Editor: BobonSyah
KabarTifa- Harga aset kripto Solana (SOL) kembali menjadi sorotan setelah menunjukkan pergerakan signifikan, melonjak sekitar 2,9% dalam 24 jam terakhir. Kenaikan ini berhasil membawa SOL menembus garis leher pola inverse head-and-shoulders pada grafik 12 jam, sebuah sinyal teknis yang secara tradisional diinterpretasikan sebagai pertanda pembalikan tren menuju kenaikan, bahkan dengan potensi meroket lebih dari 50%. Namun, di balik euforia kenaikan ini, sejumlah data on-chain dan derivatif justru menyiratkan adanya risiko tersembunyi, memunculkan kekhawatiran akan potensi bull trap yang bisa menjebak investor yang terlena.

Sinyal Bullish yang Menggoda, Namun Patut Diwaspadai
Penembusan garis leher pola inverse head-and-shoulders secara umum dianggap sebagai indikator awal tren naik baru yang kuat. Solana juga kini berhasil bergerak di atas exponential moving average (EMA) 20 periode, yang seringkali menjadi penanda kembalinya momentum positif.
Meskipun demikian, sejarah mencatat, terobosan serupa pada awal Februari lalu justru diikuti oleh koreksi harga hampir 12%. Lebih lanjut, periode 2 hingga 21 Februari menunjukkan adanya hidden bearish divergence, di mana harga membentuk lower high sementara indikator Relative Strength Index (RSI) mencetak higher high. Divergensi semacam ini kerap menjadi prekursor pelemahan tren sebelum koreksi terjadi. Sinyal bearish ini baru akan mereda jika SOL mampu menembus level US$85,70, namun risiko teknikal yang lebih luas tetap membayangi selama resistance utama belum tertembus.
Lonjakan Leverage dan Potensi Bull Trap yang Mengkhawatirkan
Data dari pasar derivatif memperkuat sinyal peringatan. Open interest Solana melonjak dari US$1,96 miliar pada 20 Februari menjadi US$2,08 miliar sehari setelahnya, sebuah peningkatan sekitar 6,1% dalam satu hari. Kenaikan open interest di tengah breakout biasanya menandakan bahwa para trader membuka posisi baru, bukan menutup posisi lama, yang menunjukkan minat pasar yang meningkat.
Bersamaan dengan itu, funding rate berubah menjadi positif di angka 0,0016%. Kondisi ini mengindikasikan bahwa trader long bersedia membayar trader short, mencerminkan sentimen bullish yang didorong oleh leverage. Kombinasi kenaikan open interest dan funding rate positif ini seringkali menjadi ciri khas kondisi bull trap. Jika harga gagal mempertahankan terobosannya, posisi long yang menggunakan leverage tinggi berisiko mengalami likuidasi, yang dapat mempercepat penurunan harga secara drastis.
Investor Jangka Panjang Mulai Pangkas Posisi: Sinyal Distribusi?
Indikator Hodler Net Position Change mengungkap perubahan perilaku signifikan dari investor jangka panjang (pemegang SOL lebih dari 155 hari). Pada 8 Februari, para holder jangka panjang ini tercatat menambah hampir 1,98 juta SOL ke portofolio mereka. Namun, pada 20 Februari, angka akumulasi tersebut anjlok menjadi sekitar 0,99 juta SOL, menandakan pengurangan akumulasi hampir 50% dalam dua pekan terakhir.
Secara historis, investor jangka panjang cenderung mengakumulasi aset sebelum reli besar dan mulai mendistribusikan atau menjual mendekati puncak lokal. Penurunan akumulasi ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai keberlanjutan momentum breakout Solana saat ini, mengisyaratkan bahwa "smart money" mungkin melihat risiko di balik kenaikan harga.
Level Kunci Penentu Arah Selanjutnya
Analisis cost basis menunjukkan adanya resistance kuat di kisaran US$87-US$88, di mana sekitar 9,12 juta SOL terakhir dibeli. Level ini berpotensi menjadi "tembok suplai" karena investor cenderung menjual di titik impas. Untuk memperkuat breakout, SOL perlu menembus US$85,70. Namun, konfirmasi yang lebih kuat berada di US$91,09. Penembusan di atas level ini akan menyerap suplai yang ada dan membuka jalan menuju target pola di sekitar US$129,78, yang berarti kenaikan sekitar 50% dari titik breakout.
Sebaliknya, jika harga turun di bawah US$78,88, pola inverse head-and-shoulders akan mulai melemah. Penurunan di bawah US$67,24 akan membatalkan pola sepenuhnya dan berpotensi memicu likuidasi besar-besaran bagi posisi long akibat lonjakan leverage sebelumnya.
Peringatan Keras dari Analis Tokocrypto
Tim Riset Tokocrypto menyoroti divergensi berbahaya dalam kondisi pasar saat ini: harga Solana mencoba melakukan breakout dari pola inverse head-and-shoulders, sementara pada saat yang sama, pemegang jangka panjang atau smart money justru memangkas akumulasi mereka hingga 50%.
"Kenaikan Open Interest di tengah distribusi whale adalah setup klasik untuk Bull Trap; ini menandakan bahwa reli didorong oleh leverage ritel yang rapuh. Tanpa penembusan bersih di atas US$91,09, support US$78,88 akan menjadi titik pemicu likuidasi long besar-besaran," ungkap tim riset tersebut, menegaskan bahwa Solana saat ini berada di persimpangan jalan yang sangat krusial. Investor disarankan untuk sangat berhati-hati dan memantau level-level kunci ini dengan seksama.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

