com dan diolah oleh kabartifa.id.
Struktur harga SHIB saat ini membentuk pola rounded double-bottom, indikator teknis yang seringkali menandakan dimulainya fase ekspansi harga signifikan. Resistensi utama berada di US$ 0,00002345, level yang beberapa kali menghentikan reli sebelumnya. Penembusan dan penguatan di atas level ini akan membuka jalan menuju target US$ 0,000035. Sebaliknya, penurunan di bawah US$ 0,000013 dapat mendorong SHIB kembali ke zona akumulasi, menunda potensi breakout.
,00002345!” />Di sisi lain, ekosistem Shiba Inu terus memperkuat fundamentalnya melalui migrasi LEASH V2. Migrasi ini, yang dilakukan dalam tiga tahap (pemegang token mandiri, penyedia likuiditas, dan pengguna lintas jaringan), menggunakan model rasio tetap untuk menghindari penciptaan pasokan baru. Token LEASH yang tersisa akan dibakar, menjaga kelangkaan dan nilai jangka panjang. Migrasi ini juga mencakup ekspansi lintas jaringan ke Ethereum, Base, dan Solana, serta integrasi dengan Chainlink’s CCIP untuk meningkatkan interoperabilitas antar blockchain.
Disclaimer: Informasi di atas bertujuan informatif dan bukan merupakan saran investasi atau ajakan trading. Investasi kripto memiliki risiko tinggi dan volatil. Lakukan riset menyeluruh sebelum berinvestasi. kabartifa.id tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang Anda alami.

