Editor: BobonSyah
KabarTifa- Solana (SOL) kembali menjadi sorotan pasar kripto setelah periode konsolidasi yang panjang sepanjang Maret. Kini, dengan harga bertengger di kisaran $84, para analis mulai melihat kemunculan pola teknikal yang mengindikasikan potensi pergerakan signifikan, mengingatkan pada reli impresif 21% yang sempat terjadi di awal bulan lalu.

Namun, di balik optimisme tersebut, bayangan hambatan besar berupa tumpukan suplai token siap menghadang, berpotensi menggagalkan momentum kenaikan yang baru terbentuk.
Sinyal Bullish Bermunculan, Pola Lama Terulang?
Sinyal-sinyal bullish mulai bermunculan dari berbagai indikator teknikal. Salah satunya adalah Smart Money Index (SMI) yang dilaporkan mendekati titik crossover krusial. Pola ini sebelumnya terbukti menjadi pemicu lonjakan harga SOL lebih dari 21% dalam rentang waktu singkat di awal Maret, sesaat setelah SMI berhasil menembus garis sinyalnya.
Tak hanya itu, Relative Strength Index (RSI) juga menampilkan ‘hidden bullish divergence’, sebuah formasi di mana harga membentuk titik terendah yang lebih tinggi (higher low) sementara RSI justru mencetak titik terendah yang lebih rendah (lower low). Pola ini seringkali diinterpretasikan sebagai prekursor rebound, dan memang telah diikuti oleh kenaikan sekitar 6% sejauh ini.
Kombinasi sinyal dari kedua indikator ini memicu spekulasi bahwa Solana berpotensi mengulang skenario kenaikan serupa, asalkan konfirmasi lebih lanjut dapat tercapai.
Tembok Suplai Masif Jadi Penghalang Utama
Namun, di tengah optimisme teknikal, ‘tembok’ suplai yang masif menjadi penghalang utama. Data on-chain mengungkapkan adanya klaster besar sebanyak 37,7 juta token SOL yang terkumpul di rentang harga $85 hingga $88. Zona ini sangat krusial, sebab di level inilah banyak investor melakukan pembelian. Kondisi ini menciptakan potensi aksi jual yang signifikan begitu harga mendekati titik impas mereka, yang berarti setiap upaya kenaikan menuju area ini akan menghadapi tekanan jual yang substansial.
Tim Riset Tokocrypto menyoroti bahwa "setup on-chain saat ini menarik, namun belum sepenuhnya bersih." Mereka menjelaskan bahwa meskipun aliran ‘smart money’ mulai menunjukkan tanda-tanda konstruktif, ‘overhead supply’ yang sangat padat berpotensi mematikan setiap upaya pantulan harga dengan cepat. "Jika SOL gagal menyerap klaster suplai yang masif itu, skenario reli yang diharapkan bisa dengan mudah berubah menjadi fase distribusi, membuka jalan bagi penurunan kembali ke area support yang lebih rendah," demikian peringatan dari tim riset tersebut.
Level Kunci Penentu Arah Selanjutnya
Agar dapat melanjutkan tren kenaikannya, SOL harus berhasil menembus serangkaian level resistensi krusial. Dimulai dari area $84,95, diikuti oleh $87,38. Namun, level paling vital berada di $89,82. Apabila harga mampu berkonsolidasi dan bertahan di atas level ini, itu akan mengindikasikan bahwa seluruh tekanan suplai telah berhasil diserap, membuka jalan bagi potensi kenaikan menuju $97,75 dan secara efektif membatalkan struktur bearish yang ada saat ini.
Sebaliknya, jika upaya penembusan area resistensi tersebut gagal, risiko penurunan harga tetap membayangi. Terlebih, jika harga tergelincir di bawah $78,77, pola ‘head and shoulders’ yang bearish akan terkonfirmasi, membuka potensi penurunan signifikan hingga ke level $64.
Pasar di Titik Penentuan
Dengan demikian, Solana kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, sinyal-sinyal teknikal memancarkan harapan akan potensi kenaikan. Namun, di sisi lain, ‘tembok’ suplai yang masif menjadi ancaman serius yang bisa membalikkan keadaan. Pergerakan harga dalam beberapa hari ke depan akan sangat menentukan apakah SOL mampu mempertahankan momentum bullishnya atau justru terjerembab kembali ke dalam fase koreksi yang lebih dalam.

